Menu

Pemancing Hilang di Perairan Pantai Tiku “Cuaca Buruk” Pencarian Belum Berhasil

  Dibaca : 168 kali
Pemancing Hilang di Perairan Pantai Tiku “Cuaca Buruk” Pencarian Belum Berhasil
BELUM DITEMUKAN— Karena dampak cuaca buruk, pencarian Rio (35), warga Pasia Paneh, Nagari Tiku Selatan, Kecamatan Tanjung Mutiara yang hilang saat memancing belum ditemukan.

AGAM, METRO
Pencarian orang hilang di perairan Pantai Tiku, yakni Rio (35), warga Pasia Paneh, Nagari Tiku Selatan, Kecamatan Tanjung Mutiara, Kabupaten Agam, hingga kemarin belum membuahkan hasil, Selasa (28/8). Korban dinyatakan hilang saat memancing ikan di laut Tiku bersama rekan-rekannya.

Kalaksa BPBD Agam melalui Kabid KL Syafrizal menyebutkan, setelah berbagai upaya yang dilakukan, korban masih belum dapat ditemukan dan pencarian pada Rabu (29/7), mulai sekitar pukul 08.00 WIB. “Tim mengalami kesulitan karena cuaca tidak kondusif yang saat itu terjadi hujan badai, sehingga pencarian tidak maksimal. Pencarian hari ini sudah dihentikan pukul 18.00 WIB,” ujar Syafrizal.

Dengan kondisi itu, katanya, pencarian tadi hanya bisa dilakukan dengan penyisiran di sepanjang pesisir Pantai Tiku, karena untuk pergi ke titik di mana korban jatuh yang berjarak sekitar 50 kilometer dari pantai tidak bisa dilakukan.

“Apabila tetap dipaksakan akan membahayakan keselamatan tim pencarian, karena kondisi cuaca yang tidak memungkinkan. Kita lihat besok, jika cuaca bagus ditelusuri sampai titik tempat korban jatuh,” sebut Syafrizal.

Dijelaskan, tim pencarian melibatkan BPBD, Satpol PP-Damkar, PMI, Basarnas, Bakamla, TNI, pihak pemerintah kecamatan dan nagari, masyarakat serta nelayan, dengan menggunakan 1 unit kapal Polairud dan kapal nelayan. Sedangkan perahu karet milik BPBD belum bisa dipakai, karena terkendala cuaca.

Menurutnya, untuk pencarian besok akan ada penambahan kapal dari SAR jenis RIB, yang saat ini masih dalam perjalanan dari perairan Teluk Kabung Padang. Namun kapal masih menepi di perairan Padang Pariaman karena terperangkap badai.

Berdasarkan informasi sebelumnya, korban dilaporkan hilang saat memancing ikan bersama 9 orang rekannya menggunakan kapal bagan, Senin (27/7) sekitar pukul 16.00 WIB.

Saat itu kapal berlabuh dari pasia Tiku menuju kawasan laut Labuhan. “Saat memancing, beberapa jam kemudian kapal berhenti hingga pukul 03.00 WIB dini hari dan kembali melanjutkan pencarian ikan. Namun rekan korban tidak lagi melihat Rio dan tidak diketahui keberadaannya,” kata Syafrizal sesuai informasi di lapangan.

Bahkan rekan korban sempat melakukan pencarian, tetapi Rio tidak berhasil ditemukan. Kendati demikian, rekannya kembali menepi dan melaporkan kejadian itu kepada jorong dan Polairud. “Kemudian laporan itu diteruskan kepada BPBD dan personel langsung kita kerahkan ke lokasi untuk melakukan pencarian,” tukasnya. (pry)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional