Menu

Pelayannya Hamil, Warung Mesum Diobrak-abrik Massa

  Dibaca : 789 kali
Pelayannya Hamil, Warung Mesum Diobrak-abrik Massa
PENERTIBAN LAPAK— Tim gabungan Pemko Padang melakukan penertiban terhadap pedagang yang masih menggelar lapak-lapak dagangan di lokasi terlarang.
kaca kantor Dirjen Pajak ditembak -- robi ham -- web

ilustrasi

PASAMAN, METRO–Dituding jadi lokalisasi prostitusi terselubung, warung tempat berhentinya para sopir truk, dibakar ratusan warga, Senin (19/10) malam. Amukan warga yang dilampiaskan ke warung yang ada di Polongan Dua, Nagari Padang Mentinggi, Kecamatan Rao, Kabupaten Pasaman itu dilatari, hamilnya salah seorang pekerja di sana.

“Bakar saja. Hanguskan. Tempat mesum ini,” teriak warga yang sudah membawa korek api untuk membakar warung yang sehari-harinya menjual kopi dan makanan ringan itu.

Warga yang ikut ke lokasi mengatakan, amukan warga tak tertahankan setelah adanya laporan, ada seorang pekerja warung di Jalan Rao-Panyabungan, Madina itu yang hami. Kata Jatra, orangtua anak nyang bernama Sania,  warga Aek Nabara, Madina mengakui anaknya hamil di luar nikah, karena jadi pemuas nafsu para sopir truk, disaat menjadi pelayan di warung milik Melda tersebut.

Kapolsek Rao, Iptu Syamsuir mengatakan, warga mengamuk lalu merusak warung tersebut karena tak terima kampungnya dijadikan ajang prostitusi terselebung, khusus sopir truk, berdasarkan laporan orang tua Sania, mantan anak buah Melda. “Itu berdasarkan info dari pak Jatera. Yang mengatakan bahwa anaknya hamil akibat dijamah sopir-sopir truk yang mampir beristirahat ke warung buk Melda itu,” kata Syamsuir, Selasa.

Mendapat informasi tersebut, warga tanpa berpikir panjang langsung bertindak, mendatangi warung Melda itu dan melakukan pengerusakan secara beringas. “Atas dasar informasi pak Jatera, orang tua dari anak buah Melda yang ditengarai hamil, warga kemudian melakukan pengerusakan terhadap warung itu,” katanya.

Warga, sebut Syamsuir, tak terima kampung halaman mereka dijadikan ajang lokalisasi prostitusi. Warga tidak menginginkan kampung mereka dilanda mala petaka, karena ulah segelintir orang yang coba mencari keuntungan. “Konon kabarnya, anak pak Jatra, Sania namanya, hamil oleh sopir truk yang singgah makan diwarung itu. Sania ini, mantan pekerja buk Melda. Dia meninggalkan warung sejak bulan puasa lalu,” tuturnya.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Namun, Melda, sipemilik warung menderita kerugian yang tak sedikit jumlahnya. Bahkan, ia sempat dievakuasi oleh petugas ke rumah salah seorang warga setempat. “Saat kejadian, Melda langsung diamankan kerumah salah seorang tokoh masyarakat setempat. Sementara warung dan isi-isinya rusak parah,” katanya.

Kapolsek Rao ini mengatakan, situasi keamanan, ketertiban masyarakat (kamtimbmas) di wilayah itu aman dan kondusif, pasca warung tersebut diamuk massa. Namun, warga menuntut pemilik warung segera angkat kaki dari kampung itu. “Insya Allah, sampai sekarang kondisi aman dan terkendali. Namun, tuntutan warga cuma satu, si pemilik warung angkat kaki dan warung tidak dibolehkan beroperasi lagi,” tukasnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, warung tersebut milik H Mawardi, warga Polongan Dua. Selanjutnya, oleh Melda, warung itu dikontrak untuk dijadikan kedai kopi sekaligus rumah makan dan peristirahatan para sopir truk. Melda sendiri membantah, bahwa warung miliknya dijadikan tempat prostitusi terselubung, sebagaimana tudingan warga dan orang tua mantan anak buahnya itu.

“Tidak benar, itu fitnah. Bagaimana bisa coba begituan dilakukan disini (warung,red) sementara warung selalu ramai pembeli tiap hari, kecuali dia memang nakal,” aku Melda kepada petugas. (y)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional