Menu

Pemko Hibahkan Lahan 5,1 Ha untuk Kampus PSDKU UNP

  Dibaca : 194 kali
Pemko Hibahkan Lahan 5,1 Ha untuk Kampus PSDKU UNP
Rapat-Zoirin Sayuti ketika memimpin rapat tentang kampus PSDKU UNP yang akan didirikan di Sawahlunto

SAWAHLUNTO, METRO
Pemko Sawahlunto akan dirikan Peguruan Tinggi di Kota Wisata Tambang dan itu menjadi salah satu target Pemko Sawahlunto di bawah pemerintahan Deri Asta -Zohirin Sayuti.

Menyediakan lahan dan membangun gedung kampus di area Kandi menjadi langkah awal yang akan dilakukan Pemko, setelah sebelumnya MoU dengan Rektor UNP ditandatangani.

Zohirin Sayuti Wakil Walikota Sawahlunto mengungkapkan, pihaknya telah menjajaki kerjasama dan menandatangani kesepakatan dengan Rektor UNP untuk membuka program perkuliahan di Sawahlunto atau PSDKU (Program Studi Diluar Kampus Utama) UNP.

Yakni dengan program studi awal yakni D3 Tambang dan D3 Alat Berat. “Dalam kerjasama yang ditandatangani pada kamis 2 Juli lalu, disebutkan Pemko Sawahlunto harus menghibahkan lahan seluas 5,1 hektar bersertifikat dan membangun gedung kampus, sementara UNP bertanggungjawab menanggung sepenuhnya operasional kampus,” ujar Zoirin kepada peserta rapat yang hadir, Rabu (8/7).

Di tahun ajaran baru ini program perkuliahan PSDKU UNP baik D3 Tambang maupun D3 Alat Berat akan dimulai dengan lokasi kampus sementara di Lokal SDN 7 Muaro Kalaban. Proses Penerimaan Mahasiswa menjadi tanggung jawab UNP.

Bergerak cepat mewujudkan gedung kampus permanen untuk PSDU UNP ini, pada rabu 8/7/2020, Zohirin Sayuti meninjau langsung lahan di area Kandi yang direncanakan untuk lokasi pembangunan kampus. Dalam kunjungan lapangan tersebut, beliau menginstruksikan kepada Dinas PU untuk segera melakukan pematangan lahan dan berkoordinasi dengan UNP guna merancang masterplan dengan sebaik-baiknya sesuai kebutuhan Universitas.

“Masterplan gedung dan pematangan lahan harus selesai di tahun ini. Sehingga di awal tahun 2021 proses pembangunan fisik harus sudah dimulai” ujar Zohirin menginstruksikan.

Zohirin menyebut PSDKU UNP ini adalah upaya membangun kembali roh pendidikan tinggi Sawahlunto yang sempat gagal karena Akademi Komunitas dan Program D3 tambang yang sempat beroperasi sebelumnya ditarik Provinsi. “Salah satu penyebab kegagalan tersebut adalah tidak terealisasinya janji pembangunan gedung kampus dalam 2 tahun berjalan,” ujar Zohirin.

Belajar dari pengalaman tersebut, kini pihaknya serius menindaklanjuti kerjasama membangun kampus Peguruan Tinggi yang akan memberi efek tidak hanya meningkatkan SDM, tapi juga ekonomi warga Sawahlunto. (cr2)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional