Menu

Pemkab Agam Beri Pemandu Wisata Alam Pelatihan, Dituntut Cakap dan Menguasai Sejarah

  Dibaca : 70 kali
Pemkab Agam Beri Pemandu Wisata Alam Pelatihan, Dituntut Cakap dan Menguasai Sejarah
WAMENAG— Wakil Menteri Agama (Wamenag) Zainut Tauhid Sa’adi menilai edukasi masyarakat terkait vaksinasi dan pencegahan penularan Covid-19 sangat penting.

AGAM, METRO–Pemandu wisata meru­pakan representasi dari masyarakat. Pasalnya, pa­ra pemandu wisata me­main­kan peran sebagai pengantar informasi kepa­da wisatawan “Untuk itu, pemandu wisata perlu me­ningkatkan kapasitas mere­ka, sehingga mampu ber­kontribusi mempro­mosi­kan sektor kepariwi­sata­an,” ungkap Bupati Agam, Dr H Andri Warman MM diwakili Sekretaris Daerah, Drs. Martias Wanto, MM sa­at membuka pelatihan pe­mandu wisata alam yang di­fa­silitasi Dinas Pariwisata Pe­muda dan Olahraga (Dis­par­pora) Agam, Selasa (13/7).

“Kegiatan memandu merupakan upaya mem­berikan pelayanan kepada wisatawan, memandu ada­lah sebuah keterampilan yang perlu diasah, karena itu akan merepre­sentasi­kan kepariwisataan serta masyarakat,” ujar Martias.

Sebagai penyampai in­for­masi kepariwisataan, setidaknya seorang pe­man­du wisata harus me­ngu­sai 8 pengetahuan da­sar. Sebab, pemandu wisa­ta akan menjadi gambaran kondisi wisata dan masya­rakat setempat.

Pertama, pemandu wi­sa­ta harus memiliki penge­tahuan tentang area wi­sata. Pemandu wisata yang berpengetahuan luas akan dapat membuat perjalanan wisatawan menjadi lebih berwawasan dan berkesan.

Kedua, seorang pe­man­du wisata harus mam­pu mengartikulasikan dan memproyeksikan infor­masi dengan jelas. Untuk itu pemandu wisata harus menguasai kemampuan komunikasi secara efektif.

“Pemandu wisata ha­rus memiliki empati yang tinggi, karena wisatawan berasal dari berbagai lapi­san masyarakat, kelompok umur, budaya, kebangsaan dan latar belakang yang berbeda, bahkan memiliki keterbatasan fisik,” ujar Martias.

Berkepribadian karis­ma­tik menjadi persyaratan se­lanjutnya yang harus di­kua­sai seorang pemandu wi­sa­ta. Karisma pemandu me­ru­pakan nilai tambah. Mi­sal­nya, pemandu yang ra­mah serta lucu akan mem­buat perjalanan wisatawan men­jadi lebih menye­nang­kan.

Seorang pemandu wi­sa­ta juga dituntut mampu berimprovisasi dan bera­daptasi dengan situasi, seperti kemampuan bera­daptasi dengan perkem­bangan teknologi infor­masi. Ditekankan bupati, pemandu wisata harus se­seorang yang bersikap sabar serta membangun hubungan melalui komu­nikasi dan pendekatan yang baik.

Pemandu wisata juga dituntut cakap dan me­ngetahui sejarah daerah secara alami serta mampu menjelaskan pengetahuan dengan antusias, interaktif, dan menarik. “Terakhir, pemandu wisata harus mam­pu mengikuti arus, fleksibel terhadap perkem­bangan situasi dan keingi­nan wi­satawan,” ucap Mar­tias. Pemandu

Menurut bupati, per­syaratan tersebut harus dimiliki seorang pemandu dalam rangka menyokong kepariwisataan di Agam agar dapat berkembang di pasar domestik maupun mancanegara. “Potensi Agam yang beragam dibi­dang kepariwisataan harus kita kemas dengan baik. Salah satunya melalui pe­ningkatan kapasitas se­orang pemandu sebagai representasi dunia pari­wisata sekaligus masya­rakat,” ujar Martias. (pry)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional