Close

Pemerintah Seayun Selangkah dengan MUI Kota Pariaman

Wali Kota Pariaman Genius Umar menghadiri acara Musyawarah Daerah (Musda) ke-III Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Pariaman.

PARIAMAN, METRO–Wali Kota Pariaman Genius Umar menghadiri acara Musyawarah Dae­rah (Musda) ke-III Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Pariaman.

Acara ini dibuka secara resmi oleh Ketua MUI Sum­bar, Gusrizal Gazahar, dihadiri juga oleh Wakil Walikota Pariaman, Mar­dison Mahyuddin, Ketua MUI Kota Pariaman, Sofyan Jamal beserta pengurus dan Kemenag Kota Pariaman.

Wali Kota Pariaman, Genius Umar mengatakan, pemerintah harus seayun selangkah dengan MUI dalam membangun dae­rah, sesuai dengan visi Kota Pariaman yakni Pariaman sebagai kota wisata, perdagangan, jasa yang religius dan berbudaya. Genius juga menyebutkan bahwa ulama merupakan tokoh atau orang yang mempunyai ilmu pe­ngetahuan agama dengan baik. Ulama sebagai figur dan tauladan bagi orang-orang disekitarnya, dan secara umum ulama a­dalah tempat bertanya.

Di samping itu, tokoh agama dan alim ulama dinilai berperan penting da­lam memompa semangat kebersamaan masyarakat, untuk aktif membangun perekonomian masya­rakat ditengah pandemi Covid-19. “Saya selalu meminta masukan kepada ulama dan berdiskusi terutama dibidang pendidikan Islam. Kami ucapkan terima kasih atas arahan Ketua MUI Sumbar dan terkhusus kepada  Pengurus MUI Kota Pariaman yang selama ini berpartisipasi dalam membangun daerah ,” ujarnya.

“Semoga dengan diadakannya Musda hari ini akan melahirkan MUI Kota Pariaman yang kuat berlandaskan iman dan takwa ,” tukasnya.

Ketua MUI Sumbar, Gusrizal mengatakan, tugas ulama memanglah berat yakni membawa izzah atau kemuliaan dan ke­utamaan, bagaimana seo­rang ulama bisa menampakkan jati dirinya ditengah-tengah masyarakat sebagai orang yang membawa ke­muliaan untuk ummat.

“Ulama itu melayani kebutuhan masyarakat da­ri segi moralitas dan nilai-nilai rohaniah. Ulama a­dalah pewaris para nabi, mewariskan ilmu dan kepribadian Rasulullah. Warisan yang tidak ternilai ini mesti dijaga, dipelihara, disebarkan, diajarkan, diamalkan dan dikembangkan untuk kepentingan dan kemaslahatan umat manusia ,” kata dia. (efa)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top