Menu

Pemkab Mentawai Sosialisasikan Perda Covid-19, Wabup: Siapapun Melanggar Disanksi

  Dibaca : 52 kali
Pemkab Mentawai Sosialisasikan Perda Covid-19, Wabup: Siapapun Melanggar Disanksi
SOSIALISASI PERDA— Wakil Bupati Kabupaten Kepulauan Mentawai Kortanius Sabeleake memberikan sambutan pada acara sosialisasi Perda Provinsi Sumbar tentang Adaptasi Kebiasan Baru (AKB) untuk memutus rantai Covid-19 di Mentawai.

MENTAWAI, METRO
Untuk memutus mata rantai Covid-19 khususnya di Mentawai, Pemerintah Mentawai dan Forkopimda mensosialisasikan Peraturan Daerah (perda) Provinsi Sumbar tentang Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) terkait Covid-19. Dalam Perda tersebut mengatur tentang perilaku masyarakat serta sanksi bagi yang tidak patuh.

Sosialisasi itu turut dihadiri Sekda Mentawai Martinus Dahlan, unsur Forkopimda, Forkopimcam Sipora Selatan, Kepala Desa se-Kecamatan Sipora Selatan, Tokoh Agama, Pemuda dan masyarakat di Aula Kecamatan Sipora Selatan.

Wakil Bupati Kabupaten Kepulauan Mentawai Kortanius Sabelekake menyebutkan, dengan adanya Perda, diharapkan sosialisasi harus sampai kepada masyarakat hingga pelosok desa. “Dengan sasaran Perda ini efektif diberlakukan di seluruh wilayah Kepulauan Mentawai,” sebut Kortanius dalam sosialisasi di hadapan Camat beserta kepala desa dan BPD wilayah Sipora, kemarin.

Wabup Kortanius Sabelekake menjelaskan, perda protokol kesehatan ini, diharapkan dapat dipatuhi siapa pun. Tidak memandang jabatan, terkhusus bagi ASN dan aparat keamanan harus menjadi contoh kepada masyarakat. “Sehingga, Perda ini berjalan dengan baik, kita harus sama sama mengawasi adanya aturan ini, tidak mengabaikannya,” ucapnya.

Tugas Camat dan Satpol PP termasuk Kepala Desa di wilayahnya dapat mensosialisasikan “Perda ini kepada masyarakat, kita punya waktu selama tujuh hari sebelum diberlakukannya Perda, termasuk adanya pembentukan tim khusus dalam membantu kelancaran adanya Perda ini,” sebutnya.

Dikatakan wabup, Perda tersebut baru disahkan, tujuannya untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19. Dan ini wajib dipatuhi siapa saja, kalau tidak, ya bagi pelanggar harus siap menerima sanksi.

Untuk saling menegur atau mengingatkan jika ada ditemukan masyarakat atau siapa saja termasuk perangkat pemerintah harus patuh karena akan diberikan sanksi. Perda tentang AKB dalam pencegahan dan pengendalian Covid-19 itu, berisikan tentang penegasan pelaksanaan protokol kesehatan yang wajib diikuti seluruh masyarakat Sumbar, serta sanksi sanksi bagi yang tidak mematuhinya.

“Kita semua berhak menegur, kita semua saling menegur, saling mengingatkan kalau saya tidak menggunakan masker silakan tegur saya kalau ada aparatur kita foto sampaikan kepada kami, kita akan berikan sanksi administrasi kita berlakukan jadi kita tidak main- main. Jadi kita yang terlebih dahulu yang menjadi contoh bagi orang lain,” tegasnya.

Wabup menjelaskan, sudah membuat surat yang akan ditujukan kepada instansi di Mentawai untuk taat pada perda tersebut. Dalam pelaksanaan penegakan hukum terhadap pelanggaran aturan tersebut, pihaknya akan melakukan gerak cepat untuk membentuk tim terpadu yang melibatkan Sat Pol PP, Polri dan TNI serta stakeholder lainnya, karena waktu yang diberikan untuk menerapkan perda tersebut di Kepulauan Mentawai hanya 7 hari.

“Kalau tidak ingin didenda atau di penjara, masyarakat wajib mematuhinya. Gerakan ini dianggap penting sebagai salah satu cara efektif memutus mata rantai penularan Covid-19 di Sumbar,” tutupnya. (s)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional