Close

Pemko dan Stakeholder Bersinergi Tingkatkan Kualitas Air Batang Arau, Volume Sampah 550 Ton/Hari, Didominasi Plastik

PEMBAHASAN BATANG ARAU— Wali Kota Hendri Septa membuka pertemuan multi pihak membahas penyelematan sungai Batang Arau dan semua sungai di Kota Padang, di Ruang Serbaguna Bagindo Aziz Chan, Balai Kota Padang, Kamis (17/2).

AIAPACAH, METRO–Pemerintah Kota Padang bersama stakeholder terkait bertekad untuk terus bersi­nergi melakukan upaya ter­pa­du dalam mengoptimalkan penanganan dan pengelolaan sampah di Kota Padang. Begitu juga dalam menjaga dan meningkatkan kualitas air Sungai Batang Arau sebagai salah satu sungai besar yang melintasi ka­wasan wisata di Ibukota Provinsi Sumatera Barat tersebut.

“Alhamdulillah hari ini kita bersama multi pihak dan stakeholder terkait sepakat bersinergi bagai­mana menjaga dan me­ningkatkan kualitas air di Sungai Batang Arau dan juga sungai-sungai lainnya di Kota Padang. Sejumlah langkah telah kita siapkan dan sepakati bersama,” ungkap Wali Kota Hendri Septa sewaktu membuka acara pertemuan multi pihak membahas penyele­matan sungai Batang Arau dan semua sungai di Kota Padang di Ruang Serbaguna Bagindo Aziz Chan, Balai Kota Padang, Kamis (17/2).

Kegiatan tersebut meng­­hadirkan narasumber diantaranya Wakil Rektor III UBH Prof. Dr. Hidayat beserta narasumber lainnya. Juga hadir di kesempatan itu para Camat dan Lurah serta Mr. Michell Rohman selaku tenaga ahli dari GIZ-Jerman/Center for International Migration and Development (CIM) yang tengah berperan sebagai integrated expert mendukung program Waste Management of Batang Arau River (pengelolaan limbah Sungai Batang Arau) di Kota Padang.

Wako menyebut, permasalahan yang tengah ditangani saat ini adalah indeks kualitas air Sungai Batang Arau di bagian hilir yang masih berada di level 4. Ia berharap ke depan bisa berubah menjadi level 2.

Lebih lanjut orang nomor satu di Kota Padang itu juga berharap masya­rakat sepanjang aliran sungai dari hulu hingga hilir dapat mendukung upaya revitalisasi Sungai Batang Arau.

“Kita harap Lurah dan stakeholder terkait dapat mensosialisasikan dan me­ngontrol warganya agar peduli lingkungan serta menjaga sungai dari sampah. Kita tidak ingin ada lagi warga yang membuang sampah ke sungai, karena akan ada sanksi tegas sesuai Peraturan Daerah (Perda) Kota Padang No.21 Tahun 2012 tentang Pengelolaan Sampah,” tegas Wako yang saat itu didam­pingi Kepala DLH Mairizon.

Terakhir Wako Padang itu juga membeberkan pen­tingnya upaya saat ini dalam menyikapi volume sampah di Kota Padang yang cukup banyak, yakni mencapai 550 ton per hari­nya. Dimana dari jumlah tersebut 25 persennya adalah bersumber dari sampah plastik.

“Menyikapi hal ini saya telah membuat Surat Edaran (SE) tentang Penggu­naan Wadah Plastik Ramah Lingkungan. Ada 4 poin di dalam SE tersebut yang intinya mengatur masya­ra­kat untuk mengurangi timbulan sampah plastik, penggunaan bahan-bahan yang terbuat dari plastik serta meningkatkan kepe­dulian akan kebersihan lingkungan dan kesehatan,” pungkasnya. (rel)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top