Close

Pemda dan BPJS Tenaga Kerja Gelar Rakor di Kabupaten Pasaman Barat 

SANTUNAN—Bupati Pasbar, memberikan secara simbolis santunan kecelakaan kerja kepada ahli waris, yang sudah ikut masuk pada BPJS tenaga kerja.

PASBAR,METRO–BPJS Ketenagakerjaan Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar), bersama Peme­rintah Daerah Pasbar, me­lakukan rapat monitor dan evaluasi. Gerakan Nasio­nal Peduli Pekerja Rentan  tahun 2022, di Aula Kantor Bupati Pasbar, kemarin. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala BPJS Ketenagakerjaan Bukittinggi Sunjana Achmad, Bupati Pasbar Hamsuardi, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Pasbar Dina Khairina, staf ahli, asisten, perusahaan Perkebunan Kelapa  Sawit, dan penerima manfaat seperti garin masjid, guru mengaji dan stakeholder terkait lainnya.

 Hamsuardi mengatakan, bahwa Pemda Pasbar, tahun ini juga telah me­ngikutsertakan tenaga ho­norer non ASN Pasbar, dalam program perlindu­ngan BPJS Ketenagakerjaan sebanyak 2.538 orang. “Saya berharap peran serta perusahaan dalam mem­berikan perlindungan kepada pekerja rentan di Pasbar, tidak hanya dilaksanakan tahun ini sa­ja,” kata Hamsuardi.

Dikatakan Hamsuardi, dengan adanya, kepe­du­lian perusahaan untuk perlindungan pekerja ren­tan dapat terus berlajut di ta­hun-tahun mendatang. Untuk tahun 2023 karena ma­sih banyak pekerja rentan lainnya, yang membutuhkan uluran tangan ke­pe­dulian kita semua seperti nelayan kecil yang jumlahnya mencapai 6.000 orang.

Mereka memiliki resiko tinggi dalam melaksanakan pekerjaannya saat me­laut, petani kecil yang belum memiliki kemampuan untuk melindungi diri mereka sendiri karena ke­terbatasan biaya,” ujar Ham­suardi. Atas nama Pemda Pasbar, kami meng­ucapkan terima kasih kepada pimpinan perusahaan yang telah membantu pemerintah daerah memberikan perlindungan kepada masyarakat pekerja rentan di Kabupaten Pasbar.

“Saya berharap kepada BPJS ketenagakerjaan dan seluruh pimpinan OPD Kabupaten Pasbar, untuk terus mendorong optima­lisasi perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan di Pasbar,” ungkap­nya.

Sementara itu, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Pasbar, Dina Khairina mengatakan, gerakan nasional peduli pekerja rentan me­rupakan inovasi sosial yang ditujukan membantu perlindungan pekerja ren­tan. Melalui donasi pembayaran iuran jaminan sosial ketenagakerjaan dari dana CSR perusahaan-perusahaan yang ada di Pasbar. “Pekerja rentan yaitu pekerja informal yang memiliki risiko yang tinggi dalam bekerja dan memiliki keterbatasan dalam li­terasi keuangan yang mi­nim sehingga sangat dekat dengan garis kemiskinan,” kata Dina.

Ia menambahkan, ja­minan sosial ketenagakerjaan merupakan salah satu langkah untuk mencegah terjadinya kemiskinan ekstrem pada masyarakat Pasaman Barat apabila salah seorang tulang punggung mengalami resiko kecelakaan kerja atau kematian keluarga yang di­tinggalkan akan tetap da­pat melanjutkan kehidupannya dan anak tetap bisa melanjutkan pendidikan melalui bantuan BPJS Ke­tenagakerjaan.

“Tahun 2022 terdapat 21 perusahaan yang telah menyalurkan CSR-nya untuk memberikan perlin­dungan jaminan sosial ketenagakerjaan kepada 1.405 pekerja rentan de­ngan total CSR terkumpul sebesar Rp 149.504.000.

“Pemerintah Kabupa­ten Pasbar, telah menga­wali perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan kepada 2.538 non ASN sejak Maret 2022 kepada BPJS Ketenagakerjaan,” ujar­nya.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja Pasbar Armen yang menjelaskan,  bahwa pihaknya akan terus mendorong agar seluruh perusahaan sawit ikut menyalurkan CSR untuk memberikan perlindungan kepada pekerja rentan. Karena masih ada 2 perusahaan lagi yang belum menggubris permintaan tersebut. “Terima kasih kepada 21 perusahaan yang ikut ambil bagian dalam hal ini. Bagi perusahaan yang belum masih kami tunggu uluran tangannya agar ikut membantu,” ka­tanya. (end)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top