Menu

Pemandu Diharapkan jadi Penggerak Sektor Pariwisata

  Dibaca : 93 kali
Pemandu Diharapkan jadi Penggerak Sektor Pariwisata
Pemandu Diharapkan jadi Penggerak Sektor Pariwisata

AGAM, METRO
Sektor pariwisata tidak bisa dilepas dari keberadaan kuliner. Sehingga, pemandu wisata kuliner di Kabupaten Agam harus memiliki pehamaman kepariwisataan dan mampu mengembangkan potensi kuliner sebagai upaya menggerakkan sektor pariwisata.

“Kita mengenal Jepang dengan makanan Sushi di Eropa ada Pizza. Dengan potensi kuliner kita di Agam, sebenarnya kita juga dapat menonjolkannya sebagai ciri khas wisata kuliner,” ujar Staf Ahli Bupati Agam Bidang Pembangunan, Perekonomian dan Keuangan, Isman Imran saat membuka pelatihan pemandu wisata kuliner di Hotel Nuansa Maninjau, Senin (12/10).

Dikatakan Isman, Kabupaten Agam merupakan surga makanan lokal. Selain rendang, Agam juga memiliki kuliner itiak lado mudo, anyang daun kalikih, pangek ikan, gulai kapau, gulai pukek, palai rinuak, salai lele dan sebagainya.

“Semua makanan ini dapat dijadikan pendukung kegiatan kepariwisataan, tinggal bagaimana pemandu wisata dan pelaku kuliner kita dapat membuat menyajikan dengan baik kepada para pelancong,” ucap Isman.

Menurut Isman, di samping menyajikan objek wisata yang memanjakan mata, Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Agam diharapkan juga dapat menyajikan objek wisata yang dapat memanjakan selera wisatawan. “Ini memang tugas berat yang akan diemban, maka pelatihan yang digelar Disparpora Agam, dimana akan banyak lahir duta kuliner patut diapresiasi,” tutur Isman.

Pentingnya pelatihan bagi pemandu wisata kuliner, imbuhnya, bertujuan agar dapat menceritakan detail budaya dan kebiasaan masyarakat, terutama kulinernya kepada wisatawan. “Ini akan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan untuk datang ke Kabupaten Agam. Apalagi dipadukan dengan keragaman dan keunikan kawasan alamnya,” tutur Isman.

Dengan adanya pelatihan pemandu wisata kuliner, Isman berharap, pelancong yang mendatangi pariwisatat Agam akan membawa cerita tersendiri tentang kuliner ketika kembali ke tempat asal mereka. Ketika mendatangi Agam, pelancong tidak lagi membawa makanan dari luar, namun kuliner Agam justru menjadi penarik kedatangan pelancong. “Itu semua kembali kepada bagaimana pengemasan yang menarik dan juga halal, sehingga pelancong merasa nyaman berada di Agam,” kata Isman.

Dikatakan Isman, pelaku usaha kuliner diharapkan dapat menjadi agen penggerak wisata sehat di tengah pandemi Covid-19. Pengusaha kuliner harus memastikan sajian yang disuguhkan kepada wisatawan aman untuk dikonsumsi. “Duta kuliner juga diharapkan dapat menjaga makanan yang dibuat, minimal memastikan makanan terlindungi dari droplet,” ujar Isman. (pry)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional