Menu

Pelanggar Prokes di Kota Payakumbuh Disidang di Pengadilan

  Dibaca : 650 kali
Pelanggar Prokes di Kota Payakumbuh Disidang di Pengadilan
Pengadilan Negeri Payakumbuh menyidangkan pelanggar prokes karena tertangkap tangan oleh Tim Yustisi melanggar prokes di Kawasan Pusat Pasar Payakumbuh

PAYAKUMBUH, METRO–Pada data sebaran terbaru tertanggal 20 Mei 2021 Provinsi Sumatera Barat berada pada posisi empat teratas yaitu dengan 349 kasus baru, yang mana teratas pertama adalah Jabar 1.332 kasus, kemudian kedua DKI 895 kasus dan ketiga Riau 421 kasus.

Berdasarkan peningkatan data yang cukup mengkawatirkan diatas, maka Satpol PP Kota Payakumbuh melakukan tuntutan perkara melalui Penyidik PNS  dengan menyidangkan pelanggar prokes sesuai amanat Pasal 101 Perda Provinsi Sumbar No. 6 Tahun 2020 tentang Adaptasi Kebiasaan Baru Dalam Pencegahan & Pengendalian Corona Virus Disease 2019, yang mana pelanggar yang terdata di dalam aplikasi Sipelada telah melanggar lebih dari satu kali diajukan pada sidang tindak pidana.

Pada hari ini Jum’at tanggal 21 Mei 2021 Tim Penyidik Pol PP terdiri dari, Kasat Pol PP (Devitra), Sekretaris PoL PP (Erizon), Kabid PPD (Ricky), Kasi Penyidik dan Penindakan (Alrinaldi), Staf PPNS (Syafri).

Menyidangkan pelanggar prokes inisial RF karena tertangkap tangan oleh Tim Yustisi melanggar protocol kesehatan di Kawasan Pusat Pasar Payakumbuh serta sudah Dua kali masuk data aplikasi sipelada, yang kemudian dijatuhkan denda Rp 175.000,- atau kurungan 1 hari ditambah biaya perkara 17.000 rupiah oleh hakim Pengadilan Negeri Payakumbuh.

Selain itu Tim Penyidik juga mengajukan sidang pada pelanggar Perda Inisial AS yang juga tertangkap tangan oleh tim yustisi pada bulan puasa yang lalu menjual nasi di siang hari bulan suci ramadhan (warkel) dan perbuatan terdakwa terbukti melanggar Perda 01 Tahun 2003 tentang pencegahan, penindakan dan pemberantasan maksiat sehingga dijatuhkan hukuman denda oleh Hakim sebesar Rp 350.000,- atau kurungan selama 1 hari.

Kasatpol PP dan Damkar Kota Payakumbuh Devitra menyatakan bahwa sidang pelanggaran protokol kesehatan ini adalah perdana yang  diajukan ke Pengadilan dan menurut Kasatpol Pp Prov Sumbat ini juga perdana di Sumbar.

“Selama ini  tindakan yang kita lakukan bersama TNI polri baru penerapan Sanksi Administrasi berupa Kerja Sosial, Denda Administratif dan Pembubaran Kegiatan baik kepada Pelanggar perorangan maupun kepada Pelaku Usaha dan Penanggung Jawab Kegiatan,” ucapnya.

Dia berharap, kedepan dapat berdampak pada meningkatnya kepatuhan masyarakat Sumbar khususnya di Kota Payakumbuh, untuk melaksanakan aturan protokol kesehatan dan memutus penyebaran Virus Covid 19.

“Kami juga mengucapkan terima kasih kepada rekan-rekan TNI, Polri, Kejaksaan dan Pengadilan yang telah bersinergi  dalam upaya penegakan hukum protokol kesehatan ini baik secara non yustisi maupun secara yustisi. Moga pandemi covid19 ini akan segera berakhir,” ucapnya. (uus)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional