Menu

Pemberian Pin Emas kepada Aprisman Aranda Dinilai tak Layak

  Dibaca : 120 kali
Pemberian Pin Emas kepada Aprisman Aranda Dinilai tak Layak
David Suhu Dt. Rajo Alam

PADANGPANJANG, METRO
Pemberian penghargaan pin emas kategori Kepemudaan dan Olahraga kepada Aprisman Aranda pada saat Paripurna DPRD HUT Kota Padangpanjang ke-230, Selasa (1/12, mendapat sorotan dari sejumlah pihak.

Seperti disampaikan, David Suhu Dt. Rajo Alam. Sebagai pelaku olahraga, dia mempertanyakan penunjukan pemberian pin emas atas nama Aprisman Aranda yang diketahui hanya sebagai wasit nasional yang sudah berlisensi FIFA dari Kota Padangpanjang.

Menurut David Suhu, pemberian pin emas kepada Aprisman Ananda, harus jelas kontribusinya terhadap pembinaan kepemudaan dan olahraga selama ini. “Saya rasa banyak tokoh pemuda dan olahraga yang lebih layak diberi penghargaan,” ujarnya.

Menurutnya, pemberian pin emas itu, Pemerintah Kota harusnya lebih jeli mengkajinya. Jangan hanya berdasarkan usulan dari OPD saja.

“Informasi yang beredar, KONI Padangpanjang sebagai induk organisasi olahraga tidak mengusulkan nama yang terpilih menerima pin emas itu,” bebernya.

Dia juga menyebutkan ada sejumlah nama yang dinilai lebih pantas mendapatkan penghargaan itu, seperti Beni Ario Putra dan Fhisty Muis Maghfirah sebagai atlet Silat Padangpanjang yang lolos ke PON, Ahmad Bram Maghfirah sebagai peraih 3 medali emas dalam iven Silat antar pelajar tingkat nasional yang kini dipercaya sebagai Ketua IPSI Kota Padangpanjang, Aulia Muty Maghfirah yang memperoleh tiket ke Tanah Suci setelah menjuarai kejurnas Silat Pagar Nusa.

David Suhu juga meminta kepada Walikota Padangpanjang untuk membatalkan atau meninjau ulang keputusan penghargaan pin emas terhadap sejumlah tokoh yang dianggap belum pantas menerimanya.

Terpisah, Ketua KONI Kota Padangpanjang Primer mengakui tidak tau dengan pemberian pin emas terhadap Aprisman Aranda. Karena dalam surat pengusulan KONI ke Sekretariat Daerah Kota Padangpanjang, nama yang diusulkan adalah Drs.Aldias Sastra,MM.

“Alasan kita mengusulkan nama Aldias Sastra karena beliau merupakan mantan Ketua PSPP yang membawa PSPP lolos ke Divisi I Liga Indonesia, mantan Ketua PSSI, mantan Ketua KONI Kota Padangpanjang dan masih saat tercatat sebagai anggota Steward Pordasi Nasional. Sehingga, secara organisasi kami anggap layak sebagai tokoh pemuda dan olahraga penerima pin emas,” sebut Primer.

Terpisah, Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kota Padangpanjang, Maiharman mengakui pengusulan sejumlah nama dari dinas yang dipimpinnya tersebut untuk kategori kepemudaan dan olahraga sebagai penerima pin emas pada peringatan HJK Padangpanjang ke 230.

“Kita mengusulkan dua orang ke panitia, pertama Aprisman Aranda sebagai wasit nasional yang berlisensi FIFA dari Kota Padangpanjang dan Junaidi sebagai pelatih atletik dari Padangpanjang. Tapi yang dipilih panitia adalah Aprisman Aranda,” sebut Maiharman.

Kabag Tata Pemerintahan Setdako Padangpanjang Reflis mengatakan, panitia penilaian yang terdiri dari Walikota, Wawako, Sekdako dan Kabag Tata Pemerintahan melihat sejumlah nama yang diusulkan tersebut.

Kemudian setelah meninjau dari kelengkapan administrasi dan data yang dilampirkan, sehingga dari kategori kepemudaan dan olahraga di jatuhkan pilihan ke Aprisman Aranda. Begitupun dengan kategori yang lain, kita melihat kelengkapan administrasi yang dilampirkan,” pungksnya. (rmd)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional