Menu

Pemko Padang Dianggap Gagal Benahi Pasar

  Dibaca : 1598 kali
Pemko Padang Dianggap Gagal Benahi Pasar
RPW (38), warga Koto Langang, Kenagarian Punggaaan Timur, Kecamatan Linggo Sari Baganti, Kabupaten Pesisir Selatan diamankan Polsek Lengayang Polres Pessel, usai korban R (40) melapor ke Polsek Lengayang. 
Pasar raya padang

Tidak tertatanya kawasan Pasar Raya Padang membuat pedagang seenaknya berjualan. Seperti terlihat di depan Masjid Taqwa Muhammadiyah. Trotoar pun dijadikan tempat berjualan oleh PKL, begitu pula badan jalan yang sudah berjejer payung-payung milik PKL.

PASAR RAYA, METRO–Janji Pemko untuk membenahi Pasar Raya Padang masih belum menampakkan realisasinya. Kesemrawutan belum beranjak. Kawasan pasar hanya nampak rapi di kala pagi saja. Namun di atas jam 12 siang, Pasar raya sudah tidak beraturan lagi.

Pantauan POSMETRO, Rabu (26/5) siang, di sepanjang jalan Pasar Raya Barat, Permindo hingga jalan Pasar Baru, para pedagang masih mendominasi badan jalan. Kendaraan roda dua dan mobil  pun parkir sembarangan. Ketika petugas datang melakukan penertiban, pedagang nampak patuh. Namun, setelah petugas tak ada lagi di lokasi, kondisinya kembali semrawut.

”Sadang lai kareh wali kotanyo, lai indak lalu juo. Mode iko se taruih pasa ko mah,” ujar salah seorang pengunjung pasar, Sarbidin (45) kepada POSMETRO.
Ia menilai, pemerintahan yang sekarang belum memiliki terobosan baru untuk penataan pasar. Program yang dijalankan sekarang dinilainya masih memakai pola-pola pemerintahan yang lama, yakni dengan penertiban. Sehingga program Pemko selalu mental dan tak dianggap oleh pedagang.

”Ka mode mode iko senyo. Indak ado perubahan,” ujar Sarbidin. Idealnya, kata dia, harus ada terobosan jitu dari Pemko sehingga kesemrawutan pasar menjadi terurai. Pedagang menjadi tertata, walaupun tanpa dikawal petugas.

Salah seorang pedagang pasar, Marjohan (50) mengatakan, minimnya terobosan disebabkan karena Pemko melalui Dinas Pasar tidak menempatkan orang orang kreatif dalam menata pasar. Dinas Pasar harus didukung dengan personel yang memiliki gebrakan serta ide brilian. Bukan orang sembarangan.

”Pasar Raya alah parah tingkek tinggi. Jadi butuh cara nan beda dari urang-urang spesial pulo,” ujarnya.

Tokoh pedagang pasar, H Asril Manan juga mengakui keluhan pedagang masih tinggi terhadap aktivitas PKL di badan jalan. Pihaknya masih menunggu action dari kepala Dinas Pasar yang baru. ”Kami tidak mau mati di pasar. Tinggal tindakan tegas dari Dinas Pasar,” ujarnya.

Asril berharap tidak ada pembiaran dari pemko terhadap aksi ”pembunuhan” pedagang toko oleh PKL.

”Kita tenggat kepala Dinas Pasar yang baru ini sampai September untuk menuntaskan kesemrawutan pasar,” ujar Asril manan.

Kepala Dinas Pasar Endrizal melalui Kabid K3 Deni Harzandi mengatakan, petugas tetap berupaya melakukan penertiban terhadap PKL yang berjualan di badan jalan.
”Sampai sekarang kita masih berupaya melalukan penertiban. Bagi pedagang tetep bejualan di garis marka yang sudah ditetapkan. Jika di luar itu, barangnya akan diangkat. PKL baru bisa berjualan mulai pukul 15.00 wib,” ulasnya. (tin)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional