Menu

Pembangunan Kependudukan Memiliki Tantangan Berat

  Dibaca : 413 kali
Pembangunan Kependudukan Memiliki Tantangan Berat
BIMTEK—Wali Kota Solok Zul Elfian membuka Bimtek penerapan Grand Design Pembangunan Kependudukan (GDPK).

SOLOK, METRO
Grand Design Pembangunan Kependudukan (GDPK) diharapkan dapat menghasikan pedoman bagi pemerintah daerah terutama dalam pembangunan. Bagi Kota Solok program ini akan menjadi pedoman dalam merencanakan program dan kegiatan yang terkait dengan pembangunan kependudukan, sehingga dicapai kondisi kependudukan Kota Solok yang diharapkan.

Menurut Wali Kota Solok, Zul Elfian, pembangunan kependudukan memiliki masalah dan tantangan yang cukup berat baik dari sisi kuantitas, kualitas, mobilitas dan administrasi kependudukan. Atas kondisi itu, Pemerintah Kota Solok memulai penyusunan Grand Design Pembangunan Kependudukan (GDPK). “Meskipun saat ini kita di tengah pandemi Covid-19, namun pembangunan penduduk harus terus dilakukan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan,” ujar Zul Elfian.

Menurutnya, penyusunan GDPK nantinya memprioritaskan pada lima aspek utama pembangunan kependudukan. Diantaranya pengendalian kuantitas penduduk, peningkatan kualitas penduduk, pengarahan mobilitas penduduk, pembangunan keluarga, dan pembangunan data base kependudukan. “Awal bulan Juli ini, sudah dilakukan Bimtek Penyusunan grand Design kepada tim GDPK Kota Solok dengan narasumber dari tim GDPK Sumbar. Diharapkan kegiatan itu bisa menambahkan pemahaman untuk menjalankan program GDPK imi,” ujar Zul Elfian.

Untuk itu tim GDPK diminta untuk segera menyamakan persepsi atau pemahaman tentang penting dan strategisnya program Kependudukan dan Keluarga. Sebab, penyatuan persepsi atau pemahaman tentang pentingnya menyusun strategi program kependudukan dan keluarga berencana dan keluarga sejahtera, sejalan dengan tujuan pembangunan dalam upaya meningkatkan kesejahteraan keluarga dan menyiapkan SDM yang berkualitas dan berdaya saing. “Melalui Bimtek itu, saya harap ada wawasan dan komitmen dari Tim GDPK Kota Solok dalam menyusun grand design pembangunan kependudukan dan perumusan kebijakan dan strategi perencanaan pembangunan di daerah,” ujar Zul Elfian..

Grand Design Kependudukan ini tidak akan tercapai jika tidak ada kontribusi dari semua pihak terkait di lingkup Pemko Solok, karena pembangunan nasional pada hakikatnya adalah pembangunan manusia Indonesia yang utuh dan menyeluruh yang mencakup semua dimensi dan aspek kehidupan.  Untuk mengantisipasi dinamika kependudukan di masa mendatang dan memberikan arah kebijakan pelaksanaan pembangunan kependudukan serta menjadi pedoman penyusunan road map pembangunan kependudukan, GDPK diharapkan menjadi pedoman bagi OPD dan lembaga serta pemerintah daerah dalam perencanaan pembangunan yang berwawasan kependudukan.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Kota Solok Ardinal menjelaskan, pembangunan kependudukan adalah upaya mewujudkan sinergi, sinkronisasi dan harmonisasi pengendalian kuantitas, peningkatan kualitas, pembangunan keluarga, penataan persebaran dan pengarahan mobilitas, serta penataan administrasi kependudukan.

Ruang lingkup Grand Design Pembangunan Kependudukan Kota Solok ini mencakup gambaran tentang ciri-ciri kependudukan di Kota Solok, dengan segala aspek yang terkait di dalamnya baik kondisi terkini dan yang akan datang, serta arah kebijakan dan strategi pembangunan kependudukan. “Penyusunan GDPK Kota Solok merupakan upaya dalam menjawab tantangan yang dihadapi Kota Solok dalam pembangunan kependudukan pada masa yang akan datang. Diantara tantangan tersebut dari aspek kuantitas penduduk adalah Laju Pertumbuhan Penduduk (LPP) dan Total Fertility Rate (TFR) Kota Solok relatif masih tinggi,” ungkap Ardinal. (vko)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional