Menu

Pembangunan Sektor Pariwisata Belum Terintegrasi

  Dibaca : 97 kali
Pembangunan Sektor Pariwisata Belum Terintegrasi
Novrial, Kadis Pariwisata Sumbar

SOLOK, METRO
Melalui berbagai kegiatan diskusi, diharapkan bisa melahirkan para ahli di strategi pengembangan destinasi pariwisata Kabupaten Solok, yang berbasis market oriented dengan ditunjang product oriented. Pemerintah bersama pelaku industri pariwisata dan pemangku kepentingan terkait harus melakukan identifikasi dan pemetaan potensi wisata sebagai dasar untuk menetapkan pengembangan skala prioritas daya tarik wisata di Kabupaten Solok.

Dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) tentang pengembangan destinasi wisata di Kabupaten Solok, Kadis Pariwisata Sumbar, Novrial, menyebutkan, permasalahan lain dalam sektor wisata Sumbar dan Kabupaten Solok adalah, belum optimalnya kualitas produksi dan promosi wisata.

“Begitu pula dalam pengelolaan kegiatan-kegiatan usaha sektor pariwisata juga belum terintegrasi dan sinergitas sehingga belum dapat secara maksimal memberikan kontribusi terhadap pembangunan Kabupaten Solok,” ujar Novrial.

Terkait kegiatan diskusi, Sekda Kabupaten Solok, Aswirman, berharap agar seluruh peserta bisa menjadi pioner atau penggerak wisata di Kabupaten Solok sesuai bidangnya masing-masing. Sebagai salah satu daerah tujuan wisata nasional, pembangunan kepariwisataan Sumbar dan Kabupaten Solok mempunyai peranan penting dalam mendorong kegiatan perekonomian, peningkatan kesejahteraan masyarakat dan perluasan lapangan kerja.

Disebutkannya, pariwisata juga berperan penting dalam upaya meningkatkan jati diri bangsa dan mendorong kesadaran serta kebanggaan masyarakat terhadap budaya bangsa dengan memperkenalkan produk-produk wisata seperti kekayaan alam, panorama alam, seni dan budaya tradisional

Pemkab Solok tetap melibatkan seluruh pemangku kepentingan dalam mereview dokumen Review Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Daerah (RIPPDA), dengan menetapkan skala prioritas pengembangan wisata. Dalam mengembangkan pariwisata perlu menyiapkan database pariwisata berbasis digital, dalam meningkatkan promosi dan kunjungan wisatawan.

“Pemerintah dan pelaku industri pariwisata perlu membangun sekretariat bersama asosiasi kepariwisataan, dalam meningkatkan kunjungan wisatawan perlu memaksimalkan Calendar of Event,” sebut Aswirman. Selain itu juga dalam rangka percepatan pembangunan, pengembangan obyek wisata perlu melibatkan kolaborasi Pentahelix (akademisi, pebisnis, pemerintah, komunitas dan media).

Dan melalui kegiatan diskusi, diharapkan terbangunnya sinergitas kebijakan antar pemerintah dan pemangku kepentingan untuk pengembangan pariwisata, mewujudkan efektivitas, efesiensi pengelolaan dan pengembangan pariwisata baik alam, buatan dan wisata sejarah serta budaya termasuk pembangunan di kawasan konservasi, dan mendorong peran serta pemerintah Nagari dalam mengembangkan destinasi wisata di wilayah kewenangannya masing-masing. (vko)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional