Menu

Pemburu Tewas Ditembak Rekannya

  Dibaca : 956 kali
Pemburu Tewas Ditembak Rekannya
tertembak

Ilustrasi

AGAM, METRO–Berburu hewan liar dengan senjata balansa di beberapa wilayah hutan di Sumbar memakan korban. Seorang pemuda asal Jorong Gumarangduo, Nagari Tigo Koto Silungkang, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, tewas tertembak oleh temannya sesama pemburu rusa di areal Padang Sitinjau Lauik, Nagari Salarehaia, Palembayan. Sementara di Kabupaten Dharmasraya, satu pemburu babi juga tewas mengenaskan. Peluru menembus kepalanya.

Nasib tragis dialami Endang Junaidi (40), saat berburu rusa bersama temannya, Amir Hasan (60). Kedua warga kampung yang memiliki hobi berburu itu, berniat mencari rusa yang banyak berkeliaran di kawasan Padang Sitinjau Lauik. Akan tetapi bukan rusa yang didapat oleh Amir. Endang tewas mengenaskan, ketika senjata api jenis balansa milik Amir mengenai bagian tubuhnya.

”Saya tidak menyangka jika itu adalah Endang. Saya pikir itu adalah rusa yang bersembunyi di semak-semak,” ungkap Amir Hasan, saat menjalani pemeriksaan di Mapolres Agam, Sabtu (20/2).

Penuturan Amir, pada Jumat (19/2) sekitar pukul 06.00 WIB, ia bersama korban dan dua warga berniat pergi berburu rusa. Mereka berempat mendapat kabar, apabila di kawasan Padang Sitinjau Lauik, banyak terdapat rusa hutan berkeliaran.

Sesampai di tempat berburuan, keempat warga kampung ini berpencar. Tersangka Amir pergi mencari lokasi strategis untuk membidik rusa dengan senjata api balansa. Begitu pula dengan korban bersama dua orang lainnya.
”Setelah cukup lama kami berpencar, saya melihat ada gerakan di dalam semak menyerupai rusa. Karena tidak ingin rusa itu lenyap, saya langsung menyiapkan senjata dan mengarahkan ke semak belukar yang bergerak itu. Saya langsung menekan pelatuk,” tutur Amir, menceritakan kronologis penembakan terhadap rekannya itu.

Merasa buruan sudah tertembak, Amir kemudian meminta dua temannya untuk melihat sasaran tembak. Saat itu, Amir berada di atas pohon. Namun, kedua teman Amir malah berteriak, jika bukan rusa yang mati, namun rekan mereka sendiri yang tertembak.

”Dan, saya tidak mengira jika itu adalah Endang Junaidi. Memang, pada saat itu, Edi (panggilan Endang), memakai sebo seperti warna kulit rusa,” ungkap Amir, memberi keterangan kepada penyidik.

Saat ditemukan, kondisi korban Edi sangat mengenaskan. Darah segar sudah memenuhi bagian bajunya. Mereka tak tahu bagian mana yang tertembak. Namun, saat itu kondisi korban sudah kritis. Darah terus mengucur.

”Kami bertiga berusaha menolong Edi. Akan tetapi, karena jarak yang jauh antara hutan dengan puskesmas terdekat, membuat Edi kehilangan banyak darah. Saya panik, karena saat dibawa darah segar banyak mengalir dari tubuh Edi,” ungkap Amir.

Setiba di puskesmas terdekat, kondisi korban sudah lemah, diduga karena telah banyak kehilangan darah. Melihat keadaan Edi yang makin memburuk, akhirnya petugas meminta korban untuk dirujuk ke RSUD Lubukbasung.

”Nyawa korban akhirnya tidak tertolong lagi. Dia meninggal dunia di RSUD Lubukbasung,” ungkap Kapolres Agam AKBP Eko Budhi Purwono melalui Kasat Reskrim AKP Doni Aprianto, Minggu (21/2).

Dijelaskan AKP Doni, sesuai laporan nomor LP:16/K/2016/SEK Palembayan, tanggal 20 Februari 2016, akhirnya tersangka bernama Amir Hasan diamankan untuk sementara di Mapolres Agam. Amir ditahan untuk proses penyelidikan terhadap tewasnya korban, Endang Junaidi saat berburu rusa.

”Hasil pemeriksaan tim medis, senjata api jenis balansa mengenai tengkuk korban dan tembus ke depan. Korban kehilangan banyak darah. Saat ini, kami belum bisa mengambil keputusan apa-apa terhadap Amir Hasan. Masih dilakukan olah TKP serta penyelidikan, dan pengumpulan barang bukti serta saksi,” pungkas AKP Doni.

Tertembak di Kepala

Sementara itu, di Kabupaten Dharmasraya, diduga karena tertembak senjata api rakitan jenis gobok miliknya sendiri, Dahler atau Filer (45), warga Jorong Padangcandi, Kenagarian Sungaidareh, Minggu (21/2), tewas dengan luka tembak di kepalanya. Akibat tembakan itu mata sebelah kanan keluar.

Informasi dihimpun POSMETRO dari rekan korban yang juga ikut berburu, Aziz (57), ia bersama korban dan delapan orang lainnya, sejak pagi pergi berburu babi di hutan yang terletak di Kampung Surau, Kenagarian Gunungselasih, Kecamatan Pulaupunjung.

Sesampainya di lokasi, mereka berpencar untuk mengepung babi. Namun, tidak lama mereka berpencar mencari buruan, sekitar pukul 14.00 WIB, semua teman korban mendengar suara letusan senjata api dari lokasi tempat korban berdiri semula.

Karena penasaran mereka berlari ke lokasi tempat suara letusan itu. Rekan korban menduga, jika babi yang sudah tertembak. Akan tetapi, setelah sampai di lokasi mereka mendapati korban telah tergeletak dengan luka tembak di bagian kepala bagian belakang dan tembus ke mata.

”Awalnya saya menduga Dahler telah menembak seekor babi, namun justru dia yang tergeletak dengan luka tembak di kepala. Karena takut saya bersama rekan-rekan lain tidak berani memindahkan jasadnya. Kami langsung melaporkan ke Polsek Pulaupunjung,” ujar Aziz.

Setelah mendapat laporan warga, aparat Polsek Pulaupunjung bersama Wali Nagari Gunungselasih, Gunardi Dt Rajo Adil, mendatangi lokasi perburuan dan mengevakuasi jenazah korban ke RSUD Sungaidareh untuk visum.

Dari visum luar yang dilakukan tim medis, ditemukan lubang luka tembak di bagian belakang kepala korban dan tembus melalui mata sebelah kanan. Sementara peluru yang diduga merenggut nyawa korban tidak ditemukan bersarang di kepala korban.

”Mungkin peluru tembus dan keluar melalui mata korban. Kasus ini masih dalam penyelidikan dan keterangan dari rekan-rekan korban sudah diminta. Kasus ini murni karena kelalaian korban sendiri,” ungkap Kapolsek Pulaupunjung Iptu Sutrisman didampingi Kanit Reskrim Ipda Syafrinaldi.

Hasil penyelidikan, sesampainya di TKP, para pemburu langsung mengisi senjata gobok dengan peluru. Akan tetapi, karena kelalaian korban senjata itu meletus sendiri dan mengenai kepala. (cr7/hen)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional