Menu

Pembangunan Sektor Pertanian Berkontribusi Besar bagi Ekonomi Masyarakat

  Dibaca : 154 kali
Pembangunan Sektor Pertanian Berkontribusi Besar bagi Ekonomi Masyarakat
PANEN PADI— Bupati Sijunjung Yuswir Arifin bersama SKPD terkait di lingkungan Pemkab Sijunjung melakukan panen di lahan salah satu kelompok tani, beberapa waktu lalu.

SIJUNJUNG, METRO
Pembahasan tentang sektor pertanian merupakan isu yang paling populer menyangkut pembangunan di Kabupaten Sijunjung. Pasalnya, pertanian merupakan sektor terbesar dalam memberikan kontribusi secara ekonomi bagi masyarakat dibandingkan bidang lainnya. Bahkan, setiap pasangan calon bupati dan wakil bupati yang saat ini tengah berebut suara pemilih menjadikan pertanian salah satu kunci untuk meningkatkan perekonomian masyarakat dalam mencapai visi misi kesejahteraan. Isu pertanian juga menjadi topik utama pada debat Paslon bupati/wakil bupati Sijunjung beberapa waktu lalu.

Data dari Dinas Pertanian Kabupaten Sijunjung menjelaskan, sebesar 31 persen sektor pertanian memberikan kontribusi untuk perekonomian masyarakat. Dan lebih dari 70 persen masyarakat di Sijunjung bergerak pada sektor tersebut.  Hingga tahun 2020 ini, Kabupaten Sijunjung masih dikategorikan sebagai salah satu daerah yang surplus padi, serta sebagai daerah yang memiliki ketahanan pangan yang memadai meskipun persawahan di Sijunjung merupakan sawah tadah hujan.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sijunjung, Ir Ronaldi menjelaskan, pertanian adalah basis perekonomian masyarakat Sijunjung. “Artinya kita tidak bisa terlepas dari itu. Hubungan perekonomian masyarakat dengan pertanian sangat erat dan mempengaruhi,” tutur Ronaldi. “Kita di pemerintah daerah terus mengembangkan sektor ini. Sekarang kita memiliki varietas unggul padi Lampai Sirandah, ini kunci awal untuk meningkatkan produktifitas pertanian ditengah  masyarakat di Kabupaten Sijunjung. Bahkan saat ini varietas unggul itu sedang dikembangkan untuk diperbanyak. InsyaAllah dalam waktu dekat akan kita sebar bibitnya ke petani kita,” ujar Ronaldi.

Pihaknya memfasilitasi dan memotivasi petani sebagai faktor untuk mempertahankan surplus di Sijunjung. “Kita lebih kepada menyediakan fasilitas seperti alsintan, pupuk, bibit dan pembinaan kepada petani. Dan yang paling penting adalah memberi motivasi mereka. Sehingga lahan-lahan produktif di Sijunjung bisa terjaga dan semakin bertambah hendaknya,” sebut Kadis Pertanian.

Hadirnya varietas unggul Lampai Sirandah adalah bagian dari inovasi dan penilitian di pertanian. Varietas yang sudah dipatenkan milik Sijunjung itu semakin memperkuat pembangunan daerah di sektor pertanian, yang mana merupakan basis perekonomian masyarakat di Ranah Lansek Manih.

Dijelaskan, dalam satu hektare sawah, varietas Lampai Sirandah bisa menghasilkan padi sebanyak 9,77 ton untuk satu kali panen. Memiliki tinggi tanaman 104 cm dan memiliki ketahanan terhadap penyakit. Selain itu, aroma beras khas pandan, tekstur nasi yang lembut, berwarna putih dan rasa yang enak. “Varietas unggul ini memiliki sejumlah kelebihan yang telah disempurnakan dari varietas sebelumnya. Sehingga memang ditujukan untuk tanaman unggul yang telah kita patenkan milik Sijunjung, menjadi ikon dan kebanggaan bagi Kabupaten Sijunjung,” ujar Ronaldi.

Pengujian tes lokasi pun telah dilakukan di sejumlah kecamatan yang ada. Dengan demikian varietas Lampai Sirandah cocok dengan kondisi geografis Sijunjung. “Meski persawahan kita tadah hujan, pengujian telah dilakukan. Sehingga cocok untuk semua wilayah di kabupaten kita. Apalagi di di daerah yang memiliki air yang cukup,” papar Ronaldi.

Meski demikian, pihaknya mengatakan, kunci dari meningkatnya produktivitas adalah cara pengolahan dan perawatan dari petani itu sendiri. “Kita juga menerangkan bagaimana cara pengolahan dan perawatannya agar bisa memperoleh hasil panen yang memuaskan. Karena untuk lahan satu hektar varietas ini bisa menghasilkan sebanyak 9,77 ton padi,” jelas Ronaldi.

Meskipun nanti akan disebar, Ronaldi mengatakan bahwa benih pokok tidak tidak boleh keluar dari Sijunjung. “Benih pokok tetap kita yang pegang, namun benih sebar boleh dibagikan kemana saja. Karena varietas unggul ini sudah dipatenkan milik Sijunjung,” tambah Ronaldi.

Pihaknya berharap, hadirnya varietas unggul Lampai Sirandah bisa menjadi awal kemajuan dan kesejahteraan petani di Sijunjung. “Kita tidak bisa terlepas dari pertanian, karena ini dasar perekonomian kita. Kondisi Sijunjung yang surplus  padi saat ini harus selalu kita pertahankan bersama. Menjawab kekhawatiran krisis pangan,” kata Ronaldi. (ndo)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional