Menu

Pemahaman Warga Soal Covid-19 masih Minim

  Dibaca : 618 kali
Pemahaman Warga Soal Covid-19 masih Minim
TEGURAN— Kapolsek Koto VII dan anggota serta petugas medis menegur warga yang berstatus ODP baru pulang dari Malaysia, namun tetap keluyuran ke luar rumah dan berinteraksi dengan masyarakat sekitar.

SIJUNJUNG, METRO
Pemahaman dan sosialisasi di tengah masyarakat tentang bahaya Pandemi Covid-19 harus menjadi perhatian semua pihak. Pasalnya, minimnya informasi dan pemahaman yang didapat masyarakat secara tidak langsung akan memperlambat penanganan untuk memutus rantai penyebaran virus corona, baik ditingkat provinsi Sumbar maupun secara nasional.

Seperti yang terjadi di Nagari Tanjuang, Kecamatan Koto VII, Kabupaten Sijunjung ini. Seorang warga yang baru pulang dari Negeri Jiran Malaysia dan berstatus ODP tetap keluyuran keluar rumah dan berinteraksi dengan warga lainnya. Padahal dalam aturan yang telah diterapkan, masyarakat yang datang dari daerah terpapar Corona (zona merah) diwajibkan untuk mengisolasikan diri secara mandiri dirumah, serta mendapat pengawasan dari petugas medis.

Meski telah diberitahu oleh petugas ditingkat kecamatan, namun warga berinisial N tersebut tak menghiraukannya karena merasa badannya dalam kondisi sehat dan mengatakan tidak terpapar virus corona. Akibatnya, jajaran anggota Polsek Koto VII dan petugas medis pun turun tangan. “Sudah kita beri penjelasan, bahkan tiap hari anggota turun ke lapangan. Namun kita dapat laporan bahwa yang bersangkutan tetap keluyuran dan berinteraksi dengan masyarakat lainnya, padahal ia berstatus ODP karena baru pulang dari Malaysia,” tutur Kapolsek Koto VII, Iptu Yulizaherman melalui Kasubag Humas, Iptu Nasrul Nurdin.

“Kapolsek dan anggota serta petugas medis langsung mendatangi yang bersangkutan, lalu menyuruh untuk pulang kerumahnya. Ia dan istrinya sempat berkilah dan mengatakan tidak terpapar virus corona karena kondisi badannya sehat-sehat saja. Sempat terjadi perdebatan dulu, meski akhirnya ia menuruti imbauan petugas,” jelas Yulizaherman.

Pihaknya mengatakan akan terus memantau setiap warga yang berstatus ODP, PDP maupun yang memiliki gejala yang menyerupai Covid-19. “Kita pantau terus, tiap hari anggota bergerak untuk memberi imbauan. Pemahaman masyarakat perlu ditingkatkan tentang ini, penyampaian sosialisasi kelapangan kuncinya. Semoga ini menjadi perhatian kita semua dan pemerintah daerah untuk tetap berkordinasi,” ujar Yulizaherman.

Kejadian serupa juga pernah terjad, akibat kurangnya pemahaman masyarakat petugas pun harus bekerja lebih ekstra. Sebelumnya salah seorang warga juga sempat menolak untuk dirujuk kerumah sakit setelah mengalami gejala menyerupai Covid-19. Alasannya karena merasa demam biasa dan tidak karena virus corona, meski beberapa waktu lalu sempat memiliki riwayat perjalanan dari Provinsi Kepulauan Riau. “Setelah diberi penjelasan lebih lanjut, baru mau menuruti kata petugas. Dengan kondisi saat ini upaya pencegahan sangat diperlukan, kita tidak menuduh, namun demi kebaikan kita semua. Apalagi banyaknya kasus pasien yang dinyatakan positif terjangkit virus corona tanpa memiliki gejala apapun atau orang tanpa gejala (OTG), ini yang perlu kita pahami bersama,” ungkap Yulizaherman.

Selain itu, minimnya pemahaman masyarakat tentang ODP, PDP dan OTG harus menjadi perhatian. Seolah menyandang status PDP dan ODP adalah sebuah aib. Sebelumnya sempat ada penolakan oleh masyarakat setelah salah seorang warganya dinyatakan PDP setelah melalui pemeriksaan oleh tim gugus tugas, pemberitaan tentang itupun menuai perdebatan di media sosial, dan mengatakan bahwa tidak ada warga di nagari tersebut yang tepapar virus corona. “Kuncinya sosialisasi kelapangan secara langsung. Itu yang saat ini kita terapkan kepada anggota melalui polsek yang ada. Agar masyarakat paham tentang Covid-19 ini, dan mengetahui langkah pemerintah daerah dalam percepatan penanganannya,” kata Yulizaherman. (ndo)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional