Menu

Pembongkar Peti Jenazah Pasien Covid-19 Diamankan, 6 Orang Minta Maaf dan Akui Kesalahan

  Dibaca : 259 kali
Pembongkar Peti Jenazah Pasien Covid-19 Diamankan, 6 Orang Minta Maaf dan Akui Kesalahan
JUMPA PERS— Kapolres Payakumbuh AKBP Dony Setiawan jumpa pers terkait kasus pembongkaran peti jenazah pasien Covid-19.

LIMAPULUHKOTA, METRO
Pasca terjadinya aksi pembongkaran paksa peti jenazah pasien Covid-19 yang dilakukan ratusan warga di Jorong Padang Parit Panjang, Nagari Taeh Baruah, Kecamatan Payakumbuh, Kabupaten Limapuluh Kota, enam orang sempat diamankan ke Polres Payakumbuh, Rabu (26/8).

Namun, keenam orang yang merupakan keluarga dari pasien meninggal positif Covid-19 tidak dilakukan penahanan. Keputusan itu diambil oleh Polres Payakumbuh lantaran terduga pelaku pembongkaran peti jenazah itu sudah mengakui kesalahan dan meminta maaf serta bersedia melakukan tes swab.

Kapolres Kota Payakumbuh AKBP Donny Setiawan mengatakan, keseluruhan terduga pelaku merupakan keluarga dari pasien yang meninggal positif Covid-19. Dari hasil pemeriksaan, pihak keluarga tidak meyakini bahwa almarhum positif Covid-19 tanpa ada keterangan tertulis dari otoritas berwenang. Begitupun, tidak mempercayai penjelasan dari Satgas Covid-19 setempat bahwa jenazah sudah dimandikan sesuai protokol.

”Sehingga keluarganya berinisiatif memandikan dan memakamkan tanpa protokol Covid-19. Setelah ditunjukkan hasil laboratorium tertulis bahwa almarhum positif Covid-19 yang diterbitkan laboratorium Unand 21 Agustus 2020, barulah enam orang tersebut menyadari bahwa perbuatannya salah,” kata AKBP Donny.

AKBP Dony menjelaskan, enam orang yang sempat diamankan telah meminta maaf. Mereka juga bersedia untuk melakukan tes swab. Bahkan, empat orang di antaranya yang berkontak langsung dengan almarhum YS sudah bersedia mengikuti swab hari ini di Nagari Taeh Baruah, Kecamatan Payakumbuh, Kabupaten Limapuluh Kota.

”Keenam terduga pelaku tidak kami tahan. Mereka dalam kondisi berduka dan menyesali perbuatannya dan telah meminta maaf. Keenam terduga pelaku terdiri dari anak, adik kandung dan adik ipar dari almarhum. Mereka juga telah dilakukan swab tes, setelah mempercayai bahwa almarhum dinyatakan positif corona. Kejadian seperti ini tidak terulang lagi di masa yang akan datang. Percayakan prosedur pemulasaran jenazah kepada tim gugus tugas demi kebaikan kita bersama,” sebut AKBP Dony.

AKBP Dony menuturkan, pihaknya serta instansi yang tergabung dalam Gugus Tugas Penanganan Covid-19, belum maksimal memberikan edukasi kepada masyarakat terkait Covid-19. Hal ini terlihat masih adanya masyarakat yang tidak percaya dengan Covid-19.

Hal serupa juga disampaikan Wakil Bupati Limapuluh Kota Ferizal Ridwan. Terkait insiden pembukaan paksa peti jenazah pasien Covid-19, tidak sepenuhnya disalahkan masyarakat. Karena ini juga disebabkan kurang akomodir dan kurang mengkomunikasikannya.

”Intinya masyarakat tak bisa disalahkan, cuman kita yang kurang akomodir dan kita kurang mengkomunikasikan. Tentunya, ke depan, harus ditingkatkan lagi edukasi kepada maC syarakat agar tidak ada lagi kasus-kasus seperti ini,” pungkas Ferizal. (us)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional