Menu

Pembangunan Jalan Kambang – Muaro Labuah, Bupati dan Ninik Mamak Datangi Gubernur

  Dibaca : 136 kali
Pembangunan Jalan Kambang – Muaro Labuah, Bupati dan Ninik Mamak Datangi Gubernur
PERTEMUAN BERSAMA GUBERNUR—Gubernur Sumbar Irwan Prayitno, Pjs Bupati Solsel Jasman Rizal, Pjs Bupati Pessel Mardi dan para Niniak Mamak di dua daerah tersebut, foto bersama usai melaksanakan pertemuan.

SOLSEL, METRO
Puluhan ninik mamak yang berasal dari dua kabupaten yaitu Solok Selatan (Solsel) dan Pesisir Selatan (Pessel) menemui Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno di kediamannya, Sabtu (5/12). Kedatangan ninik namak yang berasal dari Banda Sapuluah Pessel dan Muaro Labuah Solsel tersebut, beserta Pjs Bupati Solsel Jasman Rizal dan Pjs Bupati Pessel Mardi, dalam hal menyampaikan aspirasi dan dukungannya untuk pelebaran jalan Kambang – Muara Labuh.

Berbagai pertimbangan dan alasan disampaikan perwakilan ninik mamak dari dua daerah yang sejatinya bersaudara erat tersebut, yakni Datuak Bandaro Hitam dari Banda Sapuluah Pessel dan Inyiak Majolelo dari Muaro Labuah Solsel.

Perwakilan Niniak Mamak dari Pessel, Datuak Bandaro Hitam mengatakan, salah satu alasan perlunya dilebarkannya jalan setapak antara Kambang-Muara Labuah adalah terkait mitigasi bencana, di mana masyarakat memerlukan akses jalan sebagai antisipasi terjadinya bencana tsunami yang bisa saja sewaktu-waktu melanda. “Salah satu alasan yang sangat kami membutuhkan adanya jalan itu, untuk akses kami ketika terjadi bencana Tsunami, karena kami berada di daerah pesisir pantai. Bencana ini sewaktu waktu bisa saja datang menerpa,” ujar Dt Bandaro Hitam.

Sementara itu, Inyiak Majolelo dari Muaro Labuah mengatakan bahwa terbukanya akses jalan akan menguntungkan banyak aspek, baik aspek ekonomi, aspek kebudayaan dan kekeluargaan, serta dapat mempersingkat waktu tempuh dari 10 jam bisa saja menjadi 2 jam. “Banyak aspek yang menguntungkan jika akses jalan Muaro Labuah-Kambang ini dibuka, hal ini yang membuat kami sangat berkeinginan akses jalan ini dibuka,”ungkap Inyiak Majolelo.

Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno mengatakan, bahwa pihak Pemerintah Provinsi, mendukung penuh usaha pembukaan akses jalan Muaro Labuah-Kambang dari dulu. Bahkan dia mengaku, pihaknya sudah mengirimkan surat berulang kali kepada pihak kementerian. “Tidak hanya 100 persen, tapi bahkan kita mendukung hingga 1000 persen terwujudnya akses jalan Kambang – Muaro Labuah ini. Bahkan kita sudah berulang kali menyurati pemerintah pusat untuk dapat ini membuka akses jalan tersebut,” kata Irwan.

Menurutnya, namun jawaban dari pusat tetap tidak dibolehkan dikarenakan jalan tersebut melintasi kawasan hutan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) sebagai hutan konservasi dan paru-parunya dunia. Irwan mengaku, bahwa isu TNKS sebagai hutan konservasi yang harus terus dilindungi bukanlah isu Provinsi Sumbar atau Indonesia saja, tapi isu tersebut adalah isu dunia yang sering dibawa dalam berbagai pertemuan-pertemuan internasional.

“Walaupun demikian, kami akan kembali membawa usulan ini kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI. Mudah-mudahan Januari 2021, bersama-sama ninik mamak kita agendakan untuk bertemu dengan Menteri terkait di Jakarta,” ucap Irwan.

Dalam pertemuan tersebut juga diapungkan berbagai solusi pelebaran jalan setapak yang telah berusia ratusan tahun tersebut, tanpa harus merusak hutan yang ada. Diantaranya melalui jalan layang, atau alternatif lain yang memungkinkan koneksi dua daerah tersebut dapat kembali terhubung. “Konsep ini harus kita matangkan bersama para pakar, agar nanti ketika menghadap menteri, kita punya konsep dan tawaran-tawaran alternatif terkait jalan Kambang-Muaro Labuah ini,” terang Irwan.

Anggota DPRD Provinsi Sumbar dari Daerah pemilihan 7, yang berasal dari Solsel, Nurfirmanwansyah mengatakan, bahwa jalan yang direncanakan untuk dibuka, bukanlah jalan yang baru, tetapi jalan yang sudah ada semenjak nenek moyang dulu. “Jalan itu sebetulnya bukan jalan baru, tapi sudah dipakai oleh masyarakat dua daerah dari ratusan tahun yang lalu. Dulunya belum ada kendaraan sehingga aksesnya hanya jalan kaki. Sekarang sesuai kemajuan zaman, maka akses jalan dibuka lebih besar,”harapnya.

Dia juga menyinggung tentang wacana kontribusi negara-negara industri maju kepada provinsi atau daerah dimana TNKS berada dalam bentuk perdagangan karbon (Carbon trade), di mana terdapatnya kompensasi yang diberikan kepada daerah-daerah pemilik hutan sebagai penyerap karbon. “Carbon trade merupakan kompensasi yang diberikan oleh negara-negara industri maju (penghasil karbon) untuk membayar kerusakan lingkungan akibat asap karbondioksida (CO2) kepada negara pemilik hutan (penyerap karbon). Mekanisme carbon trading telah menjadi solusi di beberapa negara dalam mengurangi emisi gas rumah kaca,” ujarnya. (afr)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional