Close

Pemko Padang harus Cari Lahan Baru untuk TPU dan Sekolah Negeri

Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kota Padang, Mastilizal Aye.

SAWAHAN, METRO–Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kota Padang, Mas­tilizal Aye meminta Pemko Padang menyediakan la­han baru untuk tempat pe­makaman umum dan pem­bangunan sekolah negeri baru di Kota Padang.

“Penambahan ini mengingat pertumbuhan penduduk Padang yang meningkat setiap tahunnya, namun ketersediaan lahan belum memadai,” ujar Aye, Kamis (23/9).

Ia mengatakan, saat ini ada tiga lokasi pemakaman yang dikelola pemerintah. Pertama, Tempat Pemakamam Umum (TPU) di Tunggul Hitam yang sudah digunakan sejak ta­hun 1970. Lalu, ada TPU Air dingin yang sudah dibuka sejak tahun 2003 dan TPU Bungus Teluk Kabung dibuka pada 2009. Ketiga lokasi tersebut saat ini sudah tidak memadai.

Ia menyampaikan selain TPU yang dikelola Pem­ko Padang, juga ada be­berapa lokasi pemakaman milik TNI/Polri dan suku tertentu di Padang. Namun kondisinya, pemakaman ini tidak mampu menampung dan tidak ja­rang dilakukan pemakaman pada lokasi yang sa­ma atau di kampung halaman di luar Padang.

“Melihat persoalan itu, ke depan Padang butuh lahan baru untuk dijadikan lokasi TPU baru,” ucap Wakil Ketua Komisi IV DPRD Padang ini.

Ia mengatakan, Fraksi Gerindra DPRD Padang mendukung pembangunan TPU baru dan meminta Pemko Padang mencari lahan dan segera usulkan anggarannya, sehingga akan dibahas dan disetujui nantinya.

Kemudian, untuk pembangunan jumlah sekolah negeri baik SMP/MTs dan SMA/ MAN tidak mengalami penambahan beberapa tahun belakangan. Sekolah negeri terakhir yang didirikan, yakni SMP 43 pada 2015, lalu MTsN 7 pada 2013.

Menurutnya, ter­batas­nya jumlah sekolah berpengaruh pada pemenuhan kebutuhan sekolah bagi siswa di Padang. “Sehingga Gedung DPRD ini dan Dinas Pendidikan setiap tahun dipenuhi dengan demo orang tua siswa, yang anaknya tidak bisa masuk sekolah negeri,” paparnya

Ia menyampaikan, ta­ma­tan 417 sekolah dasar di Padang sekitar 15.836 sis­wa, hanya saja daya tampung 43 SMP negeri ber­kisar 4.897 siswa sisanya 55 SMP swasta atau 70.300 siswa.

Menurutnya, rencana pembangunan sekolah ne­geri selalu terkendala dengan lahan, karena tidak adanya lahan yang dikelola langsung oleh Pemko Padang. (ade)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top