Menu

Pemilihan Bujang jo Gadih Ajang Promosi Wisata, 10 Pasang Finalis Dikarantina

  Dibaca : 104 kali
Pemilihan Bujang jo Gadih Ajang Promosi Wisata, 10 Pasang Finalis Dikarantina
PROMOSIKAN—Disparpora Bukittinggi menggelar pemilihan Bujang jo Gadih mewakili generasi muda untuk mempromosikan wisata. (ulfa musriadi/posmetro)

BUKITTINGGI,METRO – Pemerintah kota Bukittinggi melalui Dinas Pariwisata Pemuda Olah raga, tengah melakukan proses pemilihan Bujang jo Gadih terpilih untuk tahun 2019. Saat ini 10 pasang finalis yang sudah memasuki tahapan karantina melakukan kegiatan anjangsana, Rabu (21/8).

Pemilihan bujang jo gadih, merupakan program rutin Disparpora Bukittinggi, sebagai upaya promosi wisata Bukittinggi. Program ini terbukti ampuh untuk meningkatkan kunjungan.

Asisten II Setdako Bukittinggi Ismail menyampaikan, pemilihan bujang jo gadih merupakan program untuk menanamkan karakter kepada generasi muda sebagai generasi milineal yang akan menguasai bidang ekonomi dan bidang kemasyarakatan lainnya pada masa yang akan datang.

“Untuk itu, bujang jo gadih akan menjadi perwakilan generasi muda, yang karakternya telah dibentuk melalui pemilihan ini, bagaimana mencintai agama dan daerahnya, khususnya adat istiadat Minangkabau. Tidak sampai disitu saja, apa yang telah didapat, tentu dapat dikembangkan serta dibagi kepada lingkungan sekitar mereka nanti,” ujar Ismail.

Sementara itu, Kadisparpora Bukittinggi, melalui Kabid Pariwisata Ekonomi Kreatif Suzi Yanti menjelaskan, pemilihan bujang jo gadih merupakan program rutin tahunan Dipaspora, untuk memilih yang terbaik dari yang terbaik. Karena dengan bujang jo gadih, pemerintah terbantu dalam mensosialisasikan pariwisata Bukittinggi.

“Pemilihan Bujang jo Gadih, telah ditetapkan aturannya untuk menjadi ikon pariwisata yang dapat mempromosikan wisata Bukittinggi yang kental akan agama serta adat istiadatnya. Dalam tahapannya, para peserta menghadapi ujian yang cukup berat. Karena dengan ujian itu, mereka dapat menjadi ujung tombak dalam mempromosikan pariwisata Bukittinggi. Tidak hanya untuk skala nasional, bahkan promosi oleh bujang jo gadih bisa sampai tingkat Internasional,” jelasnya.

Untuk tahun ini, dari 61 peserta yang mendaftar dan telah mengikuti tes tertulis, tim penilai telah meloloskan 10 pasang finalis.

“Saat ini mereka masuk karantina, dimana untuk hari ini para finalis mengikuti anjangsana, sebagai bahan bagi mereka untuk dieksplor dan menjadi ilmu tersendiri. Nantinya pada tanggal 24 Agustus, akan dilaksanakan malam puncak atau inagurasi pemilihan Duta Wisata Bujang jo Gadih terpilih tahun 2019,” papar Suzi Yanti.

Pada kesempatan yang sama, Muhammad Fajri dan Clarima Luthfiani, Duta Wisata Bujang jo Gadih Bukittinggi terpilih tahun 2018, menyampaikan, manfaat dalam mengikuti event pemilihan Bujang jo Gadih.

“Banyak ilmu yang bermanfaat bagi kami. Para bujang jo gadih dibekali ilmu yang komplit, tentang pariwisata, adat dan budaya Minangkabau, khususnya di Bukittinggi. Kita juga akan menjadi contoh bagi generasi muda lain. Kita bisa menginspirasi teman untuk berbuat positif dan mengembangkan diri di bidang yang digeluti,” ujar keduanya.

Sebagai duta wisata, Muhammad Fajri sendiri, telah mendapatkan kesempatan untuk pertukaran mahasiswa ke Lithuania. Dimana, pada kesempatan itu, Bujang Bukittinggi tahun 2018 itu, mempromosikan keelokan wisata Bukittinggi yang sarat sejarah. (u)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional