Menu

Pelonggaran Aturan PPKM Level 4, Waspada Ledakan Kasus Covid-19

  Dibaca : 158 kali
Pelonggaran Aturan PPKM Level 4, Waspada Ledakan Kasus Covid-19
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mewanti-wanti pemerintah pusat dan daerah untuk mengantisipasi kembali terjadinya ledakan kasus Covid-19.

JAKARTA , METRO–Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mewanti-wanti pemerintah pusat dan daerah untuk meng­antisipasi kembali terjadinya ledakan kasus Covid-19. Sebab, perpanjangan PPKM level 4 dengan sejumlah pelonggaran berpotensi meningkatkan mobilitas warga.

Terlebih euforia ter­hadap pelonggaran di se­jumlah sektor mulai terli­hat, meski sejatinya kebi­jakan PPKM level 4 adalah untuk membatasi mobilitas orang demi mencegah pe­nularan Covid-19.

“Kondisi ini harus di­was­padai, jangan sampai le­dakan kasus terulang lagi,” ucapnya di Jakarta, Selasa (27/7).

Kementerian Kese­ha­tan (Kemenkes) men­catat varian Delta dari India telah masuk ke sejumlah daerah, salah satunya di Jawa Tengah. Di provinsi itu, jumlah kasus meroket hingga 368 persen hanya dua pekan setelah Lebaran tahun ini.

Catatan Komite Pe­na­nga­nan Covid-19 dan Pe­mulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) menyebut mo­bilitas masyarakat di tem­pat wi­sata meningkat sela­ma ma­sa libur Lebaran 2021. Pe­ningkatan terjadi di se­jum­lah daerah dengan per­sentase mencapai 38 per­sen hingga 100 persen.

Berdasarkan catatan itu, kata Lestari Moerdijat, kom­binasi sebaran Covid-19 varian Delta dan pe­ning­katan mobilitas warga di­duga kuat menghasilkan le­dakan kasus positif di sejumlah daerah.

“Saya berharap euforia masyarakat terhadap kebi­jakan pelonggaran di se­jum­lah sektor pada PPKM level 4 ini dapat diantisipasi dengan baik oleh para pe­ma­ngku kepentingan,” ucap politikus yang akrab disapa dengan panggilan Re­rie.

Dia mengatakan se­jum­lah teknis pelaksanaan kebijakan PPKM level 4  harus bisa diaplikasikan dengan baik di lapangan sehingga berjalan sesuai dengan ketentuan.

Bila pelonggaran di se­jum­lah sektor tidak bisa di­antisipasi dengan baik, maka potensi ledakan ka­sus positif Covid-19 yang dihadapi sejumlah daerah akan lebih besar.

“Karena keterbatasan jumlah fasilitas kesehatan dimiliki dan tingkat kesa­daran masyarakat menja­lan­kan prokes yang masih rendah,” ujar Rerie.

Anggota Mejelis Tinggi Partai NasDem itu menyitir catatan Kemenkes per 23 Juli 2021, di mana bed occupancy ratio (BOR) di ru­mah sakit yang melayani pasien Covid-19 di kota-kota di Jawa, Bali, Su­ma­tera, Sulawesi, Kalimantan berkisar antara 85 persen-70 persen.

Dengan kondisi ter­sebut, Rerie berharap para pemangku kepentingan baik di tingkat pusat dan daerah, serta masyarakat harus benar-benar men­jalan­kan kebijakan PPKM level 4 ini sesuai dengan yang ditetapkan.

Kedisiplinan mas­ya­rakat menjalankan atu­ran dan prokes seperti me­makai masker, menjaga jarak, mencuci tangan de­ngan sabun, menghindari kerumunan, tambahnya, harus menjadi norma da­lam keseharian.

“Kolaborasi yang baik antara para pemangku kepentingan di pusat dan daerah harus benar-benar terjadi dalam pelaksanaan PPKM level 4 di tanah air, agar kita terhindar dari ancaman ledakan kasus positif Covid-19 yang per­nah kita alami,” pungkas Lestari Moerdijat. (*/jpnn)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional