Menu

Pelanggar Tibum dan Pekat di Payakumbuh, Didominasi Warga Limapuluh Kota

  Dibaca : 137 kali
Pelanggar Tibum dan Pekat di Payakumbuh, Didominasi Warga Limapuluh Kota
RAZIA—Tim Satpol PP KOta Payakumbuh sedang melakukan razia untuk mengantisipasi terjadinya perbuatan pekat. (ramadalius/posmetro)

PAYAKUMBUH, METRO – Selama penertiban pada bulan Ramadhan hingga di luar Ramadhan, Satpol PP Kota Payakumbuh mencatat pelanggaran penyakit masyarakat (pekat) dan ketertiban umum (tibum) didominasi warga Kabupaten Limapuluh Kota.

”Selama Ramadhan bahkan di luar Ramadhan, dari jenis pelanggaran, balap liar dan pekat didominasi oleh masyarakat luar Kota Payakumbuh,” ujar Kepala Satpol PP Kota Payakumbuh, Devitra Kamis (13/6).

Dikatakan, selama bulan puasa Satpol PP Kota Payakumbuh menertibkan lima warung kelambu yang melakukan tindakan pidana ringan di Kota Payakumbuh dan kasusnya sudah sampai ke meja hijau. Sementara itu pengamanan pelaku balap liar sebanyak 10 orang yakni 1 orang dari Payakumbuh, 8 orang dari Kabupaten Limapuluh Kota dan 1 orang dari Baso, Kabupaten Agam.

Selanjutnya, pelanggar pekat, Satpol PP telah mengamankan dua pasang pemuda-pemudi berada di tempat gelap, bukan muhrim pada jam 01.00 WIB malam di Simpang By Pass dan keempat orang tersebut adalah warga Kabupaten Limapuluh Kota.

Satpol PP Kota Payakumbuh mengimbau kepada masyarakat hendaknya pelaku Balap Liar jangan sampai meresahkan warga.

Menurutnya, masyarakat bisa istirahat dengan tenang pada malam hari jika tidak ada kebisingan yang ditimbulkan oleh aktivitas balap liar.

”Kendaraan bermotornya distandarkan dan lengkapi surat-menyuratnya karena nanti akan berakibat kepala pelanggaran hukum, dan bukan lagi perda, aparat Kepolisian sewaktu-waktu bisa menindak kalau tim tujuh sudah turun,” ujarnya.

Satpol PP juga menerima laporan warga ada seorang remaja pecandu lem dan meresahkan warga karena sering mengamuk dengan memakai senjata tajam.

”Kita berhasil membawa anak tersebut untuk dilakukan pembinaan di Institut Penerima Wajib Lapor (IPWL) GEMPA, saat ini anak tersebut sedang dalam proses rehabilitasi berdasarkan persetujuan pihak keluarga,” ujarnya. (us)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional