Menu

Pemerintah Klaim Kebutuhan Oksigen Medis Nasional Masih Aman

  Dibaca : 93 kali
Pemerintah Klaim Kebutuhan Oksigen Medis Nasional Masih Aman
ANTRI—Terlihat belasan warga sengaja mengantri untuk mengisi kembali tabung oksigen medis untuk membantu pernafasan pasien Covid-19.

JAKARTA, METRO–Presiden Joko Widodo meninjau PT Aneka Gas Industri di kawasan Pulo Gadung, Jakarta Timur, Jumat (16/7). Pria yang akrab disapa Jokowi itu meninjau fasilitas tersebut dalam rangka memastikan stok oksigen medis nasio­nal, khususnya untuk pena­nganan Covid-19 ter­pe­nuhi.

“Pemerintah terus be­ker­ja keras untuk meme­nuhi kebutuhan oksigen secara nasional dan kami telah bekerja sama dengan industri-industri di dalam negeri untuk menga­man­kan pasokan dan distribusi oksigen medis yang dibu­tuhkan masyarakat,” ujar Jokowi.

Kenaikan kasus Co­vid-19 yang masih terus terjadi telah menye­bab­kan lonja­kan kebutuhan oksigen nasional, teruta­ma untuk pengobatan pasien Covid-19, baik yang berada di rumah sakit maupun di tempat-tem­pat isolasi. Un­tuk itu, Jo­ko­wi mengaku pemerin­tah terus bekerja keras untuk memenuhi ke­bu­tuhan oksigen tersebut. Presiden juga menga­pre­siasi kerja PT Aneka Gas Industri, anak usaha dari PT Samator, yang telah maksimal me­m­e­nuhi ke­bu­tuhan oksigen medis de­ngan terus me­nambah ka­pasitas pro­duksinya.

Dalam peninjauan di lokasi, eks gubernur DKI Jakarta itu melihat tangki produksi hingga ruang kon­trol pabrik. Pabrik di Pulo Gadung merupakan salah satu dari tiga pa­brik PT Aneka Gas In­dustri yang berada di wilayah Jawa bagian ba­rat, yang mem­pro­duksi oksigen, nitrogen, dan argon.

Pabrik di Pulo Gadung memiliki kapasitas pro­duksi 110 ton per hari, se­mentara yang berada di Cikande memiliki kapasi­tas produksi 250 ton per hari, dan di Cibitung me­miliki kapasitas produksi 100 ton per hari.  Total kapasitas produksi men­capai 460 ton per hari untuk Jawa bagian barat. Adapun kapasitas produksi seluruh Indonesia mencapai ku­rang lebih seribu ton per hari.

Presiden Direktur PT Aneka Gas Industri, Rach­mat Harsono mengatakan pihaknya langsung beraksi begitu melihat kekurangan oksigen di tengah pandemi Covid-19. Dengan dibantu Kementerian Perin­dust­rian, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BU­MN), dan Kementerian Ke­se­hatan, pihaknya me­ngon­versi hampir 90 per­sen produk oksigen yang biasanya digunakan untuk industri, menjadi oksigen untuk medis.

“Kami tentunya meli­hat masyarakat kekura­ngan oksigen kami tersen­tuh. Oleh karena itu, kami terus menerus memas­tikan bahwa oksigen medis maupun tabung gas medis itu harus available di mana pun,” ujar Rachmat Har­sono.

Direktur Umum dan Legal PT Aneka Gas Indus­tri Agus Purnomo menam­bahkan, selain peru­sa­ha­an­­nya, ada empat pro­dusen oksigen lainnya. Dia mengharapkan empat pro­dusen itu mengonversi oksigen untuk kebutuhan medis. “Kalau kami all out semua konversi untuk me­dical, menurut hemat saya masih cukup. Dengan ca­tatan semua berusaha un­tuk memaksimalkan pro­duksi karena ASP (air separation plant) itu tidak bisa dilipatgandakan pro­duksi­nya, tetapi bisa diubah model operasinya. Artinya, dimaksimalkan produksi oksigen,” kata Agus.(tan/jpnn)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional