Menu

Pemberangkatan Haji Tahun Ini Batal, Nekat Berangkat, Awas Sanksi Pidana

  Dibaca : 254 kali
Pemberangkatan Haji Tahun Ini Batal, Nekat Berangkat, Awas Sanksi Pidana
Ilustrasi Keberangkatan Haji

JAKARTA, METRO
Pemerintah memutuskan tidak memberangkatkan jamaah haji tahun ini. Tiadanya pemberangkatan haji tahun ini karena Arab Saudi menutup akses bagi negara mana pun.

“Memutuskan untuk tidak memberangkatkan jamaah haji pada tahun 2020 atau 1441 Hijriah ini. Saya ulangi lagi pemerintah memutuskan tidak memberangkatkan jamaah haji,” ujar Menteri Agama Fachrul Razi dalam video conference di Jakarta, Selasa (2/6).

Fachrul mengatakan, keputusan tidak memberangkatkan jamaah haji karena pemerintah Arab Saudi tidak membuka akses bagi negara mana pun. Akibatnya pemerintah Indonesia pun tidak punya waktu yang cukup untuk persiapan-persiapan mengenai penyelenggaran ibadah haji.

“Akibatnya pemerintah tidak mungkin lagi memiliki cukup waktu untuk melakukan persiapan utamanya dalam pelayanan dan perlindungan jamaah,” kata Fachrul Razi.

Keputusan tidak memberangkatkan jamaah haji bagi warga negara Indonesia tertuang dalam Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia tahun 2020.

“Itu tentang pembatalan keberangkatan jamaah haji pada penyelenggarakan ibadah haji tahun 1441 hijriah,” ungkap menteri yang juga purnawirawan TNI itu.

Meski demikian, lanjut Fachrul Razi, calon jamaah haji 2020 yang batal berangkat tahun ini tidak perlu khawatir. Apalagi bagi calon jamaah uang sudah melunasi biaya perjalanan ibadah haji (BPIH). Pemberangkatan jamaah haji periode 2020 ditunda pada periode 2021.

“Khusus yang telah melunasi biaya perjalanan haji tahun ini akan menjadi jamaah haji tahun 1442 hijriah atau 2021 masehi mendatang,” ujar Fachrul dalam konfrensi pers secara virtual di Jakarta, Selasa (2/6).

Uang jamaah yang telah lunas tersebut nantinya disimpan olah Badan Pengelola Keuangan Haji. “Jadi akan disimpan dan dikelola Badan Pengelola Keuangan Haji,” katanya.

Sementara itu, bagi jamaah yang ingin dana keberangakatan hajinya dikembalikan, Fachrul Razi menjamin pemerintah akan mengembalikan uang tersebut.

“Akan dikembalikan kepada pemilik masing-masing. Semua hal teknis terkait konsekuensi dan keputusan ini sudah dipersiapkan,” ungkapnya.

Direktur Jenderal Haji dan Umrah Kementerian Agama (Kemenag), Nizar Ali juga juga mengatakan, akan memberi sanksi bagi warga Indonesia yang nekat berangkat haji di tengah pandemi covid-19.

Nizar mengatakan, sanksi tersebut berlaku bagi semua warga Indonesia, termasuk jemaah haji yang menggunakan visa haji mujamalah atau undangan atau furada yang bersifat khusus.

“Kita akan kenakan sanksi sesuai Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2019 tentang penyelenggaraan Haji dan Umrah,” ungkap Nizar dalam konferensi pers melalui video virtual, Selasa (2/6).

Nizar menjelaskan, dalam UU itu menyatakan bahwa jemaah haji mujamalah harus diberangkatkan melalui PIHK (Penyelenggara Ibadah Haji Khusus). Apabila ini dilanggar maka ada ketentuan pasal sanksi di akhir UU tadi.
“Sanksinya pidana dan denda sekian miliar. Karena tindak tersebut masuk ke dalam tindakan ilegal” ujarnya.

Menurut Nizar, adanya sanksi yang dikeluarkan ini untuk menindak lanjuti bagi para jemaah yang nekat pergi haji.

Keputusan pembatalan kepergiaan jemaah haji itu sudah dikaji sangat mendalam, karena pandemi ini sudah menyebar hampir seluruh dunia termasuk Indonesia dan Arab Saudi yang dapat mengancam keselamatan jemaah. (jpnn)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

IKLAN

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional