Close

Pembangunan MPP Mangkrak, Kejaksaan Negeri tidak Tinggal Diam

TANAHDATAR, METRO–Kejaksaan Negeri Tanah­datar tidak akan tinggal diam terhadap mang­kraknya pembangunan kan­tor Mall Pelayanan Pu­blik (MPP). Kontraktor pun telah melarikan diri dan menghilang begitu saja. “Kami tidak diam, kami akan kumpulkan bahan ke­terangan dari berbagai pihak,” sebut Kasi Intel Kejaksaan Negeri Tanahdatar Riki, Kamis (19/1) via telepon seluler.

Dikatakan, bahan berita dari berbagai media akan dijadikan referensi. Kejaksaan akan terus me­ngawasi kelanjutan pembangunan mall pelayanan publik tersebut. Sekecil apapun informasi akan te­rus kami kumpulkan,” ka­tanya.

Ia menambahkan, dari informasi yang didapat, selanjutnya akan dievaluasi melalui rapat internal kejaksaan, setelah itu baru ditindak lanjuti.

Dijelaskan, untuk me­nindaklanjutinya, akan tergantung dari hasil rapat internal kejaksaan.”intinya kami tidak akan diam terhadap masalah mang­krak­nya pembangunan MPP tersebut,” katanya lagi.

Ketika media ini me­nanyakan apakah akan ada pihak terkait yang akan dipanggil mengenai hal ter­sebut, Kasi Intel mengatakan akan berkordinasi de­ngan Kajari. “Kita akan kordinasi dengan pimpinan untuk memanggil pihak terkait demi meminta penjelasan,” katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, sejumlah anggota DPRD juga telah mem­pelototi mangkraknya pembangunan MPP, kontraktor pun menghilang. Pihak DPRD sendiri memperta­nyakan kualitas dan kemampuan kontraktor da­lam me­laksanakan pe­nger­jaan gedung dengan biaya yang tidak kecil ini.

“Kami telah memanggil dinas terkait, dan meminta penjelasan dan mempertanyakan terkait mang­krak­nya proyek pembangunan kantor MPP ini,” ujar Wakil Ketua DPRD Tanah Datar Anton Yondra yang di­dampingi Wakil Ketua Saidani, dan Ketua Komisi III Beni Remon, beserta se­jumlah anggota, ketika meninjau lokasi pemba­ngunan tersebut, Selasa (17/1) petang.

Dikatakan Anton Yondra, pemerintah daerah telah memutus kontrak pekerjaan sejak tanggal 13 Januari 2023 lalu. “Kontrak kerja dengan perusahaan pelaksana telah diputuskan, dan administrasi telah diselesaikan,” sebutnya.

Namun, kata Anton Yondra dalam pelaksanaan pekerjaan proyek ini tidak ditemukan adanya kerugian negara, karena pembayaran yang dilakukan sesuai dengan bobot pekerjaan.

“Uang daerah aman, karna yang dibayarkan kepada pihak perusahaan sesuai dengan bobot kerja, dan sisa nya masuk ke kas daerah, termasuk jaminan dan asuransi, serta denda dari keterlambatan pekerjaan,” ungkapnya.

Ke depan DPRD me­nyarankan kepada pemerintah daerah, agar dalam menentukan pemenang tender proyek pemba­ngu­nan perlu pengkajian yang lebih dalam.

“Agar proyek pemba­ngunan tidak mangkrak, da­lam penentuan peme­nang lelang proyek pembangunan, pemkab harus mengkaji lebih dalam, serta melihat track record dari perusahaan yang akan dimenangkan tersebut. Sesuai aturan, pemenang tender, bukan harus yang penawaran terendah, “ pintanya.

Asisten II Setda Tanah Datar Abdul Hakim, me­ngatakan pekerjaan pembangunan MPP ini, memang mengalami keterlambatan dan perpanja­ngan waktu dengan denda permil perhari dari nilai kontrak. “Sesuai aturan, karena keterlambatan, di­berikan kesempatan perpanjangan waktu selama 50 hari kerja, dengan denda maksimal satu permil perhari dari kontrak,” u­jarnya.

Dikatakan dia, pekerjaan kantor MPP yang di­kerjakan oleh CV Temika Jaya Utama itu, bobotnya per 31 Desember 2022 lalu, baru sekitar 43 persen.

Berdasarkan kesepakatan, pihak pelaksana pro­yek membuat surat per­nyataan perpanjangan wak­tu serta dengan kajian bisa  menyelesaikan pekerjaan. Dengan catatan mem­ba­yar denda Rp 1,5 juta se­tiap hari dan masa pelaksanaan pembangu­nan ditambah 50 hari. “Pem­ba­ngunan dilanjutkan kem­bali, namun tiga hari berselang, kami dapat informasi pihak pelaksana “ka­bur” dan pembangunan tidak dilanjutkan,” tambahnya.

Tidak bisa dihubungi dan ditemui, pihaknya telah melayangkan surat pe­ringatan ke CV Tenika Jaya Utama untuk melanjutkan kontrak pemba­ngunan ter­sebut. “Karena sudah tidak dilaksanakan, kita sudah lalui prosedur, dan ambil tindakan tegas, kontrak diputus,” pungkasnya. (ant)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top