Menu

Pembangunan di Sumbar belum Merata

  Dibaca : 64 kali
Pembangunan di Sumbar belum Merata
Yosrisal

PADANG, METRO – Anggota DPRD Sumbar, Yosrisal mengungkapkan, bahwa selama ini masih ditemui ketimpangan dalam pemerataan pembangunan di Sumbar. Ia melihat masih ada daerah yang masih tertinggal pembangunannya dibandingkan dengan kabupaten/kota lainnya.

Yosrisal menambahkan, ia bersama dengan angggota DPRD Sumbar lainnya, akan berupaya agar pemerataan pembangunan di Sumbar bisa terwujud. “Kami punya rencana, dimana beberapa daerah mesti dikejar pembangunannya, seperti Mentawai, Solok Selatan dan Dharmasraya. Meski tak seimbang atau tak sama dengan daerah lain, minimal mengikutilah,” ujar kader PAN ini.

Khusus untuk Dharmasraya terang Yosrisal, masih butuh dukungan dan kontribusi dari pemprov. Misal dalam hal bentuk pembangunan infrastruktur seperti jalan, jembatan, pemukiman, serta pertanian.

Saat ini sebutnya, masih ada akses jalan antar kabupaten yang menggunakan jalan-jalan perusahaan dan belum diaspal yaitu Solsel-Dharmasraya. Kemudian, juga ada jalan lintas provinsi, Kuantan Singingi-Dharmasraya yang saat ini nasibnya juga sama, belum diaspal.

“Keberadaan ruas jalan tersebut sangat penting dalam mendukung perekonomian masyarakat, sehingga tercipta kesejahteraan,” sebut Yosrisal yang sebelumnya sebagai anggota DPRD Dharmasraya dua periode ini.

Selain infrastruktur terangnya, yang harus jadi perhatian di Dharmasraya yaitu pertanian. “Kondisi saaf ini cukup bagus tapi masih belum optimal. Dimana masih ada petani-petani tradisional.Oleh karena itu, kita berharap Dharmasraya bisa menjadi swasembada beras. Ini yang akan kita arahkan ke depan,” tukasnya.

Yosrisal mengatakan, dalam bidang perkebunan, di Dharmasraya ada karet, sawit dan lainnya. Tapi perhari ini, masyarakat petani karet masih mengeluhkan harga yang murah. Kemudian di sawit, ia melihat ada semacam banyak permainan termasuk harga. Sebab dibandingkan dengan Jambi yang berbatasan dengan Dharmasraya, harga di daerah itu lebih menggairahkan dibandingkan dengan di Sumbar.

“Kita melihat ada yang tak beres dan perlu ditelusuri hingga ke akar-akarnya,” terangnya.

Selain itu jelas Yosrisal, banyak aset provinsi yang ada di Dharmasraya yang tidak diperhatikan. Seperti jalan-jalan provinsi dan gerbang pintu masuknya provinsi lain ke Sumbar. Jalan provinsi di Dharmasraya yaitu Sikabau-Koto Baru-Batas Sumbar, kemudian ke Abai-Sangir.

Panjang jalan provinsi itu sebutnya, bisa mencapai ratusan kilometer. Namun kondisinya saat ini masih kurang diperhatikan pemprov. Ia berharap pemprov melakukan peremajaan sehingga jalan itu representatif. (uki)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional