Close

Pemkab Solok Upayakan Kurangi Daerah Blankspot

SOLSEL, METRO–Dalam upaya pengentasan daerah blankspot di beberapa nagari di Solok Selatan, Pemkab Solok Selatan menggelar rapat untuk menginventarisir permasalahan terkait daerah blankspot  di Aula Tansi Ampek Kantor Bupati, Selasa (10/5).

Rapat dipimpin langsung Bupati H Khairunas, Wabup H Yulian Efi, Sek­dakab, Asisten, Dinas Kominfo bersama wali nagari dan camat se-Solok Selatan. Data Dinas Kominfo Solok Selatan menemukan titik-titk blankspot masih sebanyak 39 yang tersebar pada 15 nagari pada enam kecamatan, dengan per­kiraan bahwa blankspot tersebut benar-benar tidak memperoleh sinyal sama sekali.

Bupati Solok Selatan, H Khairunas dalam rapat tersebut menginginkan kantor wali nagari, sekolah-sekolah dan puskesmas yang menjadi prioritas ja­ringan internet. Untuk pe­nun­tasan masalah jari­ngan telekomunikasi khu­sus­nya jaringan internet, selain perencanaan untuk mendapatkan bantuan pro­gram bhakti. Juga perlu juga perencanaan lain seperti penyediaan tower mandiri oleh Pemkab Solok Selatan atau memperba­nyak desa mandiri internet seperti pada Nagari Talunan Maju dan Pintu Kayu.

Terkait perencanaan untuk mendapatkan bantuan program Bhakti Kemkominfo, Bupati juga memerintahkan Camat dan Wali Magari untuk menyediakan lahan seluas 10X10M dalam bentuk hibah tanah pembangunan tower.

Wakil Bupati Solsel  H Yulian Efi mendoorng bersama Bupati terkait pe­ngentasan daerah blankspot di Solok Selatan.  “De­ngan terbebasnya daerah Solok Selatan dari blankspot, maka segala peluang akan lebih mudah diperoleh masyarakat, ” sebut wabup.

Kadis Kominfo, Firdasu Firman menjelaskan, terkait kondisi sekarang lebih mudah menghadirkan ja­ringan internet dari pada jaringan telepon seluler pada daerah-daerah blankspot.  Masalah tersebut tidak hanya terjadi di Solok Selatan, melainkan sebagian besar daerah di Indonesia.

Selain itu, perbedaan harga bandwidth di daerah pulau Jawa berbeda de­ngan daerah lainnya, de­ngan harga murah maka infrastruktur dapat digra­tiskan pembangunannya. “Sementara kita di Solsel pihak provider akan me­ng­kaji terkait pembangunan tower pada daerah blankspot, karena terkait dengan profit oriented perusahan penyedia jasa telekomunikasi,” ujarnya.

Untuk itu, dari 2 role model internet desa man­diri di Nagari Talunan Maju dan Pintu Kayu, pem­ba­ngunan tower man­diri serta proposal bantuan program bhakti Kemkominfo, sangat dibutuhkan keseriusan dan dukungan semua pihak, ujar Kadis. (rel/jes)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top