Menu

Pelaku UMKM Dilatih Tingkatkan Inovasi dan Higienitas Kuliner, digelar Disparpora Agam

  Dibaca : 68 kali
Pelaku UMKM Dilatih Tingkatkan Inovasi dan Higienitas Kuliner, digelar Disparpora Agam
PELATIHAN—Bupati Agam Andri Warman membuka pelatihan peningkatan inovasi dan higienitas sajian kuliner dilaksanakan Disparpora di Hotel Sultan Syariah Ampek Angkek.

AGAM, METRO–Bupati Agam, Dr H Andri Warman buka pelatihan peningkatan inovasi dan higienitas sajian kuliner, yang digelar Disparpora Agam di Hotel Sultan Syariah Ampek Angkek, Rabu (8/9). Mengawali sambutannya, Andri Warman me­ngapresiasi Disparpora A­gam semakin giat menggelar pelatihan. Bahkan ini sudah yang kesekian kali­nya dilaksanakan.

Dikatakan Andri, Kabupaten Agam banyak memi­liki kuliner yang khas, bahkan sudah terkenal tidak hanya di Sumbar, tapi juga di nusantara. “Sebut saja nasi kapau, siapa yang tidak tahu nasi kapau, dengan menu khasnya seperti tambunsu, dendeng kering dan sebagainya. Tidak hanya itu, masih banyak lagi kuliner dari Agam,” terang bupati.

Ke depan pihaknya akan merangkul pelaku UMKM dan dibuat label baru terhadap produk yang mereka hasilkan. Jika sebelumnya berlabel nama pelaku usaha, ke depan ditambah de­ngan nama daerah. “Labelnya kita tambah dengan na­ma daerah, misalnya Agam Mart. Tapi nama pelaku u­saha tetap dicantumkan di label itu beserta kontak personnya,” kata Andri.

Apalagi bupati juga be­rencana bangun BUMD untuk menjembatani pemasaran produk yang dihasilkan masyarakat, maka ini akan memudahkan mereka da­lam marketing. “Maka kita minta pelaku UMKM membuat produk berkualitas lain dari yang lain, persoalan modal kita akan melakukan kerja­sama dengan pihak perbankan,” tukas bupati.

Dengan begitu, bupati minta pelaku UMKM terutama peserta pelatihan memanfaatkan peluang ini untuk menggali ilmu dalam meningkatkan inovasi dan higienitas sajian kuliner.

Sementara itu, Kadisparpora Agam Syatria me­ngatakan, kegiatan ini diikuti sebanyak 40 peserta yang berasal dari pengelola usaha kuliner, serta karyawan diusaha jasa makanan dan minuman pada 21 desa wisata di Agam. “Kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan, motivasi dan kemampuan para pengelola usaha kuliner dalam be­ri­novasi, serta meningkatkan higienitas sajian kuliner­nya agar lebih berkualitas dan bernilai jual,” ujar Syatria.

Dalam pelatihan yang digelar selama tiga hari ini, pihaknya mendatangkan narasumber dari unsur pemerintahan, akademisi, industri dan praktisi. Sedang­an pelatihan dilaksanakan dengan menggunakan metode ceramah atau tanya jawab serta diskusi, kemudian praktik penerapan inovasi dan higienitas dalam sa­jian. (pry)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional