Menu

Pelanggaran Prokes di Sate Manangkabau, Polresta Sudah Periksa 5 Saksi

  Dibaca : 496 kali
Pelanggaran Prokes di Sate Manangkabau, Polresta Sudah Periksa 5 Saksi
Ilustrasi

M YAMIN, METRO
Polresta Padang masih terus melakukan penyelidikan terkait pelanggaran protokol kesehatan (prokes) di Sate Manangkabau, saat malam pergantian tahun, Kamis (31/12) lalu.

“Sampai saat ini, telah 5 orang yang kami periksa sebagai saksi, termasuk 3 orang yang merupkan pemilik dan pengelola Sate Manangkabau,” ujar Kasatreskrim Polresta Padang Kompol Rico Fernanda, Kamis (4/2).

Dikatakan, pemeriksaan yang dilakukan terhadap lima saksi tersebut setelah dilayangkannya surat panggilan kepada saksi beberapa waktu lalu, dan langsung dipenuhi oleh yang bersangkutan.

“Yang jelas, penyelidikan masih terus berjalan hingga saat ini. Pelanggaran yang dilakukan pihak pengelola diproses sesuai Undang-Undang Karantina. Karena, sesuai keputusan dalam surat edaran (SE) gubernur Sumbar, para pelaku usaha hanya boleh menerapkan bawa pulang makanan, dan buka hingga pukul 22.00 WIB di malam pergantian tahun itu. Namun, hal tersebut dilanggar dan terpaksa dilakukan pembubaran saat itu,” sebutnya.

Sebelumnya diketahui, restoran Sate Manangkabau yang berada di Jalan Khatib Sulaiman tetap membuka layanan makan di tempat jelang pergantian tahun, Kamis (31/12). Padahal sesuai keputusan dalam surat edaran gubernur Sumbar, para pelaku usaha hanya boleh menerapkan bawa pulang makanan.

Tindakan yang dilakukan restoran telah mengundang kerumunan, sehingga pihak kepolisian langsung membubarkan para pengunjung yang masih berkerumun dan makan masih di lokasi sampai jam 22.00 WIB. Padahal sudah diimbau tidak ada kegiatan lewat jam 19.00 WIB.

Maka dari itu, pihak kepolisian akan memproses pihak pengelola sesuai undang-undang karantina. lantaran tidak mematuhi aturan surat edaran Wali Kota Padang Nomor 200/787/Kesbangpol-Pdg/XII-2020.

Selain itu, jelang malam pergantian tahun tersebut kepolisian bersama TNI dan Satpol PP gencar melakukan patroli agar bagi pelaku usaha mematuhi aturan yang ditetapkan.

Bahkan, seluruh pintu masuk ke objek wisata yang ada di Kota Padang ditutup. Upaya ini demi menghindari terjadinya kerumunan sehingga dapat memutus mata rantai penularan covid-19.

Upaya ini membuahkan hasil, perayaan malam pergantian tahun di Kota Padang sepi tanpa hiruk-pikuk masyarakat. Begitupun tempat hiburan tak ada yang buka. (rom)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional