Menu

Pemkab Keluarkan SK PBM Tatap Muka

  Dibaca : 332 kali
Pemkab Keluarkan SK PBM Tatap Muka
RAPAT PBM TATAP MUKA— Bupati Solok Gusmal memimpin rapat membahas terkait proses belajar mengajar (PBM) di sekolah dengan menerapkan tatap muka di awal tahun 2021.

SOLOK, METRO
Pemkab Solok telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) yang ditandatangani Bupati Solok Gusmal No: 420/ 3231/Disdikpora – 2020 tentang Penyelenggaraan Pembelajaran di Satuan Pendidikan PAUD/RA/SD/MI/SMP/MTs/SMA/SMK/SLB dan Satuan Pendidikan Non Formal lainnya pada masa Semester Genap Tahun Pelajaran 2020/2021 di masa Pandemi Covid-19.

“Awal sekolah semester genap tahun akademik 2020/2021 dimulai 04 Januari 2021 secara tatap muka. Prinsip pelaksanaan pembelajaran tatap muka semester genap tahun akademik 2020/2021, yang terdiri dari satuan pendidikan pada PAUD, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah wajib mengisi daftar periksa pada data pokok pendidikan,” ujar Gusmal.

Dikatakan Gusmal, pembelajaran tatap muka di satuan pendidikan dilaksanakan melalui dua fase. Yakni masa transisi berlangsung selama dua bulan sejak dimulainya pembelajaran tatap muka disatuan pendidikan dengan melaksanakan pembagian rombongan belajar bergiliran (shift) dari jumlah siswa per kelas.

Masa kebiasaan baru, maksudnya, setelah masa transisi selesai maka kegiatan pembelajaran dilaksanakan sesuai dengan masa kebiasaan baru dengan melaksanakan 100 persen kehadiran siswa dan tidak melaksanakan kegiatan bergiliran (shift) namun tetap melaksanakan kegiatan dengan protokoler Covid-19.

Kemudian, prosedur pembelajaran tatap muka, sesuai dengan protokol kesehatan. Yakni SD, SMP/MTs,SMA/MA dan SMK, SLB dan sekolah non formal lainnya (PKBM), program kesetaraan jaga jarak minimal 1,5 (satu koma lima) meter dan maksimal 18 (delapan belas) peserta didik perkelas.

PAUD jaga jarak minimal 1,5 meter dan maksimal 5 peserta didik per kelas. Jumlah hari dan pembelajaran tatap muka dengan pembagian rombongan belajar di tentukan satuan pendidikan yang berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan.

Perilaku wajib di seluruh lingkungan satuan pendidikan. Menggunakan masker kain 3 lapis atau masker sekali pakai masker bedah yang menutupi hidung dan mulut sampai dagu. Masker kain digunakan setiap 4 jam atau sebelum 4 jam saat sudah lembab/basah. Cuci tangan pakai sabun (CTPS) dengan air mengalir atau cairan pembersih tangan (hand sanitizer). Menjaga jarak minimal 1,5 meter dan tidak melakukan kontak fisik seperti bersalaman dan cium tangan. Menerapkan etika batuk/bersin. Ketersediaan sarana sanitasi dan kebersihan seperti toilet bersih dan layak, sarana CTPS dengan air mengalir atau cairan pembersih tangan.

Memiliki akses fasilitas pelayanan kesehatan dengan Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, BPBD, Satpol PP dan Damkar. Memiliki pengukur suhu tubuh tembak (termoghun).

Memiliki pemetaan warga satuan pendidikan yang memiliki comorbid tidak terkontrol, tidak memiliki akses transportasi yang aman, memiliki riwayat perjalanan dari daerah dengan tingkat risiko Covid-19, yang tinggi atau riwayat kontak dengan orang terkonfimasi positif Covid-19 dan belum menyelesaikan isolasi mandiri.

Kantin sekolah tidak boleh buka. Warga satuan pendidikan disarankan membawa makanan dan minuman dengan menu gizi seimbang selama masa transisi. Kegiatan Olahraga dan Ekstrakurikuler tidak diperbolehkan di satuan pendidikan, namun disarankan tetap melaksanakan aktivitas fisik di rumah selama masa transisi.

Tidak diperbolehkan ada kegiatan selain pembelajaran di lingkungan satuan pendidikan, seperti orangtua menunggu peserta didik di satuan pendidikan, istirahat di luar kelas, pertemuan orangtua peserta didik, pengenalan lingkungan satuan pendidikan, dan sebagainya. Kegiatan pembelajaran di luar lingkungan satuan pendidikan diperbolehkan dengan tetap menjaga protokol kesehatan. Pembelajaran tatap muka maksimal 180 menit setiap harinya. (*/vko)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional