Menu

Pembangunan Perdagangan dan UKM Hadapi Berbagai Kendala di Kota Solok

  Dibaca : 93 kali
Pembangunan Perdagangan dan UKM Hadapi Berbagai Kendala di Kota Solok
M Ali Ramdhani

SOLOK, METRO–Kegiatan pem­bangu­nan perdagangan dan ko­perasi, UKM dan pasar, memang masih meng­ha­da­pi berba­gai perma­sala­han yang men­dasar dalam pe­laksa­naannya. Memang banyak kebutuhan dan ke­ingi­nan dari pelaku usa­ha untuk menjadi lebih maju. Namun demikian, keterba­ta­san k­e­mampuan peme­rin­tah tentu juga men­jadi sa­lah satu per­tim­ba­ngan un­tuk menen­tukan program/ kegiatan yang akan dilak­sana­kan.

Menurut Wakil Wali Ko­ta Solok, Rahmadhani Ki­rana Putra, harus ada keje­lasan prioritas program dan kegia­tan berdasarkan kebutuhan, bukan ke­ingi­nan. Pelaku UMKM harus segera menen­tukan sikap untuk selalu ber­benah m­e­ningkatkan efisien­si dalam proses produksi dan ma­najemen usaha.

Kadis Perdagangan, Koperasi dan UKM Kota Solok Bujang Putra menu­turkan, bahwa usaha krea­tif UMKM akan menjadi salah satu solusi dalam menjawab sulitnya lapa­ngan pekerjaan saat ini.

Sebab sudah sangat tipis peluang bagi generasi muda untuk bisa bekerja, apalagi hanya me­ngan­dalkan ijazah semata, ke­ahlian dan kreatifitas sa­ngat dibutuhkan dalam menghadapi era glo­bali­sasi seperti sekarang ini.

“Kita akan membantu masyarakat Kota Solok yang bergerak di ekonomi kreatif, diharapkan akan berdampak signifikan da­lam mendorong pere­kono­mian masyarakat, serta membuka lapangan peker­jaan,” jelas Bujang.

Sebab keterbatasan modal selama ini selalu menjadi kendala utama bagi pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) untuk melebarkan sayap usahanya. Dan banyak pelaku usaha tidak mampu bertahan dalam per­sa­ingan yang semakin ketat.

Pemko Solok terus be­rupaya mendekatkan pe­laku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) de­ngan sumber permodalan. Baik dari pihak Pemda sen­diri, perbankan maupun BUMN yang ada.

“UMKM sangat perlu men­dapatkan bantuan mo­dal usaha dari pemerintah untuk menunjang usa­ha­nya, apa­lagi di tengah gem­puran pro­duk global, mem­buat pro­duk UKM jika mo­noton akan mati pasaran,” jelas Bujang.

Hingga tahun 2020, dari data yang didapat dari Dinas Koperindag UMKM Kota Solok, terdapat lebih kurang 3.884 Usaha Mikro Kecil Menengah yang aktif di kota Solok, atau naik dari tahun sebelumnya yang berjumlah 3.659 UMKM Sementara Industri Kecil dan Menengah 562. (vko)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional