Close

Pelaku Usaha Minta Tunda Revisi Permendag 23, Juan Permata Adoe: Buat Aturan Kok Seperti Main-main

Ilustrasi Bisnis mini market.

JAKARTA, METRO–Wakil Ketua Umum Bi­dang Perdagangan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Juan Permata Adoe meminta agar Pe­raturan Menteri Perdaga­ngan (Permendag) Nomor 23 Tahun 2021, tentang pedoman pengembangan, penataan, dan pembinaan pusat perbelanjaan dan toko swalayan sebaiknya dijalankan sesuai dengan ketetapan yang berlaku, hingga ekosistem ekonomi sehat.

“Kami meminta agar Kementerian Perdagangan untuk menjalankan Permendag Nomor 23 Tahun 2021,” ujarnya dalam ke­terangan tertulis yang diterima oleh JawaPos.com, Kamis (11/11).

Juan mengatakan, permintaan tersebut setelah pihaknya melakukan de­ngar pendapat dengan A­liansi14 Asosiasi Pemasok terkait revisi Permendag Nomor 23 Tahun 2021. “Kepentingannya tidak ada. Kita lagi susah, semua lagi susah. Dan kalau diubah dampaknya apa,” ucap­nya.

Sementara, Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Mujiburrohman mengatakan, Permendag Nomor 23 Tahun 2021 baru enam bulan dibuat oleh Kemendag.

“Permendag Nomor 23 itu belum juga kami jalani, feedback-nya juga belum tahu! Lho kok sudah mau direvisi. Buat aturan kok seperti main-main. Jadi kami meminta agar Permendag Nomor 23 tetap dijalankan. Dunia usaha butuh kepastian hukum,” ungkapnya.

Ia memandang, peritel modern memiliki kelebihan dibanding pasar tradisio­nal, peritel modern mempunyai kapital yang bagus, sehingga harga relative dapat bersaing. Dan juga mendapat diskon dari supplier.

“Peritel modern, mereka menjual dengan harga darip emasok (sup­plier) saja sudah dapat untung. Sedang kami, pasar tradi­sional, cara belanja kami terbatas, pakai mo­dal sendiri, mesti cash, ja­rang ada yang mau menghuta­ngi,” kataya.

“Jadi, kalau Permendag Nomor 23 direvisi, kebe­radaan peritel modern menghawatirkan kami pa­ra pedagang pasar. Kami sangat kalah,” jelasnya

Sedangkan Ketua U­mum Asosiasi UMKM Indonesia (Akumindo) Ikhsan menambahkan bahwa, pihaknya berharap agar KADIN dapat menjembati ke Kemendag, agar revisi Permendag No. 23 Tahun 2021 ditunda hingga industri, pemasok ritel modern, dan pasar tradisional memiliki kesiapan dalam ekosistem usaha, dan butuh waktu transisi.

Untuk saat ini, kata dia, UMKM dan Pemasok sedang berbenah, bangkit serta mau investas ike­mbali. Pihaknya meminta agar KADIN dapat membantu agar Permendag tetap dijalankan, baru dievaluasi setelah ada pe­mulihan.

“Jika revisi Permendag Nomor 23 jadi, banyak UMKM masih belum pulih dan akan mati, ini tidak sejalan dengan harapan Presiden Jokowi untuk memajukan industri dalam negeri dan UMKM,” pungkasnya. (jpc)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top