Close

Pembangunan Tol Seksi Padang-Sicincin Capai 45 Persen, Gubernur Sumbar: Ada Potensi Masalah, Selesaikan Secepatnya

PIMPIN RAPAT- Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah memimpin rapat percepatan pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera, Padang-Pekanbaru Seksi Padang-Sicincin, Kamis (16/9) di Istana Gubernur.

PADANG, METRO–Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi Ansha­rullah memastikan pem­ba­ngu­nan Jalan Tol Trans Su­matera, Padang-Pekanbaru Seksi Pa­dang-Sicincin, tetap berjalan hingga sekarang. Bahkan, menurutnya, infor­masi ter­baru dari Lembaga Ma­naje­men Aset Negara (LMAN) me­nambah anggaran  sebesar Rp300 miliar untuk pembangu­nan jalan tol ini.

“Dengan tambahan anggaran sebesar Rp300 miliar ini, artinya akan berjalan pem­bangu­nan­nya. Anggaran ini nantinya panitia yang akan melak­sanakan prosesnya,” ucap Mahyeldi usai rapat per­cepatan pembangunan Ja­lan Tol Trans Sumatera, Padang-Pekanbaru Seksi Padang-Sicincin, Kamis (16/9) di Istana Gubernur.

“Mudah-mudahan ke­ingi­nan kita semua berja­lan lancar dan apa yang dikhawatirkan masyarakat tidak terjadi. Apalagi ini proyek staretgis nasional. Sudah ada juga tanah yang diselesaikan appraisal-nya dan dalam proses pem­baya­ran,” tambahnya.

Mahyeldi menegaskan, dengan proses yang ber­jalan sekarang, agar de­ngan sisa bulan tahun ini, proses pembebasan lahan lebih cepat lagi.

“Inilah yang kita ra­pat­kan tadi bersama. Se­hing­ga progres lebih cepat lagi. Saya meminta upaya pem­bebasan lahan tol seksi Padang- Sicincin fokus dila­kukan persil tanah. Sehing­ga jika terjadi kendala bisa segera diselesaikan,” te­gas­nya.

Mahyeldi mengatakan, dalam proses pem­bebasan lahan ini, melibatkan Kejak­saan Tinggi (Kejati) Sumbar dan Polda Sumbar dan se­mua pihak. Semuanya ber­komitmen membantu per­cepapenyelesaiannya.

“Mudah-mudahan se­mua masalahnya jelas dan jelas langkah penyele­saian­­nya. Ini melibatkan ba­nyak pihak, perlu se­muanya di­koordinasikan,” tegasnya.

Sementara, Project Director Jalan Tol Seksi Pa­dang-Sicincin PT Hutama Karya, Marthen Robert Singal mengatakan, pe­nger­jaan pembangunan jalan tol seksi Padang-Si­cin­cin yang sudah selesai mencapai 45 persen. Saat ini, pihaknya menyelesai­kan pekerjaan tekhnis pem­­bangunan jalan.

Marthen meng­ungkap­kan, saat pengerjaan tekh­nis ini, juga ada bagian lahan ada menunggu wak­tunya tiga sampai lima bu­lan. Dari 14 kilometer jalan yang akan dikerjakan, ada sekitar tiga kilometer yang belum bisa diolah.

Hal ini disebabkan kare­na ada spot-spot yang masih ada masalah, yakni tidak ada akses jalan ma­suk ke dalam jalan tol yang akan dikerjakan. “Jadi ada sekitar 10 kilometer yang akan dan sedang dikerja­kan. Dari 10 kilometer itu ada 4,2 kilometer yang sudah dikerjakan,” ungkap Marthen.

Marthen menargetkan 50 persen pengerjaan pem­­bangu­nan jalan tol pada akhir tahun ini, dapat di­se­lesaikan. Saat ini pihak­nya sedang melakukan pe­­ngas­palan di Nagari Su­ngai Bu­luh Barat, Kecama­tan Ba­tang Anai.  Untuk penger­jaan pengaspalan ini ter­pak­sa memakai jalan ma­syarakat yang ada. Ka­rena tidak ada jalan masuk ke jalan tol selain jalan ma­syarakat tersebut.

“Dengan memakai ja­lan masyarakat, dampak­nya jika jalan masyarakat rusak kami perbaiki lagi. Sehingga dapat mem­pe­nga­­ruhi efi­sien­si dalam pembiayaan,” ujar­nya.

Sementara, Bupati Pa­dang Pariaman, Suhatri Bur mengatakan, dalam pem­bangunan jalan tol ini, pihak­nya juga mengu­sul­kan pembangunan akses di Lubuk Alung.

Petimbangannya, ka­rena siapa saja bisa me­makai jalan akses Lubuk Alung ini. Baik itu masya­rakat yang hendak beper­gian ke Kota Pariaman, Tiku Kabupaten Agam dan ke Kabupaten Pasaman Barat.

“Jadi semuanya bisa pakai jalan tol keluar di Lubuk Alung. Alham­dulil­lah, sudah diakomodir. Ting­gal pelaksanaan penger­jaan jalan tol. Jadi memang ada dua akses yang ber­jarak 15 hingga 20 kilometer. Per­tama dari Lubuk Alung ke­luar, kemudian akses di Tarok City yang telah dite­tap­kan oleh Pt Hutama Ka­rya,” terang­nya.

Asisten Perdata dan Tata Usaha Negara (As­datun) Kejati Sumbar, Khai­dir me­nga­takan, pem­ba­ngu­nan jalan tol yang di­hentikan bukan seksi Pa­dang-Sicin­cin. Tetapi ada pembangunan ditangguh­kan untuk ruas selanjutnya saat ber­lang­sungnya pe­nye­­lesaian pem­bebasan la­han seksi Pa­dang-Sicin­cin ini.

Khaidir juga me­ngata­kan, mengenai akses di Lubuk Alung ini perlu di­pas­tikan dulu. Karena apa bisa akses jalan tol dua dan lokasinya berdekatan?

“Karena lokasi akses­nya masuk jalan tol dan jalan keluar sangat dekat jaraknya tidak lebih 20 kilometer. Sehingga menam­bah biaya dalam penger­jaan­nya. Pikirkan lagi, apa perlu dua akses. Jika me­mang di Lubuk Alung kita konsen di sana,” ungkap­nya.

Khaidir juga meng­ung­kap­kan untuk lokasi lahan di Buayan saat ini ada yang berperkara. Adanya klaim Bakri Abdullah SH (kuasa Afrizal dan Musyrif) de­ngan gugatan perdata ter­hadap Kanwil BPN Sumbar dan PT Hutama Karya. Mereka mengaku seba­gian tanah di sana milik mereka dan menggugat. Gugatan mereka ditolak tapi mereka bakal banding.

“Mereka mengadu ke mana-mana sampai ke in­duk organisasi kami ke Jak­sa Agung. Bahkan sampai turun tim dari Jaksa Agung. Bagi yang punya sertifikat kesampingkan gugatan dari orang yang tanahnya tidak jelas.  Yang tidak mau tunjukan fisik-nya hanya fotocopy semuanya akan masuk ke ranah pidana,” tegasnya.

Khaidir juga meng­ung­kap­kan saat turun langsung sendirian ke Sicincin, di­rinya melihat ada potensi masalah. Di mana, ada lahan yang sudah dibe­bas­kan oleh pemda tapi data­nya tidak jelas, karena ada perbedaan pengukuran di lapangan.

Dengan adanya poten­si masalah ini, maka Kejati Sumbar siap mendampingi seluruh stakeholder yang bekerja untuk bangun jalan tol ini. Potensi masalah lainnya, juga ada  area tambang milik perusahaan dari Kepulauan Mentawai.

“Untuk mengatasi po­ten­si ini saya tanya, apa perlu minta pendampingan atau tidak? Mereka ada potensi menggugat karena mereka tidak suka pem­ba­yaran ditunda. Masalah yang muncul izin tambang keluar setelah penetapan penentuan lokasi (penlok) jalan tol. Seharusnya sudah ada penlok tidak ada lagi izin-izin yang keluar,” te­rang­nya. (ADP)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top