Menu

Pembinaan Intervensi Stunting Penting

  Dibaca : 77 kali
Pembinaan Intervensi Stunting Penting
KUNJUNGI NAGARI— Ketua TP PKK Kabupaten Padangpariaman Ny Yusrita Suhatri Bur mengunjungi Nagari Sikabu.

PADANGPARIAMAN, METRO
Tim percepatan penurunan dan pencegahan stunting Dinas Kesehatan Kabupaten Padangpariaman Kepala Bidang Kesmas dan Jajaran Puskesmas Sikabu diberikan tugas oleh Kadinkes Padang H Yutiardy Rivai. Kemarin, Kadiskes melakukan pembinaan dan pendampingan pada Nagari Sikabu yang merupakan salah satu Nagari lokus stunting (Lokasi Fokus) intervensi stunting di Kabupaten Padangpariaman. Pembinaan dan pendampingan kali Ini dilakukan bersama Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Padangpariaman Ny Yusrita Suhatri Bur.

“Salah bentuk komitmen dan kerjasama Dinkes dengan tim penggerak PKK Kabupaten dalam aksi pencegahan stunting melalui kegiatan kunjungan rumah pada sasaran 1000 hari pertama kehidupan di wilayah Nagari Sikabu,”ujar Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Padangpariaman Ny Yusrita Suhatri Bur.

Dikatakan, kunjungan dilakukan pada ibu hamil dan baduta. Saat kunjungan rumah tim Dinkes, Puskesmas dan Ketua TP PKK yang didampingi oleh ketua Bidang Pokja 4 serta perangkat Nagari Sikabu dan kaderm emberikan edukasi pada ibu hamil agar ibu selalu rutin melakukan pemeriksaan kehamilan ke Polindes ataupun Puskesmas serta melahirkan di fasilitas kesehatan dan diberikan Makanan Tambahan (PMT) berupa biskuit dan telur.

Pada ibu balita dianjurkan juga agar selalu rajin membawa anaknya ke posyandu untuk memantau pertumbuhan dan perkembangan anak. Disampaikan juga agar keluarga tersebut bisa menerapkan prilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), bisa memanfaatkan pekarangan rumah agar menanam sayuran dan buah-buahan untuk pemenuhan gizi keluarga. “Keluarga ini akan diberikan bantuan bibit sayuran dan buahan oleh PKK dan akan dilakukan juga pengolahan menu sesuai prinsip gizi seimbang untuk keluarga oleh tim gizi puskesmas dan dinkes,” sebutnya.

Selanjutnya berkoordinasi dengan wali Nagari Sikabu dan puskesmas untuk mengaktifkan rumah desa sehat (RDS) yang salah bentuk kegiatannya melalui pembentukkan pos gizi jilid 3.

Pos gizi Ini telah dibentuk sejak tahun 2017 setelah tim dinkes provinsi dan Kabupaten Padangpariaman melakukan pelatihan PMBA pada kader. Sehingga tahun 2018 telah dianggarkan melalui dana nagari sebagai bentuk dukungan nagari upaya intervensi gizi terintegrasi.

“Pada tahun Ini Nagari juga berkomitmen untuk pencegahan dan pemulihan gizi balita dan ibu hamil di nagari Sikabu,”katanya.

Sementara Kadinkes Padang H Yutiardy Rivai mengatakan, tim Dinkes, PKK , Puskesmas dan Nagari akan berkolaborasi dalam pelaksanaan pos gizi Ini sehingga aksi konvergensi stunting terintegrasi dalam percepatan penurunan dan pencegahan stunting dapat terlaksana sesuai dengan harapan Dan target stunting diturunkan hingga 14 %tahun 2024 tercapai.

Stunting merupakan masalah kurang gizi kronis yang berdampak pada kegagalan pertumbuhan anak dimana tinggi badan tidak sesuai dengan usianya serta rendahnya perkembangan sel otak ( tingkat kecerdasan anak rendahnya).

Penyebab masalah stunting Ini multifaktor dan kompleks tidak hanya masalah kesehatan, lingkungan, social dan masalah ekonomi/kemiskinan.

“Oleh karena itu sangat dibutuhkan peran lintas sektor terkait salah satunya TP PKK Kabupaten Padangpariaman sampai ke tingkat Nagari dan Korong dengan prinsip penyelamatan gizi pada usia emas yaitu,” kata Kadiskes Padangpariaman Yutiardi, kemarin. (efa)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional