Menu

Pembunuhan Bocah Pengamen Jalanan, Pelaku Utama Menganiaya, 2 Rekan Membuang Jasad

  Dibaca : 154 kali
Pembunuhan Bocah Pengamen Jalanan, Pelaku Utama Menganiaya, 2 Rekan Membuang Jasad
PRAREKONSTRUKSI— Polisi melaksanakan prarekonstruksi kasus pembunuhan bocah pengamen di Bukittinggi.

BUKITTINGGI,METRO
Penyidik Satreskrim Polres Bukittinggi menggelar prarekonstruksi kasus pembunuhan terhadap seorang bocah pengamen jalanan yang mayatnya ditemukan tanpa identitas di parkiran lantai III, kawasan Terminal Banto dekat Pendakian Wowo, Kota Bukittinggi.

Dalam prarekonstruksi yang digelar Kamis (17/12), memperagakan 41 adegan, ditemukan fakta kalau korban setelah tewas dianiaya di tempat lain oleh pemuda mabuk dibantu dua rekannya dan kemudian membuang jasad korban ke parkiran lantai III untuk menghilangkan jejak, lalu kabur dari lokasi.

Pada prarekontruksi kasus pembunuhan ini, Polisi menghadirkan rekan dari pelaku utama pembunuhan yaitu berinisial RS (17) untuk mengetahui peran dan keterlibatannya dalam membuang jasad korban.

Kasat Reskrim Polres Bukittinggi, AKP Chairul Amri Nasution mengatakan, prarekonstruksi dilaksanakan sesuai petunjuk dari jaksa, setelah pihaknya berhasil menangkap pelaku berinisial RS yang merupakan rekan dari pelaku pembunuhan utama yaitu DS.

Penyidik katanya, menemukan fakta bahwa dalam kasus ini ada tiga pelaku yang terlibat. Selain DS sebagai pelaku utama penganiayaan, ada RS dan IP. Dua rekannya ini terlibat membuang jasad korban. Salah satu rekannya yakni RS, berhasil ditangkap polisi pada 6 Desember lalu, sementara IP masih DPO.

Usai RS ditangkap, penyidik mengebut penyelesaian berkas perkaranya dan telah diserahkan ke Kejaksaan Negeri Bukittinggi. Penyerahan berkas RS diakui Chairul, didahulukan dikarenakan RS berstatus masih dibawah umur.

“Nah, atas petunjuk jaksa kita lakukan pra rekontruksi terhadap RS untuk mengetahui perannya. Dalam pra rekonstruksi tergambarkan bahwa RS berperan membantu IP (DPO) dalam menyembunyikan dan mengangkut jasad korban ke TPR lantai III Pendakian Wowo, Pasar Bawah kota Bukittinggi,” katanya.

Atas perbuatannya, RS sendiri dijerat dengan pasal 80 ayat (1), (2), (3) jo 76c UU No. 35 Tahun 2004 tentang perubahan atas UU No. 23 tahun 2020 tentang perlindungan anak jo pasal 181 KUHP dengan ancaman 15 tahun penjara.

Diberitakan sebelumnya, sesosok mayat pria tanpa identitas ditemukan di kawasan Terminal Pasar Banto, Kota Bukittinggi, Jumat (6/11). Jasad pria malang itu didapati sudah terbujur kaku di di parkiran lantai III, kawasan Terminal Banto dekat Pendakian Wowo, Kota Bukittinggi.

Sebulan setelahnya, lewat hasil koordinasi Polres Bukittinggi dengan Polsek Kualah Hulu, Polres Labuhanbatu, Polda Sumatera Utara, identitas jasad berhasil diungkap. Korban diketahui bernama Dwangkara Wirayuda, warga Aek Kanopan, Kabupaten Labuhanbatu, Provinsi Sumatera Utara.

Korban merupakan seorang bocah pengamen jalanan yang masih berusia 13 tahun. Ia diduga tewas karena dianiaya. Dugaan ini diperkuat oleh serangkaian hasil identifikasi Tim Inafis dan hasil autopsi yang mengindikasikan penyebab kematian korban karena adanya kekerasan benda tajam di bagian dada.

Dari hasil olah TKP, alat bukti dan keterangan sejumlah saksi terkuak bocah malang ini tewas dianiaya kawanan pemabuk. Pelaku utamanya DS (27), warga Tarok Dipo, Kota Bukittinggi. Pria ini pun lantas diciduk aparat pada Rabu (2/12). Hasil pengembangan, empat hari kemudian polisi pun meringkus RS (17). Satu pelaku lain berinisial IP masih dalam pengejaran aparat hingga kini. (pry)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional