Menu

Pemalsu Kitas Divonis 5 Bulan Percobaan, Andre Minta Imigrasi Terus Cek TKA

  Dibaca : 104 kali
Pemalsu Kitas Divonis 5 Bulan Percobaan, Andre Minta Imigrasi Terus Cek TKA
Andre Rosiade

ADINEGORO, METRO – Anggota DPR RI terpilih asal Sumbar Andre Rosiade menyebutkan, divonisnya Lyrianti Dakhi karena dinilai bersalah melakukan tindak pidana berupa pemalsuan kartu izin tinggal terbatas (Kitas) yang berdampak merugikan orang lain adalah pelajaran berharga. Karena, hanya sedikit yang menjalani proses, sementara lainnya diduga tetap melakukan hal yang sama.

”Dia divonis lima bulan percobaan, tentunya menjadi catatan bagi semua orang yang terlibat dalam permainan tenaga kerja asing (TKA) di Sumbar. Jangan lagi ada TKA yang mengurangi kesempatan untuk bekerja putra-putri Sumbar,” kata Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP Partai Gerindra itu, kemarin.

Andre meminta pihak Imigrasi Padang terus menggencarkan pengecekan TKA yang ada di Sumbar. Karena, semakin banyak laporan yang menyebutkan, orang asing bekerja di berbagai sektor. Seperti pertambangan, perkapalan, sampai pembangunan gedung-gedung baru. Sejatinya, itu membuat warga Sumbar resah.

”Apa sih hebatnya mereka yang dijadikan tenaga kerja di lokasi kita? Toh yang mereka kerjakan hanya pekerjaan ringan dan tanpa skill atau keahlian khusus. Mungkin lebih banyak lagi orang-orang Sumbar yang lebih hebat. Kami minta semua pihak harus mengawasi lagi, mulai dari Dinas Tenaga Kerja Provinsi sampai Kabupaten/Kota.” sebut Andre.

Ada dugaan, kata Andre, perusahaan yang menggunakan tenaga kerja asing karena terikat kontrak dengan pemodal asing pula. Seperti pengerjaan pembangunan jalan dan gedung-gedung yang mendapat dana dari China atau negara lain. Kesepakatannya, mereka harus menggunakan tenaga dari negara investor, dengan upah atau biaya sesuai standar internasional.

”Tentunya ini sangat merugikan. Tapi apakah kapal-kapal pesiar yang berlayar dari Padang ke Mentawai itu seperti itu? Kalau iya, tentu perlu dikaji lagi sisten investasinya. Sekarang, ekonomi susah. Kalau pekerjaan masih diserahkan ke asing, tentu seperti tidak peka terhadap nasib anak bangsa sendiri,” sebut ketua harian DPP Ikatan Keluarga Minang (IKM) ini.

Seperti diberitakan kemarin, terdakwa Lyrianti Dakhi dijatuhi hukuman lima bulan kurungan penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Kelas I A Padang, Senin (16/9).

Hakim ketua sidang, Yose Rizal yang beranggotakan Leba Max Nandoko dan Sukri mengatakan, berdasarkan fakta-fakta persidangan, perbuatan terdakwa terbukti telah merugikan orang lain dan PT. Tinggiri. Sehingga, Majelis Hakim menilai pembelaan yang disampaikan terdakwa, haruslah dikesampingkan.

”Terdakwa dinilai bersalah atas perbuatannya melakukan pemalsuan KITAS. Untuk itu, kita menjatuhkan hukuman kepada terdakwa Lyrianti Dakhi, selama lima bulan kurungan,” kata Yose Rizal saat membacakan amar putusannya.

Vonis yang dijatuhi hakim, lebih rendah dibandingkan dengan tuntutan JPU. Sebelumna, terdakwa dituntut oleh JPU dengan hukuman selama sepuluh bulan, lsntaran JPU berpendapat terdakwa melanggar pasal 263 KUHP.

Meskipun begitu, terhadap putusan tersebut, terdakwa yang didampingi Penasihat Hukum (PH) Dr. AM. Mendrofa menyatakan pikir-pikir. Sama halnya dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Kejaksaan Negeri Padang yang juga pikir-pikir terkait putusan Majelis Hakim. (r)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional