Menu

Pembakaran Bendera Tauhid di Garut

  Dibaca : 1035 kali
Pembakaran Bendera Tauhid di Garut
BAKAR— Inilah detik-detik terjadinya aksi pembakaran bendera Tauhid di Garut beberapa wakltu lalu pada peringatan hari santri nasional di Garut.

Polisi Tangkap 3 Orang
JAKARTA, METRO – Jajaran Polda Jawa Barat bersama dengan Polres Garut langsung bergerak menyikapi viralnya video pembakaran bendera bertuliskan kalimat tauhid, Senin (22/10). Setidaknya, ada tiga orang yang diamankan kepolisian dari insiden yang berlangsung saat perayaan Hari Santri Nasional. Pelaku yang diamankan diduga berasal dari oknum Barisan Ansor Serbaguna Nahdlatul Ulama (Banser NU).

“Masih tiga orang sebagai saksi statusnya karena akan didalami lagi oleh penyelidik Polri,” ujar Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Trunoyudho Wisnu Andhiko saat dihubungi, Selasa (23/10).

Trunoyudho menambahkan, penyelidik masih memeriksa secara intensif tiga orang itu. Ketiganya juga masih berstatus sebagai saksi, bukan tersangka.

Nantinya, kata dia, keterangan dari tiga orang tersebut akan digunakan kepolisian sebagai bentuk pengembangan kasus. Sehingga, langkah hukum lebih lanjut bisa ditentukan oleh kepolisian.
“Tunggu saja hasil penyelidikan, sekarang penyelidik masih melakukan serangkaian pemeriksaan dan klarifikasi kepada semua saksi,” kata Trunoyudho.

Pembakaran Bendera Tauhid Mengarah ke Penistaan Agama
Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Fadli Zon menyayangkan dan mengecam pembakaran bendera bertuliskan kalimat tauhid di Kabupaten Garut, Jawa Barat, Senin (23/10).

Fadli mengatakan, orang bisa berpolemik apakah itu bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) atau lainnya. “Yang jelas dalam bendera itu ada kalimat tauhid, yang kalau saya secara pribadi melihat itu adalah bendera berkalimat tauhid, bukan HTI,” kata Fadli di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (23/10).

Wakil ketua umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) itu meminta oknum yang melakukan pembakaran tersebut harus diperiksa. Menurut Fadli, harus didalami apakah oknum itu melakukan pembakaran dengan kesengajaan atau ketidaktahuannya.

Fadli mengingatkan, kalau ini tidak ditindak secara tegas dan cepat, maka bisa menimbulkan potensi konflik. “Karena itu saya kira aparat hukum harus segera menindak yang melakukan ini, karena saya kira ini merupakan satu yang bisa mengarah pada dugaan penistaan agama ya. Penistaan agama sudah banyak contohnya,” katanya.

Menurut Fadli, hal semacam ini bisa memecah belah bangsa dan persatuan, karena orang mengambil langkah-langkah yang salah dalam urusan yang merupakan hak dari setiap individu untuk mempercayai agama dan keyakinannya. “Ya kami serahkan kepada aparat. Saya kira harus ada proses hukum terhadap itu untuk meredam. Kalau tidak ini bahayanya orang bisa melakukan penghakiman sendiri,” pungkas Fadli. (cuy/boy/jpnn)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional