Menu

Pemkab Solsel-BBTNKS Tandatangani Kerja Sama, Tingkatkan Jalan Teluk Air Putih-Simpang PB 

  Dibaca : 320 kali
Pemkab Solsel-BBTNKS Tandatangani Kerja Sama, Tingkatkan Jalan Teluk Air Putih-Simpang PB 
TEKEN— Plt Bupati Solsel Abdul Rahman menandatangani perjanjian kerjasama peningkatan jalan Teluk Air Putih-Simpang PB bersama Kepala BBTNKS, Tamen Sitorus.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Solok Selatan (Solsel) bersama Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (BBTNKS), menandatangani perjanjian kerjasama peningkatan jalan Teluk Air Putih-Simpang PB via Tandai, Rabu (4/3). Kesepakatan ini menandai kegiatan peningkatan ruas jalan yang melintas zona khusus TNKS itu, sudah bisa dikerjakan. Penandatanganan MoU perjanjian dilaksanakan di ruang kerja Plt Bupati Solsel, antara Plt Bupati H Abdul Rahman dengan Kepala BBTNKS, Tamen Sitorus.

Plt Bupati Solsel mengatakan, keberadaan jalan Teluk Air Putih-Simpang PB penghubung antara Solsel dengan Muaro Bungo Provinsi Jambi, itu sangat penting dan vital serta trategis untuk aksesibilitas dalam rangka meningkatkan kesejahteraan dan pemberdayaan masyarakat di daerah terisolir.  “Ruas jalan itu, dapat menjadi penghubung beberapa kecamatan dan kawasan perkebunan ke ibu kota kabupaten. Selain itu, juga menghubungkan Solsel ke lintas Sumatera dan provinsi Jambi,” ujar Rahman.

Menurutnya, banyak dampak yang akan dirasakan masyarakat, selain akan mempersingkat waktu tempuh,  tentunya dampak peningkatan ekonomi. Ruas jalan tersebut akan sangat bermanfaat bagi perbaikan taraf ekonomi masyarakat, sebab ada beberapa HGU perkebunan yang terhubung dalam akses antar daerah itu.

“Setidaknya, perkebunan pasti memiliki banyak tenaga kerja. Mereka selama ini kesulitan akses dalam mencari segala keperluan kebutuhan sehari-hari, kebanyakan karyawan atau buruh perkebunan sekitar, berbelanja kebutuhan pokok ke Muaro Bungo. Maka, dengan terbukanya akses ini mereka bisa dengan mudah ke Padang Aro,”ungkap Rahman.

Dijelaskan, jalan Teluk Air Putih-Simpang PB ini sangat penting dan strategis untuk konektivitas lintas Sumatera. Dengan dibukanya jalur itu, akan jadi pintu masuk wisatawan ke Solsel lewat bandara Muaro Bungo. “Di Muaro Bungo ada bandara. Jarak antara ibukota Padang Aro dengan bandara Muaro Bungo sekitar 80 kilometer. Jika jalan Teluk Air Putih selesai dibangun, maka waktu tempuh sekitar 1,5 jam. Kondisi ini berpeluang mampu mendongkrak kunjungan wisatawan ke Solsel,” sebut Rahman.

Pemkab Solsel, berkomitmen dengan Forkopimda untuk melindungi kawasan hutan lindung dan kawasan TNKS ke depan. ”Kami berkomitmen untuk menjaga hutan dan ikut serta mengawasinya. Terutama mencegah penyusup yang berniat merusak hutan TNKS itu nantinya,” kata Rahman.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Solsel, H Yulian Efi menambahkan, terwujudnya perjanjian kerjasama antara Pemkab dengan BBTNKS ini, membutuhkan perjuangan yang panjang. Membutuhkan usaha yang lama dalam menyatukan gagasan dan kesamaan pikiran tentang pentingnya ruas jalan itu dibangun.

“Hari ini MoU terwujud. Ini merupakan perjuangan panjang dan melibatkan banyak pihak. Terimakasih untuk semuanya dan tentu harapan kita, dengan terbukanya akses ini dapat berimbas pada peningkatan ekonomi masyarakat nantinya,”tutur Yulian.

Kepala BBTNKS, Tamen Sitorus mengatakan, jalan Teluk Air Putih-Simpang Pasar Besar via Tandai sepanjang 13,918 kilometer, sekarang sudah bisa dikerjakan, dimana segala legalitas formalnya sudah terpenuhi.

Namun begitu, prinsip kehati-hatian diperlukan dalam kegiatan pembangunan ruas jalan itu nantinya. Terutama bagi kontraktor pelaksana dan pengawasnya. Sebab, pengerjaan jalan dalam zona TNKS akan sangat berbeda polanya dengan lokasi lain. “Peningkatan jalan tersebut akan membuka keterisolasian antar desa bahkan antar provinsi. Sehingga akan bisa meningkatkan perekonomian masyarakat. Mari kita wujudkan bersama-sama dengan penuh prinsip kehati-hatian. Ini perlu kami ingatkan karena tidak bisa diabaiakan,”terangnya.

Kawasan TNKS merupakan warisan alam dunia. Untuk mendapatkan izin pembangunan jalan yang bersentuhan dengan zonanya, akan sangat sulit. Pertimbangannya, dikhawatirkan akan membuka ruang tindakan ilegal di dalam TNKS. “Bersama-sama juga kita cegah dan awasi tindakan ilegal ini, seperti ilegal loging dan praktik penambangan di dalam TNKS. Pemberian izin pembukaan jalan di Tandai itu, memang penuh pertimbangan dan melibatkan banyak pihak,”katanya.

Sebelum perjanjian kerjasama itu terjalin, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI sudah lebih dulu memberi izin peningkatan jalan tersebut. Surat persetujuan Menteri tentang peningkatan ruas jalan Teluk Air Putih-Simpang PB sepanjang 13,9 kilometer itu, sudah keluar 29 Oktober 2019. Turut hadir  Forkopimda Solsel, Wakil Ketua DPRD Solsel, Armen Syahjohan, para Asisten Sekretariat Daerah, beberapa Kepala OPD dan petinggi BBTNKS. (afr)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Iklan

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional