Menu

Pemberlakuan Larangan Mudik di Sumbar, Perbatasan Dijaga 24 Jam, Pemudik Disuruh Putar Balik

  Dibaca : 197 kali
Pemberlakuan Larangan Mudik di Sumbar, Perbatasan Dijaga 24 Jam, Pemudik Disuruh Putar Balik
HALAU PEMUDIK— Petugas gabungan melakukan penjagaan di perbatasan untuk menghalau pemudik.

PADANG, METRO
Menindaklanjuti kebijakan larangan mudik Lebaran 2021, Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Sumatra Barat (Sumbar) akan melakukan penyekatan di seluruh kawasan perbatasan Provinsi Sumbar mulai pada tanggal 6 Mei hingga 17 Mei mendatang. Tujuannya untuk mencegah pergerakan orang dari provinsi lain masuk ke Sumbar.

Kepala Bidang Lalu Lintas dan Pembinaan Keselamatan Dishub Sumbar, Era Oktaviady mengatakan, untuk penyekatan, pihaknya merencanakan di perbatasan Sumbar-Riau, Sumbar-Sumatra Utara dan Sumbar Jambi. Semua angkutan umum, angkutan perseorangan hingga roda dua tidak diperbolehkan masuk maupun keluar dari Sumbar.

“Sesuai kebijakan dari pusat, pemberlakuan pada 6-17 Mei. Itu angkutan umum ataupun perseorangan sama sekali tidak boleh masuk Sumbar maupun keluar dari Sumbar. Penyekatan pada intinya dilakukan di jalur-jalur yang akan dilalui pemudik,” kata Era Oktaviady saat ditemui wartawan usai menghadiri rapat koordinasi penanganan Covid-19 di Auditorium Gubernuran, Senin (12/4).

Dijelaskan Era Oktaviady, dalam melaksanakan kebijakan larangan mudik, Dishub Sumbar akan bekerja sama dengan TNI, Polri, Satuan Polisi Pamong Praja, dan instansi pemerintah daerah lainnya. Tentunya, pengetatan di pintu masuk Sumbar perlu dilakukan agar tidak terjadi mobilitas masyarakat.

“Karena kalau tidak ada pengetatan, orang enak saja keluar masuk. Percuma saja 6-17 Mei kita laksanakan. Paling tidak kita melakukan pengawasan 24 jam di perbatasa,. Itu saran kami ke pusat. Apakah kita akan melakukan pendirian posko di daerah perbatasan? Itu juga kita minta saran,” terangnya.

Era Oktaviady menegaskan, jika ada masyarakat yang lewat pintu masuk Sumbar pada 6-17 Mei 2021, maka akan diminta untuk putar balik. Meski demikian, larangan masuk ke perbatasan Sumbar tidak berlaku bagi mereka yang dikecualikan dalam Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 13 Tahun 2021 tentang Pengendalian Transportasi Selama Masa Idulfitri 1442 H/Tahun 2021 dalam rangka Pencegahan Penyebaran Covid-19.

“Seperti angkutan barang. Jadi, mereka boleh masuk. Kemudian, ibu hamil sedang dalam keadaan emergency mau melahirkan. Kalau ibu hamil boleh didampingi oleh dua orang. Kalau ibu hamil melakukan pemeriksaan ke rumah sakit didampingi satu pendamping. Di luar itu, pada 6-17 Mei, harus putar balik,” jelasnya. (tim/jpg)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional