Close

Pembangunan Pasar Pariaman, Dimulai Lelang Manajemen Konstruksi

SIBUK—Terlihat kesibukan paea pemborong untuk persiapan pembangunan Pasar Pariaman (efa nurza/posmetro)

PARIAMAN, METRO – Proses pembangunan pasar Pariaman telah dimulai dengan lelang manajemen kontruksi, saat ini tim Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI, sedang melakukan survey awal untuk kegiatan sondir dan boring (pengujian daya dukung tanah) selama 15 hari kedepan untuk pembangunan pasar Pariaman yang akan menjadi pasar rakyat yang modern dan megah .

Kemarin telah dimulai giat boring (3 titik) dan Sondir (5 titik), baik dari Tim Kementerian PUPR, Dinas PUPR dan Pertahanan Kota Pariaman, Konsultan dan stakeholder terkait. Sondir merupakan salah satu pengujian tanah untuk mengetahui karakteristik tanah yang dilakukan di lapangan atau pada lokasi yang akan dilakukan pembangunan konstruksi.

“Sedangkan Boring test adalah pekerjaan pengambilan sample tanah asli untuk mengetahui kondisi tanah perlayer dan jika dimungkin sampai ke tanah keras. Dalam boring ini sekaligus dilakukan dengan SPT (standard penetration test) disetiap interval 2,0m,” ujar Konsultan Perencana Pembangunan Pasar Pariaman, Yofan Syarif.

“Hal ini dimaksudkan untuk penentuan jenis dari tanah dan setelah itu itu kita bisa menganalisa karakteristik tanah tersebut, dan memberikan Analisa, desain yang cocok dan aman untuk Pondasi Bangunan,” ungkapnya.

Sondir dan Boring ini bertujuan utk menentukan jenis pondasi yang tepat dalam pelaksanaan pembangunan nantinya.

“Dengan kita lakukan sondir dan boring ini, kita berharap pembangunnan Pasar Pariaman dapat berjalan sebagaimana semestinya, dan tidak ada kendala secara teknis dalam pelaksanaan pembangunanya nanti,” tutup Konsultan Perencana ini.

Pasar Pariaman yang menggunakan 100 persen dana pusat ini, tender dan pelelanganya dilakukan di Kementerian PUPR, dengan menghabiskan anggaran Rp100 miliar lebih.

“Alhamdulillah, proposal pembangunan pasar pariaman ini dapat disetujui oleh pusat, berkat lobi dari Wali Kota Pariaman, Genius Umar ke Kementerian terkait, yaitu Kementerian PUPR dan Kementerian Perdagangan,” ungkap Kabid Tata Ruang dan Penataan Bangunan Dinas PUPR dan Pertanahan Kota Pariaman, Nopriyadi Syukri.

Kepada Stakeholder terkait, dirinya meminta dukungan dalam kegiatan ini, baik dari Satpol PP dan Damkar untuk pengamanan dan keamanan kerja, dan unsur lainya yang berkaitan dalam kegiatan ini.

“Pelaksanaan sondir dan boring ini sendiri, memakan waktu 15 hari kerja, setelah selesai, maka proses selanjutnya akan berlanjut ke tender pembangunan fisik dari Pasar Pariaman ini, yang kita harapkan dapat berlangsung tidak lama lagi,” ulasnya mengakhiri. (efa)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top