Close

Pemilihan Duta Genre Padangpariaman dapat Tekan Stunting

Bupati Padangpariaman Suhatri Bur, kemarin, membuka secara resmi grand final pemilihan duta GenRE Kabupaten Padangpariaman tahun 2022.

PADANGPARIAMAN, METRO–Bupati Padangpariaman Suhatri Bur, kemarin, membuka secara resmi grand final pemilihan duta GenRE Kabupaten Padangpariaman tahun 2022. “Melalui ajang ini kita telah melakukan peningkatan kapasitas dan kreativitas remaja dalam menghadapi bonus demografi,” kata Bupati Padangpariaman Suhatri Bur, kemarin. Selain itu katanya, para duta yang terpilih nantinya juga dapat mendorong untuk percepatan penanggulangan kasus stunting di Kabupaten Padangpariaman.

Katanya, saat ini remaja Indonesia hidup pada zaman 4.0, suatu era yang sangat berbeda dari generasi orang tua mereka.  “Perbedaan tersebut melahirkan perbedaan pengetahuan antara orangtua dan anak yang sering kali tidak selaras dan sejalan,” ujarnya.

Kemudian lagi katanya, remaja saat ini akan menjadi bagian dari Generasi Emas Indonesia tahun 2045. Saat Indonesia memasuki usia 100 tahun merdeka, generasi ini akan berusia antara 35 – 54 tahun, yaitu berada pada usia produktif yang akan menjadi nahkoda bangsa ini ke depan. “Generasi emas nantinya diharapkan menjadi generasi yang cerdas dan komprehensif, yaitu produktif, inovatif, damai dalam interaksi sosialnya, sehat dan menyehatkan dalam interaksi alamnya serta berperadaban unggul,” ujarnya.

Dikatakan, generasi emas akan disemai melalui pembangunan karakter dalam pembangunan keluarga yang menggunakan pendekatan siklus kehidupan. Oleh karena itu, pembinaan remaja menjadi investasi yang sangat luar biasa.

Lebih jauh dikatakan, program GenRe yang dikem­bang­kan dalam rangka pe­nyia­pan berkeluarga bagi remaja melalui pemahaman te­ntang pendewasaan usia per­kawinan sehingga mereka mampu melangsungkan jenjang pendidikan secara terencana, berkarir dalam pekerjaan secara terencana pula, kemudian baru menikah dengan penuh perencanaan sesuai siklus kesehatan repro­duksi.

“Program GenRe menge­­depankan pembentukan karakter bangsa karena mengajarkan remaja untuk menjauhi pernikahan di bawah umur, melakukan penyimpangan seksual dan narkotika, psi­kotropika dan zat adiktif lainnya (apza) guna menjadi remaja tangguh dan dapat ber­kontribusi dalam pembangunan serta berguna bagi bangsa dan negara,” ujarnya.

Sementara Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana (DPPKB) Aspinuddin menyatakan dinasnya hingga kini komitmen berupaya menyiapkan generasi muda yang sehat, terhindar dari berbagai permasalahan remaja serta men­ jadikan remaja produktif dan berkualitas agar mampu mencapai bonus demokrafi untuk Indonesia emas tahun 2045i. Upaya tersebut antara lain dengan Program Duta GenRe..(efa)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top