Menu

Pemko Padang Lamban, Korban Asap Berjatuhan

  Dibaca : 2133 kali
Pemko Padang Lamban, Korban Asap Berjatuhan
M Ali Ramdhani
Siswa SD bermasker - web

Siswa SD di Padang mulai menggunakan masker, karena sekolah tidak diliburkan.

PADANG, METRO–Lambannya Pemko Padang mengeluarkan kebijakan terkait kondisi kabut asap di Kota Padang, mulai memakan korban. Salah seorang pelajar SD Negeri 01 Alang Lawas yang tengah mengikuti pelajaran, mendadak terhenti. Siswa itu positif mengidap penyakit Inpeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA).

Kepala SDN 01 Alang Lawas, Padang Selatan, Ribosnita didampingi oleh Guru UKS, Norma Yunidar mengatakan, siswanya yang terkena ISPA tersebut bernama Fadlin Forenso yang merupakan siswa kelas 5. Siswa tersebut juga merupakan warga Padang Selatan.

Dia menceritakan, awalnya siswa tersebut mengikuti pelajaran pada Kamis (8/10). Namun beberapa waktu setelah pelajaran dimulai, tiba-tiba siswa tersebut mengalami sesak nafas. Melihat kondisi yang terjadi pada siswa tersebut mulai menghawatirkan, maka guru yang mengajar dalam kelas tersebut membawa anak itu ke Unit Kesehatan Sekolah (UKS).

”Jadi kita bawa lah anak itu ke UKS. Tak beberapa lama kita antar anak untuk istirahan ke UKS, namun sesak nafasnya tidak berkurang. Kami curiga ini adalah penyakit ISPA. Maka, agar anak ini dapat tertangani dengan baik, kami langsung antar ke Puskesmas Seberang Padang,” sebut Ribosnita, Kamis (8/10).

Dia menjelaskan, anak itu dilarikan oleh petugas UKS dan guru lainnya ke Puskesmas menggunakan sepeda motor. Sesampainya di Puskesmas, siswa langsung ditangani oleh pihak kesehatan di Puskesmas tersebut. Dari hasil pemeriksaan pihak kesehatan, ternyata siswa ini positif terkena ISPA.

”Kata dokter yang menangani anak ini, ternyata memang inspeksi. Kabarnya, orang tuanya juga terkena. Sekarang anak ini sudah dibawa pulang. Karena anak ini hanya mengikuti rawat jalan di Puskesmas tersebut,” jelasnya.

Dengan kejadian tersebut, sangat memberikan pelajaran baginya. Tidak hanya sekolah SDN 01, SDN lainnya yang berada di kompleks sekolah tersebut juga mejadikan ini sebagai pembelajaran. Karena, di lingkungan tersebut ada 6 SDN, di antaranya, SDN 01, SDN 08, SDN 18, SDN 20, SDN 36, dan SDN 37 sebanyak 1.400 siswa.

Dia berharap, meski kondisi ini pertama kali terjadi di lingkungan sekolah tersebut, namun dia berharap kepada Wali Kota Padang untuk segera mengeluarkan kebijakan. Hal itu bertujuan agar tidak terjadi lagi kondisi yang sama di kemudian hari.

Kepala sekolah ini juga mengaku, tak banyak upaya yang dilakukan untuk antisipasi agar siswa tak terkena dampak asap seperti ISPA. Sejauh ini, hanya berupa imbauan yang bisa ia lakukan. Baik itu imbauan untuk siswa menggunakan masker dan imbauan tidak berkegiatan di luar kelas.

”Kalau untuk memberikan masker gratis, memang tidak ada kita lakukan. Kita hanya minta kepada orang tua siswa agar mengenakan masker kepada siswa. Alahmdulillah ada saja sejumlah relawan yang membagikan masker ke sekolah ini,” sebutnya.

Menurutnya, untuk instruksi pimpinan daerah terkait meliburkan siswa sekolah juga belum ada. Begitu juga dengan kebijakan untuk memberikan masker ke siswa yang tidak ada. Dengan itu, melihat kondisi semakin hari semakin parah, dia berharap agar ada kebijakan untuk meliburkan siswa.

”Harapan kita, kondisi seperti ini perlu untuk diliburkan. Agar tidak ada kejadian yang sama lagi. Di sisi lain, kalau diliburkan, siswa juga tengah mengikuti ujian mid smester yang akan berlangsung hingga Sabtu depan,” jelasnya.

Sebelumnya, Wali Kota Padang Mahyeldi Ansyarullah mengimbau seluruh warga Kota Padang untuk membentengi diri dengan masker, mengingat asap yang semakin pekat. Dengan melindungi diri dengan masker akan mengurangi lonjakan jumlah penderita ISPA. ”Yang akan beraktivitas di luar ruangan agar mengenakan masker. Begitu juga yang berada di dalam ruangan,” ujar Mahyeldi.

Mahyeldi mengimbau kepada Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), seperti Bapedalda, RSUD, dan Puskesmas untuk selalu menyiapkan masker untuk dibagikan kepada warga. Begitu juga orang tua dan pihak sekolah agar menstok masker. Terkait sejumlah daerah yang telah meliburkan aktivitas belajar di sekolah-sekolah, namun Kota Padang belum meliburkan siswa.

”Tidak mesti libur, mengapa kita harus ikut daerah lain,” kata wali kota.
Mahyeldi menyebut cukup banyak pertimbangan yang dilakukan untuk meliburkan sekolah. ”Untuk meliburkan sekolah ada analisa dan kajiannya. Ketebalan asap di Kota Padang dengan daerah lain kan berbeda. Memang, faktanya, ketika pagi hari, tingkat kepekatan kabut asap cukup tinggi, akan tetapi setelah siang berkurang. Karena itu, perlu dilindungi diri dengan memakai masker,” ulas Mahyeldi.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan (DKK) Padang Eka Lusti mengatakan, sejak kabut asap melanda Padang, pada Agustus sudah terjadi lonjakan jumlah penderita ISPA. Menurut catatan DKK, pada Agustus jumlah penderita mencapai 6.500 orang. “Pada September terjadi lonjakan sebanyak 1.700 orang sehingga di akhir September kemarin jumlah penderita ISPA mencapai 7.800 orang,” terangnya.

Eka mengimbau kepada seluruh warga untuk tetap menjaga kesehatan dengan menggunakan masker. Selain itu juga terus menjaga kondisi fisik dan ketahanan tubuh dengan mengkonsumsi buah-buahan dan sayur. “Yang terpenting terus minum air putih secukupnya,” sebutnya. (da)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional