Menu

Pemkab Padangpariaman Teken MoU dengan Kejaksaan Negeri

  Dibaca : 82 kali
Pemkab Padangpariaman Teken MoU dengan Kejaksaan Negeri
CENDERA MATA— Kepala Kejaksaan Negeri Pariaman, Azman Tanjung, SH terima cendera mata dari Bupati Suhatri Bur.

PDG.PARIAMAN, METRO–Bupati Padangpariaman Suhatri Bur menyatakan Pem­kab Padangpariaman sekarang tingkatkan kerjasama bidang datun dengan Kejaksaan Negeri Pariaman  “Kita melakukan hal demikian dalam rangka mengoptimalkan penanganan perma­salahan hukum di Pemerintah Daerah dan pada organisasi perangkat daerah Kabupaten Padangpariaman,” kata Bupati Padangpariaman Suhatri Bur, kemarin.

Katanya, saat ini telah dilaksanakan penandatanganan kesepakaatan bersama di bi­dang perdata dan tata usaha negara antara Pemerintah Dae­rah dan seluruh OPD beserta camat dengan Kejaksaan Negeri Pariaman.

Dikatakan, kegiatan ini bertujuan untuk membangun kerja­sama untuk meningkatkan efektivitas penanganan dan penyelesaian masalah hukum, baik dalam pengadilan maupun diluar pengadilan.

“Adapun ruang lingkup da­lam MoU dan perjanjian kerjasama ini adalah bantuan hukum, pemberian pertimbangan hukum dan tindakan hukum lain yang diberikan kejaksaan sebagai pihak kedua kepada pihak pertama pemerintah daerah Kabupa­ten Padangpariaman,” ujarnya.

Dengan penandatanganan kesepakatan bersama ini katanya, diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi kedua belah pihak, khususnya Peme­rintah Kabupaten Padangpariaman dalam menghadapi permasalahan yang berkaitan deng­an hukum perdata dan tata usaha negara, karena dapat memanfaatkan jasa hukum jaksa pengacara Kejaksaan Negeri Pariaman,”ungkapnya

Ia juga menambahkan pe­nandatanganan kerjasama ini merupakan hal yang sangat penting di dalam mengoptimalkan kewenangan yang diberikan oleh undang-undang RI No. 16 Tahun 2004 tetang kejaksaan Republik Indonesia dalam pasal 30 ayat (2) yakni eksistensi kejaksaan di bidang perdata dan tata usaha negara berdasarkan kewenangan yang diberikan undang-undang RI No. 16 Tahun 2004 yaitu kejaksaan dengan surat kuasa khusus dapat bertindak baik dalam maupun diluar pengadilan untuk dan atas nama negara atau peme­rintah.  “Sebagai negara hukum yang menyelenggarakan kesejahteraan masyarakat akan ba­nyak ditemukan keterlibatan dan kepentingan hukum dari negara atau pemerintah di bidang pemerintah di bidang perdata atau tata usaha negara, baik dalam kedudukan sebagai tergugat maupun penggugat atau sebagai pihak yang mempunyai kepentingan hukum diluar pe­nga­dilan.

Kami yakin bahwa Peme­rintah Daerah Kabupaten Pa­dangpariaman berkolaborasi dengan Kejaksaan Negeri Pa­riaman mampu untuk menyelenggarakan urusan pemerintah daerah dan berusaha untuk melaksanakan amanat yang diembankan oleh negara dengan sebaik-baiknya, ungkapnya.

Ia berharap kerjasama ini berfungsi untuk mengontrol aparatur daerah terhindar dari jeratan hukum akibat kurang pemahaman atas fungsi Datun dalam bersinergi dengan pemerintah daerah, khususnya dalam pengelolaan keuangan daerah, MoU ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Padangpariaman.

“Kami selaku pemerintah daerah Kabupaten Padangpariaman berharap kedepannya tidak tejadi lagi hambatan dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan yang diakibatkan oleh berlarut-larutnya konflik hukum antara pihak-pihak yang berkepentingan dengan pembangunan daerah, karena apabila setiap permasalahan hukum ditangani dengan baik, maka dampaknya tidak hanya positif pada masyarakat, akan tetapi juga potensial meningkatkan wibawa dan suskesnya pembangunan pemerintah dae­rah Kabupaten Padang Pariaman,” paparnya.

Sementara Kepala Kejaksaan Negeri Pariaman, Azman Tanjung, SH  dalam sambutannya mengatakan tujuan dari penandatanganan kesepakatan ini yakninya membangun kerjasama dalam rangka mengoptimalkan masalah hukum di Kabupaten Padangpariaman khususnya terkait kegiatan yang menggunakan keuangan yang harus dipertanggungjawabkan.

“Berdasarkan undang-undang bahwa kejaksaan dengan surat kuasa khusus dapat mewakili pemerintah untuk bertindak didalam maupun diluar pe­ngadilan untuk  menyelesaikan permasalahan, oleh karena itu kejaksaan memiliki kewenangan dan potensi berdasarkan undang-undang tersebut yakninya membantu pemerintah dalam hal bantuan hukum, pendapat hu­kum,pendampingan hukum dan pelayanan hukum yang dapat dilaksanakan berdasarkan perundang-undangan yang akan membantu berbagai permasalahan bukan hanya dalam bidang hukum perdata tapi juga hukum dalam pencegahan beberapa hal terkait dengan hukum,” tambahnya.

 “Selama bertugas sejak tahun 2020 Kejaksaan Negeri Pariaman telah melakukan beberapa pendampingan hukum dalam rangka pembangunan jembatan Sikabu, pelaksanaan pemberian BLT Dana Desa terdampak covid-19, menjadi pendamping hukum dan mediator untuk PDAM atas sengketa perselisihan tagihan yang tidak dibayar oleh BIM karena berbagai permasalahan, juga dalam penyelesaian tagihan PDAM kepada perusahaan pribadi, bantuan hukum kepada BPKD dalam melakukan negosiasi kepada pihak terkait atas tunggakan pembayaran pajak-pajak, juga bantuan hukum atas pembayaran PBB, parkir, hotel dan restoran dalam rangka pencapaian PAD Kabupaten Padangpariaman, penyelesaian seng­keta tanah,” terangnya. Dalam penandatanganan kerjasama tersebut, Bupati didampingi oleh Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, Asisten, Staf Ahli Bupati dan OPD terkait.(efa)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional