Close

Pembangunan Infrastruktur Pasca Bencana Penting di Padangpariaman

ARAHAN— Bupati Padangpariaman Suhatri Bur saat memberikan sambutan di acara BNPB.

PDG.PARIAMAN, METRO–Bupati Padangpariaman Suhatri Bur menyatakan pembangunan infrastruktur pasca bencana pen­ting dilakukan. Setiap kali bencana datang me­nerpa, pilar-pilar infrastruktur di daerah pun lumpuh. Itu pula yang terjadi de­ngan bencana banjir yang menerpa Padangpariaman beberapa waktu lalu,” kata Bupati Padangpariaman Suhatri Bur, kemarin.

Katanya, Padangpariaman memang termasuk kedalam daerah zona bencana banjir, longsor, dan cuaca ekstrim  yang cukup sering terjadi dan bahkan menimbulkan kerugian har­ta benda dan nyawa manusia.

Sejumlah infrastruktur yang kerap rusak parah meliputi jalan, jembatan, listrik, irigasi, pasokan air, permukiman, kantor pemerintah, fasilitas umum, sekolah, dan lain sebagai­nya. Hal ini  mengakibatkan perekonomian menjadi ter­ganggu, pendapatan daerah berkurang, hingga munculnya bencana social seperti kemiskinan, putus sekolah, dan kriminalitas.

Karena itulah katanya, betapa pentingnya pembangunan kembali infrastruktur yang rusak akibat bencana, agar perekonomian kembali bergerak dan seluruh aktivitas ma­sya­rakat kembali berjalan seperti biasa. Tentu saja dae­rah-daerah yang terkena bencana membutuhkan aliran dana (dari pemerintah maupun swasta) guna membangun kembali infrastruktur, membuka la­pangan kerja, dan me­ningkatkan daya beli ma­syarakat.

Menyikapi betapa pen­tingnya pembangunan kem­bali infrastruktur yang rusak akibat bencana yang terjadi di Padangpariaman beberapa waktu lalu, Bupati Padangpariaman, Suhatri Bur kemarin kembali menemui Sekretaris Utama (Sestama) BNPB Lilik Kurniawan. Sestama Lilik Kurniawan didampingi De­puti Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Jarwansyah.

Suhatri Bur menyampaikan bahwa kedatangannya ke BNPB RI adalah untuk mengkonfirmasikan proposal–proposal yang diajukan untuk penanggulangan pasca bencana yang terjadi seperti Jembatan yang Putus atau terban akibat Banjir dan Tanah Longsor yang terjadi sebelumnya bisa dapat diwujudkan dalam waktu dekat.

“Saya mengharapkan sekali BNPB dapat menindaklanjuti proposal yang sudah diajukan untuk penanggulangan dampak bencana banjir dan tanah longsor yang menimpa Padang Pariaman, seperti pembangunan jembatan, mudah -mudahan dapat terwujud di tahun 2022,” ujar Suhatri Bur.

Menurutnya dengan wilayah yang terdiri dari wilayah pantai dan perbukitan Padangpariaman men­jadi salah satu daerah yang rawan terdampak bencana.

“Banyak fasilitas umum yang harus diperbaiki dan penting dilakukan, oleh karena itu kita membutuhkan bantuan dana dari Pemerintah Pusat,” ujarnya.

Apalagi katanya, sebagai daerah yang rawan terdampak bencana, Pa­dangpariaman harus mem­bangun kembali infrastruktur pasca terjadi­nya bencana yaitu pemba­ngunan Jembatan Lubuk Napa dan Jembatan Sakayan yang selama Ini terkendala dalam penyediaan anggarannya melalui AP­BD, karena refocusing anggaran akibat pandemi co­vid-19.

Dalam kesempatan ter­sebut Bupati Suhatri Bur juga menyampaikan rencana pembangunan Jalan Lingkar Timur Padangpariaman sebagai solusi pemecah kemacetan Jalan Padang-Bukittingi yang juga sudah sangat dibutuhkan oleh masyarakat

“Alhamdulillah niat baik kita juga disambut baik oleh Badan Nasional Pe­nang­gulangan Bencana ( BNBP), dan kita berharap bantuan dan doa dari ma­syarakat Padangpariaman, Insyaallah akan terwujud dalam waktu dekat dan dikabulkan Allah S­WT,” ujarnya. (efa)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top