Menu

Pemilih Milenial Diajak Awasi Pilkada

  Dibaca : 116 kali
Pemilih Milenial Diajak Awasi Pilkada
Teken Pakta Integritas —Penandatanganan pakta integritas untuk mendukung suksesnya Pilkada, usai sosialisasi pengawasan pemilu partisipatif yang dilaksanakan Panwaslu Kecamatan Pauah Duo.

SOLSEL, METRO
Para pemilih milenial dari perwakilan organisasi kepemudaan, diajak untuk ikut berperan dalam pengawasan pemilu dan ikut berpartisipasi dalam mengajak Milenial lainnya memberikan hak suaranya pada Pemilihan Kepala Daerah. “Mari bersama kita ikut mengawasi berjalannya pesta demokrasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), ini tanggung jawab kita bersama untuk pengawasan agar pelaksanaan Pemilu Badunsak berjalan baik,” ujar Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Solok Selatan (Soslel) Ade Kurnia Zeli, saat membuka sosialisasi pengawasan pemilu partisipatif di tingkat Kecamatan Pauah Duo, Sabtu (17/10), di objek wisata Watek Ducati.

Sosialisasi ini merupakan kegiatan Panitia Pengawasan Pemilu Kecamatan (Panwaslucam) Pauah Duo dengan menghadirkan nara sumber dari Komisi Independen Pemantau Pemilu (KIPP) Sumbar. Dia menjelaskan, dalam sosialisasi ini, selain mengajak masyarakat berpartisipasi dalam pengawasan, juga Ikut berpartisipasi dalam mengajak pemilih untuk ikut memilih sesuai dengan pilihan mereka.

“Kami juga meminta agar peserta, selain ikut pengawasan pemilu, juga ikut berpartisipasi untuk mengajak masyarakat agar memberikan hak suara mereka pada 9 Desember untuk Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati Solok Selatan,” ungkap Ade.

Ketua Panwaslucam Pauah Duo, Hidayat menyebutkan, dalam pelaksanan Pemilihan Kepala Daerah ini, peran kaum milenial untuk mensosialisasikan ketengah masyarakat akan pentingnya pengawasan dan partisipasi untuk memilih sangat dibutuhkan. Mereka memiliki media sosial untuk sosialisasi. Selanjutnya dimana setelah mendapatkan sosialisasi ini mereka bisa menularkan kepada teman-teman dan keluarganya. “Kami berharap kaum milenial ini bisa melaporkan berbagai pelanggaran yang ditemukan, melalui media handphone ini bisa dilakukan,”sebut Ade.

Koordinator KIPP Sumatera Barat Samaratul Fuad mengatakan, generasi muda yang lebih akrab disebut generasi milenial jangan mudah terayu janji dan pemberian hadiah dari salah satu pasangan calon yang ikut kontestasi pemilihan kepala daerah.

Dimana, lanjutnya, ketika kita sudah menerima hadiah atau barang dalam bentuk apapun, kita sudah sama dengan menggadaikan hak demokrasi kita. Ini akan kita tanggung dalam lima tahun kedepannya. “Untuk itu, jangan murah saja menerima janji, hadiah atau barang dalam bentuk apapun yang diberikan oleh calon kepala daerah. Jika terdapat pelanggaran segera laporkan ke Bawaslu,”jelas Fuad.

Menurutnya, melaporkan ke Bawaslu itu, tidak harus ke Bawaslu Kabupaten, tapi ke Panwaslucam, Pengawas Kelurahan /Desa (PKD) dan juga bisa ke Pengawas Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang saat ini sedang dilakukan perekrutan nya. “Penyelenggara memiliki keterbatasan, tentu tidak semuanya bisa diketahui. Peran aktif masyarakat sangat dibutuhkan untuk melakukan pengawasan terhadap pelanggaran pemilu,” kata Fuad.

Kesedian masyarakat untuk mengadukan pelanggaran, dapat dilakukan tidak harus datang langsung. Masyarakat tidak usah takut dalam memberikan laporan, saat ini teknologi handphone bisa dimanfaatkan. “Manfaatkan teknologi untuk memberikan laporan, hal ini bisa berupa pesan WhatsApp tentunya dengan menyertai bukti dan lokasi serta mencantumkan identitas,” tukas Fuad.

Peserta sosialisasi pengawasan pemilu partisipatif berasal dari organisasi pemuda, Karang Taruna, KNPI Kecamatan, para mahasiswa atau dari pemilih milenial. Ikut hadir pada kegiatan itu, Kordiv HPP Panwaslucam Pauah Duo, Ade Irawan Kordiv PHL, Verawati, Koordinator Sekretariat Panwaslucam Sri Maryati, S.Pd dan staf Bawaslu Kabupaten dan Panwaslucam Pauah Duo. (afr)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional