Menu

Pemecah Ombak di Gandoriah Didanai Rp2,6 M, Ekonomi Masyarakat Meningkat

  Dibaca : 148 kali
Pemecah Ombak di Gandoriah Didanai Rp2,6 M, Ekonomi Masyarakat Meningkat
BANGUN PEMECAH OMBAK— Pemerintah Kota Pariaman melalui Kementerian PUPR siap membangun batu pemecah ombak di Monumen TNI AL Muaro Pantai Gandoriah dengan dana Rp2,6 miliar.

PARIAMAN, METRO – Pemerintah Kota Pariaman melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) siap membangun batu pemecah ombak di Monumen TNI Angkatan Laut (AL) Muaro Pantai Gandoriah dengan anggaran sebesar Rp2,6 miliar dari APBN tahun 2019 dari Kementerian PUPR.

Kepala Balai Wilayah Sungai Sumatera V Kementerian PUPR Maryadi Utama saat peletakan batu pertama batu pemecah ombak, Selasa (2/4) menyampaikan, tujuan membangun batu grib sebagai pemecah ombak agar monumen TNI AL tidak rusak digerus ombak yang menyebabkan pantai semakit ke tepi.

Ia mengatakan batu pemecah ombak tersebut dibangun dengan panjang 60 meter ke tengah laut yang nantinya akan dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kota Pariaman.

“Kita saat ini fokus membangun batu pemecah ombak di lokasi yang kondisinya sudah parah dan seringa terjadinya pengkisan terhadap pantai,” jelasnya.

Ia menilai Monumen TNI di Pariaman dinilai perlu penanganan cepat karena sudah memprihatinkan, apalagi lokasinya berada pada salah satu pusat pariwisata di Kota Paraman. “Ujung-ujungnya pembangunan pemecah ombak ini untuk meningkatkan perekonomian masyarakat,” katanya.

Selanjutnya, tahun lalu pihaknya juga membangun batu pemecah ombak di Pantai Pariaman dan tahun depan pihaknya juga akan membangun bangunan itu dengan nilai Rp2,2 miliar.

Sementara itu, Wali Kota Pariaman H Genius Umar mengatakan adanya Monumen TNI AL menunjukkan bahwa Kota Pariaman pernah menjadi daerah penting dalam hal pertahanan atau dalam sejarah peperangan.

Ia mengatakan nantinya di ujung batu pemecah ombak tersebut juga akan dibangun gazebo yang mana dapat menambah keindahan Pantai Pariaman dan tempat masyarakat untuk memancing.

Sebelumnya pada Maret 2017 Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Ade Supandi meresmikan Monumen AL di Pantai Gandoriah Kota Pariaman. “Peresmian monumen tersebut untuk mengingat sejarah AL di Pariaman pada akhir 1948,” pungkasnya.

Pada tahun itu merupakan saat-saat menjelang pengakuan Belanda terhadap kedaulatan Indonesia dan saat itu Belanda masih menjalankan Agresi Militer II di Sumbar. (***)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional