Menu

Pemahaman Politik Rendah, Kualitas Berdemokrasi Tak Berkualitas

  Dibaca : 442 kali
Pemahaman Politik Rendah, Kualitas Berdemokrasi Tak Berkualitas
FOTO BERSAMA— Wakil Wali Kota Solok Reiner foto bersama saat kegiatan memberikan pendidikan politik terhadap masyarakat Kota Solok, untuk meningkatkan kualitas berdemokrasi. (eriviko/posmetro)

SOLOK, METRO – Wakil Wali Kota Solok Reinier mengungkapkan, berkaca dari pengalaman, pendidikan politik memegang peranan penting dalam mendorong terwujudnya kehidupan berdemokrasi di tengah-tengah masyarakat. Untuk itu pemahaman politik bagi masyarakat sangat perlu dilakukan. “Sebab, kalau masyarakat atau generasi muda tidak mendapatkan pendidikan politik, maka akan berdampak terhadap kualitas alek demokrasi di kota ini,” ujar Reiner.

Menurut Reinier, kalau masyarakat sudah paham berpolitik, maka kualitas pelaksanaan pesta demokrasi yang dilakukan di Kota Solok ke depannya akan semakin berkualitas, baik secara proses maupun hasilnya.

“Pendidikan politik perlu ditanamkan bagi generasi muda Kota Solok. Melalui pendidikan politik, anak-anak muda akan memahami kondisi bangsa dan negara serta daerah, sehingga terpanggil berbuat yang terbaik,” ujar Reiner.

Diakui Reinier, realitas politik yang selama ini berjalan di tengah masyarakat belum mencerminkan kehidupan berdemokrasi yang baik. Elit politik belum sepenuhnya mempertontonkan politik yang santun dan memberikan rasa aman dan damai. Politik merupakan alat pengabdian untuk menyejahterakan masyarakat. Politik yang aman dan damai, tanpa gaduh harus mampu diwujudkan ditengah-tengah masyarakat.

Pihaknya berharap, melalui pendidikan politik akan mampu menyadarkan masyarakat akan pentingnya partisipasi dalam pemilihan umum (Pemilu). Masyarakat yang apatis akan membuat kualitas pemilu jauh dari harapan.

“Proses penyadaran tersebut tidak hanya menjadi tanggungjawab pemerintah, namun harus juga menjadi perhatian serius bagi partai politik, penyelenggara dan pengawas pemilu, tokoh masyarakat dan lembaga terkait,” ujar Reiner.

Dengan adanya ruang pendidikan politik, partisipasi masyarakat dalam setiap pesta demokrasi akan terus meningkat, tidak mudah tergiur dengan politik uang dan betul-betul memilih karena sosok atau figur yang diinginkan.

Memang menjelang Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada), pemerintah kota Solok membuka ruang dialog politik dengan pimpinan Organisasi Masyarakat (Ormas) dan tokoh perempuan kota Solok.

Dialog politik yang difasilitasi Kesbangpol Provinsi Sumbar itu diikuti 70 peserta. Kegiatan yang melibatkan praktisi dari Unand tersebut ditujukan sebagai sarana pendidikan politik bagi masyarakat khususnya untuk kaum hawa. (vko)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional