Menu

Pemko Bukittinggi Fasilitasi Polemik Lahan di Guguak Bulek

  Dibaca : 114 kali
Pemko Bukittinggi Fasilitasi Polemik Lahan di Guguak Bulek
FASILITASI—Polemik kepemilikan lahan antara TNI dengan masyarakat Campago Guguak Bulek difasilitasi Pemko Bukittinggi hingga ke lapangan.

BUKITTINGGI, METRO–Pemko Bukittinggi fa­silitasi pertemuan antara TNI dan masyarakat Cam­pago Guguak Bulek, di ru­ang serbaguna Lurah Ga­muak, Kamis (12/8), di ma­na ada persoalan kepe­milikan tanah antara kedua belah pihak. Plt Asisten I Setdako Bukittinggi Isra Yonza menyampaikan, me­mang ada persoalan ta­nah di Lurah Gamuak atau di­kenal dengan Inkorba, khu­susnya di seputaran lapa­ngan bola Inkorba, Kelu­rahan Campago Gu­guak Bulek, antara ma­syarakat dan TNI. Se­hing­ga pihak Pemko Bukittinggi, mencoba untuk mene­nga­hi dan men­carikan solusi terbaik.

“Kita hari ini mencari jalan terbaik, bagaimana jalan keluar dari persoalan ini. Sehingga langkah a­wal­nya dengan memper­temu­kan kedua belah pihak dan juga meninjau ke la­pangan, di mana persoalan yang sebenarnya,” ungkap Isra.

Isra, menambahkan, persoalan terjadi bahwa ada sebidang tanah di ka­wasan Guguak Bulek. Pihak masyarakat dan TNI saling klaim atas kepemilikan tanah itu. “Saat ini kita, TNI dan masyarakat melihat ke lapangan, menunjukan ba­tasan batasan yang me­nurut TNI adalah milik mereka. Nantinya, jika ada keberatan masyarakat, bisa mengajukan kepada pemerintah,”tegas Isra.

Danramil Kota Bu­kit­tinggi Kodim 0304 Agam, Mayor Inf Asrul Sani Ra­syid, menjelaskan, banyak aset TNI yang saat ini menimbulkan polemik di tengah masyarakat.

Salah satunya di ka­wasan Campago Guguak Bulek ini, yang memang dalam Kartu Inventaris Barang (KIB) tercatat se­bagai aset TNI. “Kami men­jalankan tugas sesuai data administrasi yang ada pada pihak TNI. Tapi karena ada persoalan dengan ma­syarakat, tentu ada kun­jungan lapangan untuk melihat mana tanah yang masuk dalam data kami,” ujar Asrul.

Perwakilan Tim Sabaleh Haswandi Dt. Rajo Intan sebagai tim yang diama­nahkan masyarakat Nagari Guguak Bulek, khususnya di dalam pasukuan Pisang Dt Mantari Basa, kunju­ngan lapangan ini, di rasa kurang pas, karena alas hak belum ada. Kemudian, masyarakat menolak titik titik yang disampaikan oleh pihak TNI.

Ini adalah harta pusaka Dt Mantari Basa. Harusnya pengajuan alas hak dan sertifikat didasari dengan data yang jelas dan leng­kap. Tapi tadi pihak TNI baru menyebutkan awal dari KIB, itu pun belum jelas. Dari data yang ada itu, daerahnya disebutkan di Koto Salayan sementara ini Guguak Bulek. Kemu­dian, tidak ada arah mata angin. Tahun 1952 juga ada sengketa, namun tanah yang dimaksud bukan yang ditunjuk ini. “Sekarang ma­lah kawasan lapangan ini yang akan disertifikatkan. Ini kami nilai cacat hukum, prosesnya tidak seperti proses pada umumnya,” jelas Dt Mantari Basa.

Masyarakat Guguak Bulek, khususnya yang masuk dalam persoalan ini, akan mempersiapkan data data tentang tanah ulayat ini. Selanjutnya data itu akan diserahkan kepada pemerintah sebagai bentuk keberatan atas lokasi yang dipersoalkan saat ini. (pry)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional