Menu

Pembangunan Stadion Utama Sumbar Berlanjut, Pengerjaan Jalan PHJD dan DAK Tahun 2020 Tuntas

  Dibaca : 587 kali
Pembangunan Stadion Utama Sumbar Berlanjut, Pengerjaan Jalan PHJD dan DAK Tahun 2020 Tuntas
Ruas jalan setelah dikerjakan melalui PHJD

Meski di masa pandemi Covid-19, sejumlah program dan kegiatan pembangunan di Bidang Bina Marga dan Bidang Cipta Karya Dinas PUPR Provinsi Sumbar tahun 2020 ini, tetap terlaksana dengan baik. Tentunya pelaksanaan program dan kegiatan pembangunan menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

Bidang Bina Marga
Kepala Dinas PUPR Provinsi Sumbar, Ir. Fathol Bari, M.Sc. Eng mengatakan, di Bidang Bina Marga, pembangunan jalan bagian penting pembangunan nasional. Banyak tantangan dan kendala yang dihadapi pemerintah mewujudkan target pembangunan di sektor jalan. Antara lain, keterbatasan kemampuan dana membiayai proyek tersebut. Tidak hanya berkaitan pembangunan jalan baru. Namun juga perlu dilakukan peningkatan kinerja dan pemeliharaan jalan yang ada, baik jalan nasional maupun jalan daerah (provinsi dan kabupaten).

Di Provinsi Sumbar, pada tahun anggaran 2020, hampir seluruh kegiatan di Bidang Bina Marga Dinas PUPR Provinsi Sumbar bersumber dari APBD murni, mengalami refocusing untuk penanganan Covid-19. Sehingga, untuk penanganan jalan tahun ini, hanya mengandalkan dana Hibah dan Dana Alokasi Khusus (DAK) yang masih tersisa, walaupun juga mengalami refocusing sebagian.

Untuk program hibah jalan daerah (PHJD) mengacu pada RPJMN 2015-2019 dan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2019 yang telah mengamanatkan skema pendanaan cost sharing (pembagian pembiayaan) dan hibah untuk jalan daerah bersumber dari APBN.

Jalan daerah mempunyai peranan penting dalam konektivitas nasional, mendukung pertumbuhan ekonomi dan pengembangan wilayah termasuk di Kawasan Strategis Nasional (KSN). Untuk itu diperlukan pendampingan teknis secara intensif, agar memenuhi good governance (tata kelola) dan quality assurance (kendali mutu).

Program PHJD ini bertujuan meningkatkan tata kelola jalan penyelenggaraan jalan daerah, interaksi antar hirarki-jalan, kualitas pelayanan dan kinerja jaringan jalan, kapasitas institusi dan SDM, serta mendorong Pemprov Sumbar dan pemerintah kabupaten kota meningkatkan alokasi dana, pada sektor jalan. Terutama pada pemeliharaan jalan.

Sesuai Amandemen Perjanjian Hibah Daerah (PHD) antara pemerintah pusat dan Pemprov Sumbar, untuk PHJD Nomor PHD-85/MK.7/DTK.03/2020, tanggal 26 Agustus 2020. Pada tahun anggaran 2020, Provinsi Sumbar menerima alokasi hibah termasuk insentif Rp48.095.392.155. Pada tahun anggaran 2020 ini, ruas yang ditangani dengan PHJD adalah, Solok-Alahan Panjang (P.071), Pasar Baru-Alahan Panjang (P.073), TelukKabung-Mandeh-Tarusan (P.083), Surantih-Kayu Aro-Langgai (P.086).

Program DAK
Dana Alokasi Khusus (DAK) adalah dana yang bersumber dari pendapatan APBN yang dialokasikan kepada daerah. Tujuannya membantu mendanai kegiatan khusus urusan daerah dan sesuai dengan prioritas nasional. Program yang menjadi prioritas nasional dimuat dalam Rencana Kerja Pemerintah dalam tahun anggaran bersangkutan. Kemudian, Kementerian Teknis mengusulkan kegiatan khusus yang akan didanai dari DAK, dan ditetapkan setelah berkoordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Keuangan, dan Bappenas, sesuai dengan Rencana Kerja Pemerintah.

Alokasi DAK Fisik Bidang Jalan untuk Provinsi Sumbar pada tahun anggaran 2020 sebesar Rp55.946.731.000. Terdiri dari DAK Penugasan dan Reguler.

DAK juga mengalami refocusing akibat Covid-19, akibat dari refocussing DAK Penugasan tidak dapat dilaksanakan. Sedangkan DAK Reguler masih bisa dilanjutkan dengan dana tersisa Rp38.357.100.000. Untuk DAK Reguler ini, terdiri dari lima kegiatan. Yaitu, paket pemeliharaan berkala ruas jalan Manggopoh-Padang Luar (P.028), ruas jalan LubukBasung-Sungai Limau (P.072), ruas jalan Pasar Baru-Alahan Panjang (P.073), ruas jalan Simpang Baso-Piladang (P.079). Juga ada paket pemeliharaan berkala ruas jalan Alahan Panjang-Kiliranjao (P.082).

Bidang Cipta Karya
Ir. Fathol Bari, M.Sc. Eng mengungkapkan, di Bidang Cipta Karya, pembangunan Stadion Utama Sumbar terus berlanjut. Pengerjaan pembangunannya memasuki tahap VI. Pengerjaan yang dilaksanakan PT Nindya Karya itu, 23 hingga 29 November 2020 telah mencapai 80,462 persen dari yang direncanakan 70,068 persen.

Dalam penyelesaian kemajuan pekerjaannya, untuk umum, bobot penyelesaian pekerjaan mencapai 89,23 persen. Untuk pekerjaan struktur (99,81 persen), pekerjaan arsitektur (76,86 persen), pekerjaan mekanikal elektrikal dan plumbing (76.86 persen) dan pekerjaan lansekap dan jalan keliling (67,87 persen).

Dalam realisasi kerja sejak 23 hingga 29 November 2020, pada lantai II Stadion Utama Sumbar, untuk elektrikal, telah dipasang instalasi penerangan, saklar dan stop kontak dan juga pemasangan fire alarm. Sementara, untuk instalasi detektor dan fixture lainnya, berupa pemasangan plumbing, pemipaan air bersih, pemipaan air kotor dan buangan, hyrant, support hydran. Juga telah dilaksanakan pemasangan AC system VRV, pipa liquid refrigation, pipa drain AC, kabel daya indoor, fiting-fiting, wired looping.

Sedangkan di lantai III, realisasi elektrikal beripa pemasangan bobokan instalasi stop kontak dan piping instalasi stop kontak. Untuk pekerjaan sistem FOP Lighting sudah digunakan pada saat pembukaan MTQ ke-XXVIII Tingkat Nasional 14 November lalu. Sisa pekerjaan FOP yang belum dilaksanakan yaitu, pekerjaan branded PC Dekstop dan work station meja dan kursi.(**)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional